Mardani H Maming: Hipmi Optimis Pemimpin Muda Kalsel Mampu Bangkitkan Ekonomi Daerah Ketua DPRD Banjar: 100 Hari Program Bupati Harus Penangan Pascabanjir DPP Demokrat Pecat Marzuki Alie dan 6 Kader, Simak Alasannya Duh, Positif Covid-19 Kapuas Bertambah Lagi 50 Kasus Tiga Gus Pimpin Jatim, Bak Angin Segar Bagi Kinerja ASN

Terungkap, Pembunuhan Menantu di Tamban Dipicu Cekcok Rumah Tangga

- Apahabar.com Jumat, 6 Maret 2020 - 18:32 WIB

Terungkap, Pembunuhan Menantu di Tamban Dipicu Cekcok Rumah Tangga

Lokasi tempat pelaku menguburkan jasad sang menantu di areal persawahan Handil Derawa. Foto: Humas Polres Batola for apahabar.com

apahabar.com, MARABAHAN – Motif di balik pembunuhan menantu oleh mertua di Tamban, perlahan terkuak. Semuanya diawali cekcok rumah tangga sang anak.

ST (50) diduga menjadi aktor utama di balik penemuan kuburan yang berisi jasad Hairudin (32) di Handil Derawa Desa Jelapat Baru, Kecamatan Tamban, Kamis (5/3) sore.

Hairudin yang notabene menantu pelaku diketahui telah dikuburkan di tengah persawahan sejak Senin (2/3).

Ironisnya istri korban yang notabene putri pelaku, RB (25), bersama istri kedua pelaku, GI (43), sempat membantu penguburan.

Jauh sebelum peristiwa tersebut, emosi ST meledak setelah RB menceritakan percekcokan dengan korban beberapa hari sebelumnya.

Pun pasca-pertengkaran, RB memilih meninggalkan korban dan menginap di rumah pelaku. Terlebih ketika sedang bertengkar, korban disebut sempat mengancam membunuh RB.

Setelah mendapatkan aduan dari sang anak, pelaku langsung berusaha mencari korban. Pelaku juga tampak khawatir, seandainya benar sang anak dibunuh korban.

Cukup lama pelaku mencari, sampai akhirnya mertua dan menantu ini bertemu di tengah jalan. Selanjutnya pelaku menghabisi korban menggunakan sebatang kayu.

Mengetahui sang menantu telah tewas, ST membawa jasad korban ke areal persawahan yang tidak jauh tempat kejadian. Namun sebelum mengubur, ST menghubungi RB dan GI agar membantu.

“Pelaku dikenakan tindak pidana pembunuhan sebagaimana dimaksud Pasal 338 KUHP dengan hukuman penjara selama-lamanya 15 tahun,” jelas Kapolres Barito Kuala, AKBP Bagus Suseno, melalui Kasat Reskrim AKP Edi Yulianto kepada apahabar.com.

Sebelum Dikubur, Korban Pembunuhan di Tamban Sempat Direkayasa Hilang

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kalsel

Kronologis Pendulang Intan Tewas Tertimbun Longsor di Pumpung
Soliditas

Kalsel

Lapor ke Menpan RB, Bupati Tabalong Ungkap Soliditas Tiga Pilar Tangani Sebaran Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Mayat Perempuan di Manarap Diduga Istri Polisi
apahabar.com

Kalsel

Hujan Disertai Petir Diprakirakan Bakal Guyur 3 Daerah Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Pansus Terbentuk, Pengawasan Satuan Tugas Covid-19 di HST Dimaksimalkan
apahabar.com

Kalsel

BPTD XV Kalsel Tindak 69 Pelanggar di Jembatan Timbang Kintap

Kalsel

4 Pahlawan Nasional dari Kalsel, Pangeran Hidayatullah Segera Menyusul
apahabar.com

Kalsel

Pelajar Ikut Demo Bakal Kena Sanksi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com