Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

1 Ramadan 1441 H Ditetapkan Jumat 24 April

- Apahabar.com Kamis, 23 April 2020 - 21:36 WIB

1 Ramadan 1441 H Ditetapkan Jumat 24 April

Pemantauan hilal (rukyatul hilal) dengan teleskop di, Solo, Jawa Tengah, Kamis (23/04). Pemerintah menetapkan 1 Ramadan atau dimulainya puasa jatuh pada Jumat (24/04). Foto-Antara/Maulana Surya/Aww

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1441 Hijriah jatuh pada Jumat (24/04). Keputusan diambil berdasarkan sejumlah metode untuk menentukan 1 Ramadan 1440 Hijriah yang dilakukan pada Kamis (23/04).

Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan pemerintah menyepakati awal Ramadan 1441 Hijriah berdasarkan perhitungan secara astronomi dan Rukyatul Hilal dari 82 titik di 34 provinsi Indonesia.

“Akhirnya kami dengan suara mutlak menetapkan bahwa awal Ramadan 1441 Hijriah jatuh pada esok hari bertepatan pada hari Jumat pada 24 April 2020,” ujar Menteri Agama Fachrul Razi di kantornya, Jakarta, dilansir dati katadata.co.id, Kamis (23/04).

Sidang diawali dengan pembacaan laporan atas hasil rukyatul hilal dari 82 titik yang tersebar di 34 provinsi seluruh Indonesia. Rukyatul hilal dilaksanakan oleh petugas Kantor Wilayah Kemenag provinsi bekerja sama dengan ormas Islam, BMKG, dan Mahkamah Agung.

Berdasarkan laporan lapangan, Fachrul menyebut posisi hilal di atas ufuk berkisar antara 2 derajat 41 menit sampai 3 derajat 44 menit. “Mari kita sambut bulan Ramadan dengan tekad mulia untuk lipat gandakan pahala dan memohon pengampunan,” kata Fachrul.

Sesi pertama sidang merupakan paparan posisi hilal awal Ramadan 1441 Hijriah oleh anggota tim falakiyah Kementerian Agama, Cecep Nurwendaya. Pada sesi ini disediakan ruang dialog sehingga masyarakat dan media bisa ikut berpartisipasi.
Pada sesi dua, sidang isbat digelar secara tertutup.

Sidang ini hanya dihadiri secara fisik oleh Menteri Agama Fachrul Razi, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, pimpinan Komisi VIII DPR, dan perwakilan MUI. Sedangkan sesi terakhir adalah pengumuman kepada masyarakat.

Sidang isbat kali ini berbeda dengan yang digelar pada tahun-tahun sebelumnya karena melalui video conference. Hal tersebut dilakukan agar peserta dan media tak perlu hadir lantaran pandemi virus corona Covid-19 masih terjadi.

“Seiring kebijakan physical distancing dan sesuai protokol kesehatan, kami menghindari ada kerumunan,” kata Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Kamaruddin Amin melalui keterangan tertulisnya.(Kdt)

Editor: Aprianoor

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Sambut Silaturahmi IPNU-IPPNU, Pengajar Manbaussa’adah; ke-NU-an akan Jadi Mata Pelajaran
apahabar.com

Habar

Masjid Raksasa di Turki akan Dibuka Beberapa Hari Lagi
apahabar.com

Habar

Batal Berangkat, 278 Calon Jemaah Haji Tarik Setoran Pelunasan
apahabar.com

Habar

Mesjid Kanas Alalak (1), Dibangun oleh Buyut Datuk Kelampayan
apahabar.com

Habar

500 WNI di Yordania Jalani Puasa di Tengah Pandemi Covid-19
apahabar.com

Habar

Rajin Baca Alquran, Joddy Bedjo: Allah Kasih Waktu Tobat
apahabar.com

Habar

Selama Ramadan Hipmi Gelar Tausiah Secara Daring
apahabar.com

Habar

“Rambut Rasulullah” di Banjarbaru Terbukti Palsu, Imam FPI Kalsel: Kita Sendiri yang Membakar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com