Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan

5 Jemaah Tabligh Diisolasi di Tala, Bupati: Tunggu Hasil Swab

- Apahabar.com     Senin, 13 April 2020 - 17:41 WITA

5 Jemaah Tabligh Diisolasi di Tala, Bupati: Tunggu Hasil Swab

Bupati Sukamta saat meninjau lokasi isolasi khusus bagi orang dalam pemantauan (ODP) di Balai Diklat Hutan Kota Pelaihari. Foto: Istimewa

apahabar.com, PELAIHARI – Masyarakat diimbau agar tak cepat mengambil kesimpulan akan kondisi lima pasien yang dikarantina di Kabupaten Tanah Laut (Tala).

Sebab berdasar hasil rapid test, Satgas Darurat Covid-19 menemukan lima orang terindikasi Corona.
Kelimanya merupakan jemaah tabligh yang memiliki riwayat perjalanan ke Gowa, Sulawesi Selatan, akhir Maret kemarin.

“Untuk mengetahui apakah virus itu benar-benar virus Corona atau bukan, nantinya akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab,” kata Bupati Tanah Laut (Tala) H. Sukamta kepada apahabar.com, Senin (13/4).

Swab atau uji sampel spesimen lendir di saluran pernapasan pasien biasanya di Banjarbaru, Kalsel.

Sukamta beranggapan pemeriksaan Swab lebih akurat sebagai patokan diagnosis. Itu karena virus Corona umumnya menempel di hidung atau tenggorokan bagian dalam saat ia masuk ke tubuh.

Sampel lendir yang diambil dengan metode swab selanjutnya akan diperiksa menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction).

Hasil akhir dari pemeriksaan ini, nantinya akan benar-benar memperlihatkan apabila ada virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 di tubuh manusia.

“Saya garisbawahi bahwa mereka baru diindikasikan, kalau diindikasikan itu belum positif, kalau kita katakan terkonfirmasi itu baru positif,” ucap Sukamta.

Dalam keterangannya, langkah yang diambil pemerintah daerah dengan mengisolasi 5 orang yang terindikasi Covid-19 itu guna menjaga keselamatan mereka dan keluarga mereka masing-masing. Terlebih masyarakat Tala pada umumnya.

Menurut orang nomor satu di Bumi Tuntung Pandang tersebut Tanah Laut adalah daerah yang masih hijau tetapi dikelilingi daerah-daerah yang sudah zona merah.

Maka dari itu ia meminta kepada masyarakat agar mendukung apa yang menjadi imbauan pemerintah. Ia berpesan kepada seluruh masyarakat Tala untuk menjaga jarak, menghindari kerumunan, selalu mencuci tangan dengan sabun, makan-makanan yang bergizi, tinggal di rumah, istirahat yang cukup serta rajin berolahraga.

Lebih lanjut ia mengatakan alasan mengapa Diklat Loka Bina Praja Hutan Kota Pelaihari dipilih sebagai tempat isolasi.

Itu karena lokasi tersebut sudah siap untuk dijadikan tempat isolasi, baik dari fasilitas maupun daya tampung yang berjumlah 20 kamar. “Pemeriksaan swab akan kita lakukan hari Senin ini,” jelasnya.

Reporter: Ahc14
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kab. Tanah Laut

Sukamta – Abdi Optimistis Programnya Berdampak Positif untuk Masyarakat
apahabar.com

Kab. Tanah Laut

Berselawat Bareng Habib Syech di Tala Dihadiri Puluhan Ribu Jemaah
apahabar.com

Kab. Tanah Laut

Optimisme Sukamta Setelah Melantik Dewan Pengawas PDAM
apahabar.com

Kab. Tanah Laut

Pemkab Tala Rencanakan Rapid Test Besar-Besaran
Bangunan Lama Rumah Sakit Boejasin Pelaihari Akan Dijadikan Tempat Karantina

Kab. Tanah Laut

Bangunan Lama Rumah Sakit Boejasin Pelaihari Akan Dijadikan Tempat Karantina
apahabar.com

Kab. Tanah Laut

Sukamta Minta Penyedia Barang dan Jasa Siap Berkompetisi
apahabar.com

Kab. Tanah Laut

KPU Tala Mulai Sosialisasikan Tahapan Pilkada
apahabar.com

Kab. Tanah Laut

Dapat Sinyal Baik dari Kementerian ESDM, Pemkab Tala Siap Rampungkan PLTBg
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com