Dinkes Banjarmasin Langgar Prokes, Pejabat Pemkot Melempem Sidang Kasus Sabu 300 Kg di Banjarmasin, 4 Terdakwa Terancam Hukuman Mati! Tipu-Tipu Oknum DLH Banjarmasin, Sekantoran Diutangi Ratusan Juta Tipu Belasan Penyapu Jalan, Oknum ASN di Banjarmasin Akhirnya Mengaku! Berstatus Waspada, PVMBG Sebut Aktivitas Gunung Semeru Masih Fluktuatif

WHO: Anak Muda Tidak Kebal Virus Corona

- Apahabar.com Minggu, 22 Maret 2020 - 05:15 WIB

WHO: Anak Muda Tidak Kebal Virus Corona

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto-Antara/Reuters/Denis Balibouse/aa.

apahabar.com, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan anak-anak muda bahwa mereka tidak kebal dari virus corona atau Covid-19, bahkan seringkali pasien muda tidak menunjukkan gejala penyakit saat terserang virus.

“Saya ingin menyampaikan pesan ke anak-anak muda; kalian tidak kebal (virus, red). Virus ini dapat membuat anda dirawat di rumah sakit selama berminggu-minggu, bahkan membuat anda meninggal dunia,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus dalam pengarahan harian di Markas WHO, Jenewa, Swiss, Jumat (20/03), sebagaimana dipantau di laman resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa, Sabtu (21/03).

Ghebreyesus menjelaskan berada dalam rumah tetap jadi pilihan paling bijak untuk seluruh warga dunia, termasuk kalangan muda, meskipun mereka tidak sakit.

“Walaupun anda tidak sakit, pilihan yang kalian buat, keputusan untuk ke luar (rumah, red) atau tidak dapat membuat perbedaan bagi situasi hidup dan mati orang lain,” terang Ghebreyesus seraya menyampaikan apresiasinya bagi anak-anak muda yang berinisiatif menyebarkan pesan dan informasi Covid-19.

“Saya bersyukur banyak anak muda yang menyebarkan informasi (tentang Covid-19), bukan virus,” tambah dia.

Menurut Ghebreyesus, penanggulangan Covid-19 tidak hanya membutuhkan solidaritas antarnegara, tetapi juga kerja sama antarkelompok umur.

Pasalnya, Covid-19 dapat menyerang seluruh kelompok umur, meskipun tingkat kematian tertinggi masih ditemukan pada pasien berusia lebih dari 80 tahun, demikian analisis Worldometers, laman penyedia informasi statistik independen, sebagaimana dipantau, Sabtu.

Menurut laman itu, tingkat kematian pasien berusia 80 tahun yang telah dikonfirmasi berada di angka 21,9 persen, sementara secara umum 14,8 persen. Untuk pasien berusia 70-79 tahun, tingkat kematiannya 8 persen; penderita COVID-19 berusia 60-69 tahun 3,6 persen; pasien berusia 50-59 tahun 1,3 persen; pasien 30-39 tahun 0,2 persen; pasien berusia 20-29 tahun 0,2 persen; pasien berusia 10-19 tahun 0,2 persen; pasien berusia 0-9 tahun nihil atau 0 persen.

Walaupun demikian, tingkat kematian itu merupakan angka probabilitas yang masih dapat berubah seiring dengan perkembangan jumlah penderita dan kasus kematian dari negara-negara terdampak Covid-19.

Worldometers, yang memperoleh data dari laman resmi negara-negara dan WHO, mencatat per hari ini, Sabtu (21/03) jumlah pasien positif Covid-19 mencapai 286.664 jiwa dan 11.888 di antaranya meninggal dunia, sementara 93.598 pasien lainnya dinyatakan pulih.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pasca-libur Panjang, Jumlah Pasien RSD Wisma Atlet Alami Peningkatan
apahabar.com

Nasional

Breaking News: Presiden Jokowi Tiba di Kalteng
apahabar.com

Nasional

Polisi Periksa 59 Saksi Terkait Kebakaran Kejagung
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: Positif 169.195 Orang, 122.802 Sembuh
Pasien Positif Covid-19 Bertambah Jadi 19 Orang

Nasional

Pasien Positif Covid-19 Bertambah Jadi 19 Orang
apahabar.com

Nasional

Penghargaan untuk ASN Jangan Kurangi Waktu Pelayanan Publik
apahabar.com

Nasional

Melihat Rekam Jejak Mardani H Maming Layak sebagai Hipmi-1
apahabar.com

Nasional

Update 24 Mei: Pasien Covid-19 Indonesia Tambah 526 
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com