BANJIR KALSEL: 2 Ribu Jiwa Mengungsi, Pasukan Khusus TNI Mendarat di Banjarbaru Jokowi Telepon Gubernur Soal Banjir Kalsel, Gak Kebalik Pak? Breaking News: Respons Jokowi Atas Banjir di Kalsel, Segera Kirim Perahu Karet Tak Ucapkan Dukacita, Habib Banua Tantang Presiden ke Kalsel Warga Banjiri IG Presiden Jokowi: Kalsel Juga Berduka Pakkk!!!

5 Jemaah Tabligh Diisolasi di Tala, Bupati: Tunggu Hasil Swab

- Apahabar.com Senin, 13 April 2020 - 17:41 WIB

5 Jemaah Tabligh Diisolasi di Tala, Bupati: Tunggu Hasil Swab

Bupati Sukamta saat meninjau lokasi isolasi khusus bagi orang dalam pemantauan (ODP) di Balai Diklat Hutan Kota Pelaihari. Foto: Istimewa

apahabar.com, PELAIHARI – Masyarakat diimbau agar tak cepat mengambil kesimpulan akan kondisi lima pasien yang dikarantina di Kabupaten Tanah Laut (Tala).

Sebab berdasar hasil rapid test, Satgas Darurat Covid-19 menemukan lima orang terindikasi Corona.
Kelimanya merupakan jemaah tabligh yang memiliki riwayat perjalanan ke Gowa, Sulawesi Selatan, akhir Maret kemarin.

“Untuk mengetahui apakah virus itu benar-benar virus Corona atau bukan, nantinya akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab,” kata Bupati Tanah Laut (Tala) H. Sukamta kepada apahabar.com, Senin (13/4).

Swab atau uji sampel spesimen lendir di saluran pernapasan pasien biasanya di Banjarbaru, Kalsel.

Sukamta beranggapan pemeriksaan Swab lebih akurat sebagai patokan diagnosis. Itu karena virus Corona umumnya menempel di hidung atau tenggorokan bagian dalam saat ia masuk ke tubuh.

Sampel lendir yang diambil dengan metode swab selanjutnya akan diperiksa menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction).

Hasil akhir dari pemeriksaan ini, nantinya akan benar-benar memperlihatkan apabila ada virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 di tubuh manusia.

“Saya garisbawahi bahwa mereka baru diindikasikan, kalau diindikasikan itu belum positif, kalau kita katakan terkonfirmasi itu baru positif,” ucap Sukamta.

Dalam keterangannya, langkah yang diambil pemerintah daerah dengan mengisolasi 5 orang yang terindikasi Covid-19 itu guna menjaga keselamatan mereka dan keluarga mereka masing-masing. Terlebih masyarakat Tala pada umumnya.

Menurut orang nomor satu di Bumi Tuntung Pandang tersebut Tanah Laut adalah daerah yang masih hijau tetapi dikelilingi daerah-daerah yang sudah zona merah.

Maka dari itu ia meminta kepada masyarakat agar mendukung apa yang menjadi imbauan pemerintah. Ia berpesan kepada seluruh masyarakat Tala untuk menjaga jarak, menghindari kerumunan, selalu mencuci tangan dengan sabun, makan-makanan yang bergizi, tinggal di rumah, istirahat yang cukup serta rajin berolahraga.

Lebih lanjut ia mengatakan alasan mengapa Diklat Loka Bina Praja Hutan Kota Pelaihari dipilih sebagai tempat isolasi.

Itu karena lokasi tersebut sudah siap untuk dijadikan tempat isolasi, baik dari fasilitas maupun daya tampung yang berjumlah 20 kamar. “Pemeriksaan swab akan kita lakukan hari Senin ini,” jelasnya.

Reporter: Ahc14
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kab. Tanah Laut

Sukamta Sampaikan Raperda APBD 2020 ke DPRD
apahabar.com

Kab. Tanah Laut

Raih Akreditasi Sempurna, Sukamta Puji Rumah Sakit Borneo Citra Medika
Tugboat

Kab. Tanah Laut

Penyebab Tugboat CPO Kelapa Sawit Terbalik di Tanjung Dewa Tala
apahabar.com

Kab. Tanah Laut

Puluhan Ribu Jemaah Hadiri Batakan Berselawat bersama Habib Syech
Tanah

Kab. Tanah Laut

Awal 2021, Posko Fantastic Tanah Laut di Gunung Kayangan Dibuka Bagi Wisatawan
apahabar.com

Kab. Tanah Laut

Tingkatkan Hasil Panen Durian Unggul, Sukamta Ingin Lakukan Rekayasa Genetika
apahabar.com

Kab. Tanah Laut

Desa Tebing Siring Miliki Rumah Data Kampung KB
Sinovac

Kab. Tanah Laut

Sukamta Siap Jadi Orang Tala Pertama yang Divaksin Sinovac
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com