Hotel Aria Barito dan Armani: Fasilitas Berbintang Alat Damkar Kelas Melati Ini 5 Strategi INDEF Selamatkan Perekonomian Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global IPW Desak Kapolda Kalsel Copot AKBP AB Dkk Salut.. AKBP Afeb Dkk Inisiasi Darul Qur’an di Sungai Jingah Maraton Nyanyikan 14 Lagu, Noah Tutup Liburland Festival Banjarbaru Penuh Kesan
agustus

1 Ramadan 1441 H Ditetapkan Jumat 24 April

- Apahabar.com     Kamis, 23 April 2020 - 21:36 WITA

1 Ramadan 1441 H Ditetapkan Jumat 24 April

Pemantauan hilal (rukyatul hilal) dengan teleskop di, Solo, Jawa Tengah, Kamis (23/04). Pemerintah menetapkan 1 Ramadan atau dimulainya puasa jatuh pada Jumat (24/04). Foto-Antara/Maulana Surya/Aww

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1441 Hijriah jatuh pada Jumat (24/04). Keputusan diambil berdasarkan sejumlah metode untuk menentukan 1 Ramadan 1440 Hijriah yang dilakukan pada Kamis (23/04).

Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan pemerintah menyepakati awal Ramadan 1441 Hijriah berdasarkan perhitungan secara astronomi dan Rukyatul Hilal dari 82 titik di 34 provinsi Indonesia.

“Akhirnya kami dengan suara mutlak menetapkan bahwa awal Ramadan 1441 Hijriah jatuh pada esok hari bertepatan pada hari Jumat pada 24 April 2020,” ujar Menteri Agama Fachrul Razi di kantornya, Jakarta, dilansir dati katadata.co.id, Kamis (23/04).

Sidang diawali dengan pembacaan laporan atas hasil rukyatul hilal dari 82 titik yang tersebar di 34 provinsi seluruh Indonesia. Rukyatul hilal dilaksanakan oleh petugas Kantor Wilayah Kemenag provinsi bekerja sama dengan ormas Islam, BMKG, dan Mahkamah Agung.

Berdasarkan laporan lapangan, Fachrul menyebut posisi hilal di atas ufuk berkisar antara 2 derajat 41 menit sampai 3 derajat 44 menit. “Mari kita sambut bulan Ramadan dengan tekad mulia untuk lipat gandakan pahala dan memohon pengampunan,” kata Fachrul.

Sesi pertama sidang merupakan paparan posisi hilal awal Ramadan 1441 Hijriah oleh anggota tim falakiyah Kementerian Agama, Cecep Nurwendaya. Pada sesi ini disediakan ruang dialog sehingga masyarakat dan media bisa ikut berpartisipasi.
Pada sesi dua, sidang isbat digelar secara tertutup.

Sidang ini hanya dihadiri secara fisik oleh Menteri Agama Fachrul Razi, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, pimpinan Komisi VIII DPR, dan perwakilan MUI. Sedangkan sesi terakhir adalah pengumuman kepada masyarakat.

Sidang isbat kali ini berbeda dengan yang digelar pada tahun-tahun sebelumnya karena melalui video conference. Hal tersebut dilakukan agar peserta dan media tak perlu hadir lantaran pandemi virus corona Covid-19 masih terjadi.

“Seiring kebijakan physical distancing dan sesuai protokol kesehatan, kami menghindari ada kerumunan,” kata Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Kamaruddin Amin melalui keterangan tertulisnya.(Kdt)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Simak Daftar Zodiak dan Peluang Jadi Miliarder

Tak Berkategori

Hari Pertama PTM di Batola, Satu Sekolah Ditunda Sementara
apahabar.com

Tak Berkategori

Dari Banjarmasin untuk Korban Banjir Papua, Terkumpul Rp.15.019.600
AnandaMu

Tak Berkategori

Resmi! Bawaslu Rekomendasi Sanksi untuk AnandaMu!
apahabar.com

Tak Berkategori

Ingat, 1 Maret Jalan Piere Tendean Berlakukan Sistem Satu Arah
apahabar.com

Tak Berkategori

Ini Alasan Rayakan Malam Tahun Baru di Hotel Mercure Banjarmasin
apahabar.com

Tak Berkategori

Penyajian Nasi Astakona Bakal Catat Rekor Muri
apahabar.com

Tak Berkategori

Aktris Chacha Frederica Ungkap Alasan Mantap Memeluk Islam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com