Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup! Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh

500 WNI di Yordania Jalani Puasa di Tengah Pandemi Covid-19

- Apahabar.com Rabu, 29 April 2020 - 09:52 WIB

500 WNI di Yordania Jalani Puasa di Tengah Pandemi Covid-19

Ilustrasi, WNI di Yordania. Foto-Kemnaker

apahabar.com, JAKARTA – Menghadapi bulan puasa tahun ini, lebih dari 500 WNI masih mengalami situasi darurat di Yordania, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis KBRI Amman yang diterima di Jakarta, Selasa (28/4).

Dilansir apahabar.com dari Republika,Rabu (29/4), penyebaran dan penanganan pandemi Covid-19 di Yordania telah memasuki pekan ke delapan.

Sejauh ini relatif terkendali dengan jumlah kasus Covid-19 mencapai 450 orang dan tujuh orang meninggal dunia.

Namun, situasi darurat masih belum dicabut di mana pembatasan wilayah dan pergerakan masih diterapkan. Menghadapi bulan puasa Ramadan, sejumlah langkah pelonggaran pembatasan telah diambil, khususnya di sektor ekonomi.

Sejumlah WNI di Yordania mengalami kesulitan, mulai dari pekerja migran harian yang tidak lagi berpenghasilan hingga mahasiswa yang bermasalah karena kiriman uang bulanan tertunda.

Untuk membantu meringankan beban sosial dan ekonomi yang dihadapi WNI rentan tersebut, KBRI Amman kembali menyiapkan sekitar 600 paket bantuan medis dan sembako.

Paket bantuan untuk tahap kedua itu dilakukan sebagai kelanjutan dari distribusi bantuan tahap pertama yang telah dilakukan pada akhir Maret lalu.

Menjelang dan pada awal bulan puasa, bantuan tahap kedua itu telah disebar ke sejumlah komunitas WNI di berbagai kota dan wilayah di Yordania, yaitu Amman, Irbid, Mu’tah dan Aqaba.

Satgas Pandemi Covid-19 KBRI Amman secara bergiliran mendatangi tempat-tempat komunitas WNI di Yordania melalui kerja sama dengan Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (HPMI) dan para koordinator pekerja migran.

“Sesuai arahan Presiden Jokowi, di tengah pandemi Covid-19 ini kegiatan perwakilan RI difokuskan membantu dan melindungi WNI,” ujar Duta Besar RI untuk Yordania Andy Rachmianto.

Seperti diumumkan oleh Kementerian Agama dan Waqaf Yordania, selama bulan suci Ramadan kegiatan beribadah yang mengumpulkan warga secara berjamaah tetap dilarang. Untuk tetap dapat menjalankan ibadah puasa secara khidmat dalam suasana kesederhanaan, sejumlah kegiatan ibadah tetap diadakan secara online, yaitu mulai dari kuliah dan pengajian Ramadan, lomba MTQ hingga lomba dakwah.

“Di tengah suasana karantina wilayah dan pembatasan sosial, mesin diplomasi harus tetap bekerja secara kreatif, khususnya dalam melayani dan melindungi WNI, dengan memanfaatkan jaringan elektronik dan digital,” kata Dubes Andy.

Editor:Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Mulai Hari Ini, Saudi Hanya Izinkan 6.000 Jemaah Umrah
apahabar.com

Religi

Sosok Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni yang Syahid di Tangan Teroris
apahabar.com

Habar

Syekh Al Azhar Mesir Sampaikan Pidato Corona untuk Dunia
apahabar.com

Ceramah

Batalkan Haji Padahal Sudah Diniatkan, Berdosakah?
apahabar.com

Habar

NU dan Muhamamdiyah Upayakan Percepatan Pembayaran Zakat
apahabar.com

Habar

Ustadz Somad ke Kalsel dengan Dua Kali Keberangkatan

Religi

Hadirkan Pakar Hadis dari Hadhramaut, LDNU Banjar Ajak Peserta Dauroh Mengenal Rasulullah Lebih Dekat
apahabar.com

Habar

Peringatan Maulid Nabi di Balangan; Habib Syakir Al Baar Tekankan Pentingnya Persatuan Umat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com