Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu Pengungsi Banjir Bertambah, Kalsel Perpanjang Status Tanggap Darurat

Analis Menilai Saham BUMN Lebih Sulit Pulih dari Dampak Covid-19

- Apahabar.com Senin, 27 April 2020 - 10:54 WIB

Analis Menilai Saham BUMN Lebih Sulit Pulih dari Dampak Covid-19

Foto double exposure pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melalui layar ditutup menguat pada level 4.237,73 atau naik tipis 9,232 poin di Gedung Bursa Efek Indonesia. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia Alfred Nainggolan menilai saham BUMN akan lebih sulit pulih dari dampak virus corona jenis baru atau Covid-19 yang terus meluas.

Dalam webinar bertajuk “Mendulang Profit dari Saham-Saham BUMN Pasca Covid-19” di Jakarta, Minggu (26/04), Alfred menjelaskan saat krisis 2007-2008, saham BUMN bisa pulih lebih cepat daripada pasar.

“Pada 2020 kemungkinan agak sulit untuk mengulang. Saya melihat sentimen kepada BUMN khususnya sentimen negatif dari sisi persepsi masih cukup kuat,” katanya.

Alfred menjelaskan dalam krisis 2008 itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa kembali menyentuh level tertingginya dalam waktu 16 bulan dari fase bottom.

Sementara itu saham BUMN hanya butuh waktu sekitar 10 bulan dari fase bottom, terutama saham perbankan dan infrastruktur, pertambangan.

Alfred juga menuturkan, saham-saham BUMN terkoreksi lebih dalam sehingga kapitalisasi emiten BUMN tercatat turun sekitar 37,8 persen, sementara emiten non BUMN hanya turun sekitar 25,4 persen.

Dalam lima tahun terakhir , lanjut dia, saham BUMN dinilai punya kinerja yang lebih buruk dibandingkan emiten non BUMN.

“Maka, dari sisi persepsi tekanan terhadap saham-saham BUMN cukup besar. Artinya kondisi ini yang membuat BUMN cukup sulit mengulang proses pemulihan. Tantangannya cukup besar. Saham BUMN punya PR (pekerjaan rumah) cukup banyak dalam lima tahun terakhir terkhusus satu atau dua tahun terakhir,” katanya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Rupiah Selasa Pagi Melemah ke Rp13.671/USD
apahabar.com

Ekbis

Realisasi Investasi Kalsel Masih di Bawah Kaltim, dan Kalbar!
apahabar.com

Ekbis

FESyar KTI di Banjarmasin, Langkah Awal Kemajuan Ekonomi Kalsel

Ekbis

Diskriminasi Sawit Indonesia, Hipmi Dukung Jokowi Protes Eropa
apahabar.com

Ekbis

Kalsel Sambut Impor 115 Ribu Ton Bawang Jelang Ramadan
apahabar.com

Ekbis

Suku Bunga Turun, Repnas Dukung Jokowi-Ma’ruf
Jika Terjadi Resesi Global, Apa Solusinya?

Ekbis

Jika Terjadi Resesi Global, Apa Solusinya?
apahabar.com

Ekbis

Harga Tiket Pesawat Jadi Atensi di Kaltara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com