Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres

Analis Menilai Saham BUMN Lebih Sulit Pulih dari Dampak Covid-19

- Apahabar.com Senin, 27 April 2020 - 10:54 WIB

Analis Menilai Saham BUMN Lebih Sulit Pulih dari Dampak Covid-19

Foto double exposure pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melalui layar ditutup menguat pada level 4.237,73 atau naik tipis 9,232 poin di Gedung Bursa Efek Indonesia. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia Alfred Nainggolan menilai saham BUMN akan lebih sulit pulih dari dampak virus corona jenis baru atau Covid-19 yang terus meluas.

Dalam webinar bertajuk “Mendulang Profit dari Saham-Saham BUMN Pasca Covid-19” di Jakarta, Minggu (26/04), Alfred menjelaskan saat krisis 2007-2008, saham BUMN bisa pulih lebih cepat daripada pasar.

“Pada 2020 kemungkinan agak sulit untuk mengulang. Saya melihat sentimen kepada BUMN khususnya sentimen negatif dari sisi persepsi masih cukup kuat,” katanya.

Alfred menjelaskan dalam krisis 2008 itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa kembali menyentuh level tertingginya dalam waktu 16 bulan dari fase bottom.

Sementara itu saham BUMN hanya butuh waktu sekitar 10 bulan dari fase bottom, terutama saham perbankan dan infrastruktur, pertambangan.

Alfred juga menuturkan, saham-saham BUMN terkoreksi lebih dalam sehingga kapitalisasi emiten BUMN tercatat turun sekitar 37,8 persen, sementara emiten non BUMN hanya turun sekitar 25,4 persen.

Dalam lima tahun terakhir , lanjut dia, saham BUMN dinilai punya kinerja yang lebih buruk dibandingkan emiten non BUMN.

“Maka, dari sisi persepsi tekanan terhadap saham-saham BUMN cukup besar. Artinya kondisi ini yang membuat BUMN cukup sulit mengulang proses pemulihan. Tantangannya cukup besar. Saham BUMN punya PR (pekerjaan rumah) cukup banyak dalam lima tahun terakhir terkhusus satu atau dua tahun terakhir,” katanya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Ikuti Bursa Asia, IHSG Awal Pekan Berpeluang Menguat
apahabar.com

Ekbis

Covid-19 Tak Halangi PT AGM Produksi Batu Bara
Melihat Rencana Erick Thohir Kelola Hotel BUMN di Satu Atap?

Ekbis

Melihat Rencana Erick Thohir Kelola Hotel BUMN di Satu Atap?
apahabar.com

Ekbis

April 2019, TPK Hotel Berbintang di Kalsel Naik 0,58 Poin
apahabar.com

Ekbis

BI: Gejolak Global dan Demonstrasi Tambah Kegelisahan Pasar Finansil
apahabar.com

Ekbis

Pekan Ketiga Ramadan, Harga Gula Kristal Kalsel Berangsur Turun
apahabar.com

Ekbis

Asperindo Surati Presiden Terkait Tarif Bagasi
apahabar.com

Ekbis

Inkindo dan Perkindo Gelar Dialog Hukum Lagi, Apa Hasilnya?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com