Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah Detik-detik Tabrakan Horor di Balikpapan: 5 Tewas, Belasan Luka-Luka

WHO: Karantina Wilayah Tidak Cukup untuk Kalahkan Virus Corona

- Apahabar.com     Senin, 23 Maret 2020 - 06:15 WITA

WHO: Karantina Wilayah Tidak Cukup untuk Kalahkan Virus Corona

Para calon penumpang menunggu kendaraan yang akan membawa mereka meninggalkan Woodlands Causeway untuk menyeberang ke Singapura dari Johor pada 17/03/2020, beberapa jam sebelum Malaysia memberlakukan lockdown (karantina wilayah) karena wabah virus corona. Foto-Antara/Reuters/Edgar Su/File Photo/TM

apahabar.com, LONDON – Negara-negara tidak bisa dengan mudah mengunci warganya untuk mengalahkan virus corona, ujar ahli kedaruratan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan menambahkan bahwa langkah-langkah kesehatan masyarakat diperlukan guna menghindari kebangkitan virus di kemudian hari.

“Yang benar-benar perlu kita fokuskan adalah menemukan mereka yang sakit, mereka yang terinfeksi virus, dan mengisolasi mereka, menemukan kontak mereka dan mengisolasi mereka,” kata Direktur Eksekutif Program Kedaruratan KesehatanWHO Mike Ryan dalam sebuah wawancara di BBC Andrew Marr Show.

“Bahaya saat ini dengan karantina wilayah, jika kita tidak menerapkan langkah-langkah kesehatan masyarakat yang kuat sekarang, ketika batasan pergerakan dan karantina itu dicabut, bahayanya penyakit ini akan muncul kembali,” ia menambahkan.

Sebagian besar Eropa dan Amerika Serikat menyusul langkah yang diambil China dan negara-negara Asia lainnya, serta memberlakukan pembatasan drastis untuk memerangi virus corona baru, dengan sebagian besar pekerja diperintahkan bekerja dari rumah dan sekolah, bar, pub, dan restoran ditutup.

Ryan mengatakan bahwa contoh-contoh dari China, Singapura, dan Korea Selatan, yang ditambah pembatasan dengan langkah-langkah keras untuk menguji setiap orang yang mungkin terinfeksi, memberikan model untuk Eropa, yang WHO katakan telah menggantikan Asia sebagai pusat pandemi.

“Setelah kita menekan penularan, kita harus mengejar virus. Kita harus berjuang melawan virus,” kata Ryan.

Italia sekarang menjadi negara yang paling parah terdampak virus di dunia, dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah memperingatkan bahwa sistem kesehatan Inggris bisa kewalahan kecuali orang menghindari interaksi sosial.

Menteri perumahan Inggris Robert Jenrick mengatakan bahwa produksi alat tes akan berlipat ganda minggu depan dan meningkat setelahnya.

Ryan juga mengatakan bahwa beberapa vaksin sedang dikembangkan, tetapi hanya satu yang telah memulai uji coba di Amerika Serikat. Ketika ditanya berapa lama sebelum tersedia vaksin di Inggris, dia mengatakan bahwa orang-orang perlu realistis.

“Kami harus memastikan bahwa vaksin itu benar-benar aman … kami memperkirakan setidaknya satu tahun,” kata dia.

“Vaksin akan datang, tetapi kita harus bereaksi dan melakukan apa yang perlu kita lakukan sekarang,” ujar Ryan.(Ant/Rts)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Corona Jadi Pendemi, Jokowi Makin Sering Minum Jamu
apahabar.com

Nasional

Polisi Dalami Pembakaran Surat Suara di Nduga
apahabar.com

Nasional

Konfederasi Sarbumusi Upayakan Judical Review UU Cipta Kerja ke MK
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Banyak Kendala Aturan Teknis pada Proyek Tol Trans Sumatera
Banjir NTT

Nasional

Banjir Bandang NTT: Pengungsi di Lembata 332 Orang, Malaka 56
apahabar.com

Nasional

Diputuskan, Biaya Perjalanan Haji 2020 Tidak Naik

Nasional

Kasatgas KPK Non Aktif Sebut OTT di Kabupaten HSU Kalsel Mudah Dibungkus
Muhammadiyah

Nasional

Peduli Palestina, Muhammadiyah Himpun Dana Puluhan Miliar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com