Kepergok Mesum, Dua Sejoli di Tapin Langsung Dinikahkan di Depan Warga Habib Banua Sedih Jokowi Legalkan Produksi Miras, Sentil Para Pembisik Presiden Kronologis Penangkapan Penusuk Wildan, Mahasiswa Tanbu yang Tewas Dikeroyok BRAVO! Para Penusuk Wildan Mahasiswa ULM asal Tanbu Diringkus Polisi Transkrip PPK Banjar Terima Rp10 Juta Beredar, Bawaslu Turun Tangan

AS dan Eropa Longgarkan Lockdown, IHSG Diprediksi Menguat

- Apahabar.com Selasa, 28 April 2020 - 11:01 WIB

AS dan Eropa Longgarkan Lockdown, IHSG Diprediksi Menguat

Ilustrasi - Karyawan berjalan di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (28/04) diprediksi menguat seiring dengan rencana pelonggaran karantina wilayah (lockdown) di Amerika Serikat dan Eropa.

Pada pukul 09.33 WIB, IHSG dibuka menguat 5,13 poin atau 0,11 persen ke posisi 4.518,27. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,53 poin atau 0,08 persen menjadi 670,29.

“Dengan pasar AS yang ditutup positif, kami proyeksi IHSG dapat melanjutkan penguatan,” tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam laporan yang dikutip Antara di Jakarta, Selasa.

Semalam bursa AS ditutup menguat. Indeks Dow Jones naik 1,51 persen, S&P menguat 1,45 persen, dan Nasdaq naik 1,11 persen.

Karantina wilayah di beberapa negara bagian AS akan dilonggarkan. Gubernur New York mengatakan karantina wilayah akan dibuka bertahap setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS melaporkan jumlah pasien rawat inap sudah mulai menurun.

Demikian juga Gubernur Ohio mengatakan sektor ritel dan jasa bisa kembali beroperasi mulai 12 Mei mendatang.

Sedangkan dari Benua Eropa, Jerman berencana membuka karantina wilayah secara bertahap mulai 11 Mei 2020.

Kasus Covid-19 di seluruh dunia kini telah melewati 3 juta kasus dengan jumlah meninggal melebihi 210 ribu jiwa dan 890 ribu orang telah sembuh.

Di Indonesia, saat ini telah dikonfirmasi kasus positif pasien terkena Covid-19 sebanyak 9.096 kasus, dengan jumlah meninggal 765 jiwa dan sembuh 1.151 orang.

Dari pasar komoditas, kontrak berjangka minyak West Texas Intermediate (WTI) periode Juni 2020 pagi ini diperdagangkan turun 5,48 persen pada 12,08 dolar AS per barel.

Harga minyak Brent ikut melemah 2,5 persen ke level 19,49 dolar AS per barel. Sedangkan harga emas turun 0,24 persen ke level 1.709,94 per troy ons.

Dari Asia, perdagangan bursa kawasan kemarin ditutup menguat. IHSG ditutup naik 0,38 persen ke level 4,513.1 ditengah jual bersih asing yang mencapai Rp531 miliar di pasar reguler.

Investor asing telah keluar dari IHSG dengan mencatatkan jual bersih sejak awal tahun sebesar Rp21,6 triliun di pasar reguler.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 122,1 poin atau 0,62 persen ke 19.661,1, indeks Hang Seng menguat 39 poin atau 0,16 persen ke 24.319,1, dan indeks Straits Times melemah 8,69 poin atau 0,34 persen ke 2.540,71.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Emas 99,9 di Banjarmasin Alami Penurunan
apahabar.com

Ekbis

Virus Corona Mengganas, Rupiah Awal Pekan Melemah
apahabar.com

Ekbis

Telkomsel Hadirkan Mobile Banking Expo 2019 di Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Digitalisasi UMKM, BI Kalsel Akan Gelar Expo ‘Karya Gawi Borneo’ Virtual Bersama Blibli.com
apahabar.com

Ekbis

Restoran Menjamur, Banjarmasin Pede Target PAD Tercapai
Emas Antam

Ekbis

Awal Tahun 2021, Harga Emas Antam Naik Rp4.000 Per Gram
tanaman hias

Ekbis

Selain Covid-19, Banjarbaru Juga ‘Pandemi’ Tanaman Hias
apahabar.com

Ekbis

Biar Tak Boros, Mau Tau Caranya?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com