Blak-blakan Walhi Soal Biang Kerok Banjir Kalsel BREAKING NEWS: Usai Pasukan Katak, Giliran Paskhas Mendarat di Kalsel Meletus! Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Sejauh 4,5 Kilometer Edan! 2 Pria Pembawa Sabu 11 Kg Tertangkap di Duta Mall Licin, Bos Travelindo Terduga Penipu Jemaah DPO Sejak Tahun Lalu

Aksi Simpatik Penjahit, Buat Masker untuk Digratiskan

- Apahabar.com Rabu, 1 April 2020 - 10:49 WIB

Aksi Simpatik Penjahit, Buat Masker untuk Digratiskan

Fitri Yulinda (25) pemilik Rumah Jahit Linda di komplek Mahligai, Sultan Adam, Banjarmasin menyisihkan waktunya menjahit masker dari kain untuk kemudian dibagikan secara gratis ke masyarakat. Foto-istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Fitri Yulinda (25) pemilik Rumah Jahit Linda di komplek Mahligai, Sultan Adam, Banjarmasin menyisihkan waktunya menjahit masker dari kain untuk kemudian dibagikan secara gratis ke masyarakat.

Sudah sepekan terakhir ia disibukkan menjahit membuat masker-masker yang dipelajarinya sendiri secara otodidak.

Ini dilakukan Linda karena mengetahui sulitnya masyarakat memperoleh masker untuk melindungi diri dari ancaman penularan virus corona atau covid-19 yang sudah meresahkan masyarakat.

“Ide ini awalnya prihatin karena masyarakat mulai kesulitan mendapatkan masker, jadi terbesit di hati ingin membantu tanpa menjadikan ini kesempatan mencari keuntungan,” kata wanita yang akrab disapa Linda kepada apahabar.com, Rabu (1/4).

Tidak sendiri, Linda sempat memposting ajakan kepada penjahit lain untuk membantunya membuat masker, hasilnya delapan penjahit bersedia membantu.

Awalnya Linda menargetkan dapat membuat 1000 masker, namun keterbatasan orang membuat akhirnya 100 masker dapat dibuat.

Prosesnya sendiri dilakukan dengan menyediakan sejumlah kain yang tidak terpakai, lengkap dengan karet tali untuk menempel di wajah. Kemudian dibagikan ke penjahit lain agar dibuat masing-masing di rumah.

Masker yang dibuat merupakan jenis masker dapat diselipkan tambahan, terbuat dari dua lapis katun dijahit hingga membuat semacam kantung di antara dua lapis kain. Di mana dapat dimasukkan tisu sebagai penyaring tambahan sehingga dapat digonta-ganti.

Meski bukan masker medis, Linda berharap apa yang ia lakukan dapat membantu ketersediaan masker, khususnya bagi mereka yang terpaksa masih bekerja di lapangan saat pandemi corona tengah berlangsung.

“Saya berharap dapat berkontribusi dengan apa yang bisa saya perbuat, saya ingin tunjukkan bahwa penjahit juga bisa membantu sesama meski hanya lewat jahitan,” ujarnya.

“Semoga hal ini dapat bermanfaat dan menginspirasi orang lain berbuat dengan apa yang bisa diperbuat sesuai kemampuan masing-masing,” imbuhnya.

Untuk distribusinya, Linda telah bekerjasama dengan anggota kepolisian. Sebagian akan digunakan para petugas di lapangan utamanya untuk melindungi dan juga untuk masyarakat umum.

“Rencananya akan buat lagi jika memang masih diperlukan memanfaatkan kain yang tersisa. Sebab hingga kini masih banyak yang meminta untuk dibuatkan masker, khususnya yang bisa diselipkan tisu,” pungkasnya.

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tengah Malam, Ratusan Rumah Warga Banjarbaru Terendam Banjir
apahabar.com

Kalsel

Tracking Klaster Gowa Kembali Jaring 3 Positif Covid-19 di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Intip Warga Hulu Banyu Loksado Sambut HUT RI ke-75, Spirit Kemerdekaan di Tengah Pandemi
apahabar.com

Kalsel

Wisata Susur Sungai Bakal Dibuka, Kelotok Siring Menara Pandang Kembali Beroperasi
apahabar.com

Kalsel

Maksimalkan Pencegahan Covid-19, Sat Sabhara Polres HST Gelar Patroli
apahabar.com

Kalsel

“Kami Ingin Pulang” Bergaung di Ambulung, Pemprov Pilih Persuasif
apahabar.com

Kalsel

Kampanye Akbar di Kalsel, Polres Banjarbaru Kawal Datang dan Pulang Jokowi
apahabar.com

Kalsel

Kaum Difabel Berharap Bisa Jadi PNS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com