Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0

3 Hal yang Harus Anda Pahami tentang Volatilitas Perdagangan

- Apahabar.com Senin, 27 April 2020 - 19:52 WIB

3 Hal yang Harus Anda Pahami tentang Volatilitas Perdagangan

Ilustrasi trading forex. Foto: Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Volatilitas adalah ukuran dari berubahnya suatu harga dalam batas waktu tertentu. Di saat harga pasar bergejolak, perubahan harga yang sangat cepat dalam waktu yang sangat singkat pula.

Singkatnya, volatilitas dalam perdagangan merupakan seberapa banyak ukuran harga dapat bergerak naik atau turun dalam satu periode waktu. Dalam perdagangan, dikenal pula istilah aset volatile. Aset volatile memiliki sifat harga pasar yang sering berubah.

PENTINGNYA VOLATILITAS DALAM TRADING 

Pasar uang memiliki sifat yang sangat fluktuatif. Perubahan besar harga nilai uang bisa terjadi setiap hari atau bahkan tiap jam. Tanpa adanya volatilitas, maka tidak ada pula potensi keuntungan bagi Trader dalam perdagangan. Investor dan Trader, keduanya hidup dalam volatilitas untuk meraih profit. Meski begitu, tingginya volatilitas juga dapat meningkatkan risiko yang terjadi.

Tetapi, perlu Anda ingat, volatilitas adalah teman bagi Trader. Ini karena volatilitas berarti pergerakan dan mengakibatkan adanya Pip. Seperti yang Anda ketahui, Pip merupakan pertanda adanya profit. Anda perlu mengawasi volatilitas pasar dengan ketat karena berkaitan dengan tingkat risiko dan penetapan harga bagi Option Trading dan kontrak berjangka. Ada 3 hal yang dapat Anda jadikan pedoman untuk memanfaatkan volatilitas dalam Trading menjadi profit.

MENGUKUR VOLATILITAS 

Volatilitas dapat diukur dengan cara yang tradisional yaitu menggunakan deviasi standar. Deviasi standar akan mengukur seberapa jauh harga yang diperdagangkan saat ini terhadap harga rata-rata suatu aset di pasaran atau pergerakan rata-ratanya. Ada banyak sekali faktor penyebab yang memengaruhi volatilitas dalam perdagangan.

Misalnya adalah berita dunia, data perekonomian makro, politik nasional, faktor ekonomi, dan lainnya. Hasil rapat kebijakan moneter yang dilakukan oleh bank sentral juga dapat memengaruhi tingkat volatilitas. Apabila bank sentral menurunkan nilai suku bunga, pasar mata uang domestik bisa terdepresiasi sehingga membuat pasar saham menguat yang menyebabkan keuntungan perusahaan menjadi lebih tinggi.

Alat yang populer digunakan untuk mengukur dan mendeteksi tingkat volatilitas pasar dan risiko yang dapat diambil investor adalah VIX (Volatility Index). Indeks VIX dapat menghitung adanya Implied Volatility (IV) dari banyaknya pilihan termasuk Put dan Call dalam Indeks S&P 500 dalam 12 bulan ke depan. Jika Indeks VIX lebih tinggi dari S&P 500 menandakan bahwa volatilitas yang tinggi. Apabila lebih rendah dari nilai S&P 500, berarti menunjukkan volatilitas yang lebih rendah dari yang seharusnya dalam periode 1 tahun.

STRATEGI MENGURUTKAN INDEKS VIX 

Sebagai Trader, tentunya Anda dapat memanfaatkan indeks VIX untuk mendapatkan profit dalam perdagangan. Ada dua strategi yang berbeda untuk memanfaatkan indeks VIX. Strategi pertama yaitu dengan mengurutkan tingkat VIX dalam pasar perdagangan dari mulai yang terendah hingga yang tertinggi. Apabila Anda ingin melakukan perdagangan dengan tingkat risiko yang rendah, Anda dapat memperdagangkan aset dengan volatilitas kecil. Namun, jika Anda adalah Trader yang bersemangat dan ingin meraih profit dalam waktu cepat, Anda bisa berdagang aset yang memiliki volatilitas paling tinggi.

STRATEGI TRADING DALAM SATU ASET

Selain mengurutkan indeks VIX dan memilih tingkat volatilitas sesuai kesanggupan Anda menerima resiko, juga ada strategi yang lain. Strategi yang kedua yaitu dengan berdagang pada satu aset dan mengadaptasikan strategi Anda sesuai dengan perubahan volatilitas. Cara ini adalah dengan memanfaatkan volatilitas untuk melacak siklus pasar jangka pendek. Kemudian, sesuaikan strategi Anda dalam Trading agar memperoleh titik masuk yang dapat menguntungkan. Seiring pergerakan waktu, setiap aset dalam pasar pasti akan melewati periode volatilitas yang lebih tinggi atau rendah. Artikan pergerakan volatilitas tersebut dalam arah perdagangan yaitu atas, bawah, atau bahkan ke samping. Selalu perhitungkan tren dasar aset jika Anda ingin menerapkan strategi ini.

Saat volatilitas sedang rendah, maka saatnya Anda lakukan pembelian, entah itu Call atau Put, tergantung pada kondisi pasar. Karenanya, Anda dapat mendapatkan posisi yang lebih baik serta titik masuk pasar yang lebih tenang dan tingkat keuntungan yang lebih besar. Kemudian, saat harga pasar mulai bergerak, maka Option Anda juga akan turun bergerak dengan risiko Loss yang lebih kecil.

Saat volatilitas dalam Trading mencapai tingkat tertentu, maka akan terjadi pergerakan yang begitu cepat sehingga strategi yang berbeda mungkin akan dibutuhkan. Kunci dari stabilnya profit adalah persiapan yang matang. Selalu persiapkan rencana Anda dengan matang sebelum memilih suatu Option dalam pasar. (*)

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

IHSG Menguat Tajam, Terkerek Optimisme Pasar Akan Pulihnya Ekonomi
apahabar.com

Ekbis

Tingkatkan Ekonomi, BI Kalsel Terapkan Holding Pesantren
apahabar.com

Ekbis

Perkuat Ekonomi, Garuda Beri Diskon 50 Persen Bagi 65 Ribu Kursi
apahabar.com

Ekbis

Imbas Covid-19, Jumlah Kunjungan ke Pasar di Banjarmasin Menurun Drastis

Ekbis

BI Naikkan Bunga Acuan Lagi Bulan Depan? Begini Pandangan Ekonom
apahabar.com

Ekbis

Ramadan, Distribusi Ikan di Delapan PPI Kaltim 80 Ton/Hari
apahabar.com

Ekbis

Kucurkan Modal UMKM di Kalimantan, Pertamina Tunggu Partisipasi Pengusaha
apahabar.com

Ekbis

Omzet Jeblok, Rocket Chicken Keluhkan Tapping Box
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com