16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19 Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Ketika Pejabat Pemkot Banjarmasin Rame-Rame Balikan Duit Korupsi KONI

29 Kontak Erat Pengidap Covid-19 di Banjarbaru Terlacak!

- Apahabar.com Jumat, 17 April 2020 - 12:09 WIB

29 Kontak Erat Pengidap Covid-19 di Banjarbaru Terlacak!

Foto sebagai ilustrasi saat polisi dari Polres Banjarbaru melakukan imbauan larangan berkerumun seiring pandemi Covid-19. Foto-Humas Polres Banjarbaru for apahabar.com

apahabar.com, BANJARBARU – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Banjarbaru berhasil melacak 29 orang kontak erat pasien kedua positif Covid-19.

Untuk diketahui, pasien kedua positif ini berkode KSCovid #30. Sebelumnya ia berstatus PDP dengan kode ULIN-42 yang dinyatakan positif pada Minggu (12/4) lalu.

Laki-laki berusia 50 tahun itu berasal dari Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru. Ia seorang pekerja dari luar daerah. Juga pernah bepergian ke Makassar, Sulsel.

Menurut GTPP Covid-19 Banjarbaru, ke-29 orang kontak erat ini dalam pengawasan ketat Tim Dinkes Kota Banjarbaru.

Selain itu mereka juga diharuskan melakukan karantina mandiri sembari menunggu dilakukan tes cepat atau rapid test.

“Kondisi 29 orang ini dalam keadaan baik. Kami terus melakukan komunikasi dan pemantauan,” ujar Jubir GTPPP Covid-19 Banjarbaru, Rizana Mirza dalam video konferensi pers terbarunya.

Sementara ini, lanjut Rizana, mereka karantina mandiri, dengan pantauan ketat tenaga medis dan surveilans.

“Kami juga berkoordinasi dengan pimpinan mereka agar membantu melakukan pengawasan untuk 29 orang ini agar tidak keluar rumah,” terangnya.

Dijelaskan Rizana, ke-29 kontak erat tersebut didapatkan dalam lingkungan kerja.

“Iya mereka ini dalam satu kelompok atau lingkungan kerja. Makanya dalam pemantauan ini kita juga meminta pimpinan mereka bisa membantu karantina mandiri ini untuk turut memastikan tidak keluar,” ungkapnya.

Rizana memaparkan saat ini pihaknya tengah mengupayakan alat rapid test ke pemerintah provinsi Kalsel.

Karena alat tes cepat tersebut saat ini di Dinkes kota, tidak cukup sehingga menyebabkan lambatnya pengujian cepat kontak dari pasien positif.

“Mengenai bahan Rapid test dari Dinkes Kalsel itu sudah kita pakai, dan sisanya di Dinkes kota sekitar 12 buah saja. Saat ini kami mengajukan lagi permintaan sekitar 50 sampai 100 Rapid test dan atas arahan wali kota kita berupaya meminta ke tim gugus 1000 buah rapid test karena kita harus tracking dari mereka yang positif covid19,” pungkasnya.

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

10 Ribu Bibit Ikan Ditebar di Pulau Bromo, Kapolresta Banjarmasin: Demi Kelestarian
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Warga Antre Zakat Polda Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Sambangi Kantor Desa Selaselilau, Bripka Syamsir Rizal Jalin Koordinasi
Pangdam VI/Mulawarman Buka Latihan Pratugas Perbatasan Indonesia-Malaysia

Kalsel

Pangdam VI/Mulawarman Buka Latihan Pratugas Perbatasan Indonesia-Malaysia
apahabar.com

Kalsel

Bawa Sajam, Remaja di Belitung Diamankan
apahabar.com

Kalsel

UPBS Tabalong Siap Halau Karhutla
apahabar.com

Kalsel

Cerita di Balik Makam Keramat Panjang yang Jarang Diketahui Masyarakat
apahabar.com

Kalsel

2020, Tak Ada Lagi Siswa Numpang Ujian Online
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com