ga('send', 'pageview');
Breaking News! Kabar Duka, Kadisdik Banjar Maidi Armansyah Meninggal Dunia Sebelum Wafat, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Naik Turun Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan




Home Kalsel

Kamis, 9 April 2020 - 20:36 WIB

Alasan Pemkot Banjarmasin Sulit Terapkan Karantina Wilayah

Redaksi - apahabar.com

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina (2 dari kiri) menyerahkan masker kepada Wakil Ketua DPRD HM Yamin untuk seluruh anggota dewan usai menggelar rapat bersama. Foto-apahabar.com/ Ahya Firmansyah

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina (2 dari kiri) menyerahkan masker kepada Wakil Ketua DPRD HM Yamin untuk seluruh anggota dewan usai menggelar rapat bersama. Foto-apahabar.com/ Ahya Firmansyah

apahabar.com, BANJARMASIN – Di hadapan anggota DPRD Banjarmasin, Wali Kota Ibnu Sina mengungkapkan sulitnya menerapkan kebijakan karantina wilayah.

Orang nomor satu di Banjarmasin ini menjelaskan, selain kebijakan tersebut adalah kewenangan pemerintah pusat, ia pun mengaku anggaran yang disiapkan juga begitu besar.

“Kalau kita berpatokan dengan data dari Dinas Sosial di mana jumlah warga miskin baru kita ada 61.000 jiwa, maka akan sangat membutuhkan anggaran besar menanggung semua itu. Entah dari mana dananya kita miliki,” ungkap Ibnu Sina usai rapat bersama anggota dewan, belum lama tadi.

Ibnu Sina mengungkapkan seandainya satu jiwa dibekali sebesar Rp20.000 saja, lalu dikalikan 60.000, maka dibutukan dana Rp1,2 miliar per hari.

Baca juga :  5 Sembuh, Tabalong Sisa 8 Pasien Positif Covid-19

Jika diberlakukan hingga satu bulan lamanya, maka akan menyerap anggaran begitu besar.

Sehingga kebijakan karantina wilayah harus benar-benar dimatangkan.

“Kami sudah minta dibuatkan surat resminya ke Gubernur dan Kemenkes karena mekanismenya seperti itu terkait usulan tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan menyampaikan antisipasi kita juga tentang kebutuhan dana masyarakat jika PSBB diberlakukan. Terutama warga miskin kota dulu,” jelasnya.

Sementara Ibnu Sina mengaku stok untuk kebutuhan pangan Kota Banjarmasin dinilai cukup jika memang karantina wilayah bisa diambil.

“Cuma kita tetap harus membeli. Menambah stok kita,” terangnya.

Baca juga :  Terus Antisipasi Karhutla, Polsek Batang Alai Edukasi Warga Tentang Bahayanya

Sementara Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, HM Yamin menyebut, kebijakan karantina wilayah harus siap dengan memperhatikan anggaran.

“Kita akan menghitung cukup tidak untuk memenuhi kebutuhan warga. Kita juga harus mensimulasikan anggaran jika melakukan Lockdown selama tiga bulan,” tutur Politisi Gerindra ini.

Yamin menegaskan, seandainya Kota Banjarmasin mampu mencukupi kebutuhan warga, maka tentu akan diambil kebijakan karantina wilayah itu.

“Jika nanti pemerintah pusat ternyata mengambil kebijakan karantina wilayah maka kita akan manut dan mengikuti. Namun pemerintah juga pasti menyiapkan semua untuk keperluan warganya,” pungkasnya.

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

H1 Pendaftaran CPNS, Pemohon SKCK di Banjarbaru Membeludak
apahabar.com

Kalsel

Jemaah Haul Abah Guru Sekumpul Terus Memadati Kawasan Kubah
apahabar.com

Kalsel

Umrah Ditutup, Travel di Kalsel Tetap Gelar Manasik
apahabar.com

Kalsel

2,5 Hektar Lahan di Kawasan Andil 5-Landasan Ulin Terbakar
apahabar.com

Kalsel

Mengenal H Haderi, Legenda Gado-Gado Siring Marabahan
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polresta Banjarmasin Gelar Patroli Cipkon
apahabar.com

Kalsel

May Day 2019 di Kalsel, Angin Segar Perjuangan untuk Buruh Perempuan

Kalsel

Niat Tolong Teman, Pria di Banjarmasin Tewas Terlindas Pengangkut Kontainer
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com