Duel Maut, Kakek Aniaya Tetangga hingga Tewas di Banjarmasin Terancam Hukuman Berat Ke Kalsel, Jokowi Tak Hanya Resmikan Jembatan Sei Alalak Prokes Dilonggarkan, Arab Saudi Hapus Aturan Jaga Jarak di Masjidil Haram Geger! Warga Hilir Kotabaru Temukan Mayat Bayi dalam Kardus Setelah Kakak, Sang Adik yang Hilang di Hampang Kotabaru Ditemukan Meninggal

UN Dihapus, Disdikbud Kalsel Akan Kembangkan Pola Asesmen Kompetisi Minimum

- Apahabar.com     Kamis, 26 Maret 2020 - 12:36 WITA

UN Dihapus, Disdikbud Kalsel Akan Kembangkan Pola Asesmen Kompetisi Minimum

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Muhammad Yusuf Effendi. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

apahabar.com, BANJARBARU – Pasca Gubernur Kalimantan Selatan menetapkan proses belajar mengajar dari rumah, kebijakan terbaru kembali dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Kebijakan nomor 4 Tahun 2020 itu tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran COVID-19.

“Kalau kita cermati dari surat edaran menteri pendidikan dan kebudayaan, tidak hanya membatalkan ujian nasional tetapi juga akan terkait dengan uji kompetensi keahlian,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Muhammad Yusuf Effendi di ruang kerjanya, Kamis (26/3).

Dari surat edaran tersebut, peniadaan Ujian Nasional (UN) diberlakukan di semua jenjang sekolah. Dalam hal ini, tingkat pendidikan yang berada di ruang lingkup Disdikbud Kalsel adalah SMA, SMK dan Sekolah Luar Biasa (SLB).

Sebelumnya, pelaksanaan UN SMA/Madrasah AKiyah sederajat terjadwal berlangsung pada 30 Maret-2 April 2020.

“Hasil ujian nasional tidak bisa dijadikan dasar untuk kelulusan siswa, begitu juga dalam proses penerimaan mahasiswa perguruan tinggi. Untuk menentukan yaitu apa yang dihasilkan selama masa proses pembelajaran sebelumnya,” terang dia.

Dengan kata lain, kelulusan siswa akan ditentukan berdasarkan kebijakan masing-masing sekolah. Namun, dia menambahkan, Kemendikbud berencana akan membuat sistem penilaian untuk mengukur kemampuan kualitas karakteristik bagi siswa melalui pola asesmen kompetensi minimum (AKM) dan survei karakter.

“Itu akan dijadikan referensi bagi guru. Sistemnya diserahkan masing-masing sekolah yang dinilai secara persuasif,” pungkasnya.

Reporter : Musnita Sari
Editor: Puja Mandela

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pemprov Kalsel

Pemprov Kalsel Komitmen Wujudkan Daerah Bebas Buang Air Besar Sembarangan
Banjir Kalteng

Pemprov Kalsel

Buka Posko Peduli Bencana Banjir Kalteng, Dinsos Kalsel: Makanan Prioritas
Kalsel

Pemprov Kalsel

Alasan Mengapa Kalsel Tegas Melarang Warganya Mudik

Pemprov Kalsel

Pemprov Kalsel Klaim Upaya Pengurangan Angka Stunting Anak jadi Prioritas

Pemprov Kalsel

Pemprov Kalsel Siap Terapkan Aplikasi e-Perda
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Karhutla Mengancam, Pemprov Kalsel Gelar Simulasi dan Siap Perkarakan Pelaku Pembakaran

Pemprov Kalsel

Jokowi Kenakan Pakaian Adat Tanah Bumbu di Harlah Pancasila, Sekdaprov Kalsel Bangga
Roy Rizali Anwar

Pemprov Kalsel

Tiga Kandidat Lolos Seleksi Sekda Kalsel, Ada Nama Roy Rizali Anwar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com