BREAKING NEWS: BNN Benarkan Tangkap Oknum DPRD Tala Saat Pesta Sabu Bisnis Terselubung, Polisi Kotabaru Tangkap 2 Pelaku TV Kabel Rekonstruksi Pembunuhan di Buncit Indah, Satu Pelaku Sakit Dikabarkan Tertangkap Pesta Sabu, SRN Anggota DPRD Tanah Laut Buka Suara MUSDA Kian Sengit, Rikval Fachruri Bidik Posisi Ketum HIPMI Kalsel

Asimilasi Potensial Picu Masalah Baru, Ini Langkah Polri

- Apahabar.com Senin, 20 April 2020 - 17:02 WIB

Asimilasi Potensial Picu Masalah Baru, Ini Langkah Polri

Polri dan TNI siap antisipasi kejahatan napi asimilasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor M.HH-19 PK 01.04.04 Tahun 2020, Kemenkumham RI telah membebaskan 37.563 napi dan anak sejak 2 April 2020 melalui asimilasi dan integrasi.

Tentu saja kebijakan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan permasalahan baru. Karena saat dibebaskan mereka akan kesulitan mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di tengah Covid 19.

“Karena akan berdampak terhadap aspek sosial, ekonomi, serta keamanan,” kata Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, dalam siaran rilis, di Jakarta (20/4).

Sebagai antisipasi kebijakan tersebut, Polri mengambil langkah cepat dan tegas. Menerbitkan surat telegram Kapolri nomor ST/1238/IV/OPS.2/2020, ditandatangani atas nama Kapolri oleh Kabaharkam Polri selaku Kepala Operasi Terpusat (Kaopspus) Kontinjensi Aman Nusa II-Penanganan COVID-19 tahun 2020.

Surat Telegram ini mengarahkan kepada para Kasatgaspus, Kasubsatgaspus, Kaopsda, Kasatgasda, Kaopsres, dan Kasatgasres agar mengedepankan upaya preemtif dan preventif dalam rangka Harkamtibmas guna mencegah meningkatnya angka kejahatan, khususnya kejahatan jalanan (street crime).

Adapun berbagai langkah yang dilakukan, menjalin kerja sama dengan Lapas di wilayah masing-masing untuk pemetaan terhadap para napi yang mendapatkan asimilasi atau dibebaskan.

Melakukan kerja sama dengan Pemda sampai tingkat RT dan RW untuk pengawasan dan pembinaan terhadap para napi yang mendapatkan asimilasi keluar atau dibebaskan.

Kerja sama dengan pihak Pemda dan stakeholder lainnya untuk melaksanakan pembinaan kepada para napi yang mendapat asimilasi keluar atau dibebaskan agar lebih produktif dan mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Baik dengan memberikan pelatihan membuat masker dengan menggunakan sarana Balai Latihan Kerja, mengikuti program padat karya, dan proyek dana desa.

Melakukan pemetaan wilayah rentan kejahatan di setiap satuan kewilayahan yang berisi data atau informasi riwayat kejahatan, waktu kejadian, dan modusnya.

Melakukan pengamanan dan penjagaan di lokasi rawan serta meningkatkan pelaksanaan patroli guna mengantisipasi tindak pidana khususnya tindak pidana jalanan (street crime) untuk mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas di wilayah masing-masing.

Meningkatkan kegiatan operasi atau razia di semua sektor khususnya daerah rawan dengan waktu pelaksanaan yang berbeda-beda guna mencegah terjadinya kejahatan.

Mengimbau masyarakat agar lebih waspada supaya tidak menjadi korban kejahatan apabila pulang malam maka sebaiknya jangan sendirian dan upayakan melewati rute yang aman.

Kemudian menindak tegas pelaku kejahatan jalanan yang tertangkap tangan terutama para pelaku yang membahayakan keselamatan masyarakat.

Reporter: Ahc23
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Bantu Pelajar Akses Internet, Camat Kapuas Timur Sediakan Wifi Gratis
apahabar.com

Kalteng

Setubuhi Cucunya, Hukuman Berat Menanti Kades Cabul
apahabar.com

Kalteng

2.480 Balita di Kapuas Alami Stunting
apahabar.com

Kalteng

DPR RI Dorong Kalteng Jadi Motor Pengembangan Obat Tradisional
apahabar.com

Kalteng

Palangka Raya Ancang-Ancang Menuju New Normal
apahabar.com

Kalteng

Sekretaris PDI-P Kalteng: Kalau Rekom Partai Keluar Saya Pasti Tahu
apahabar.com

Kalteng

Catat, Jadwal Debat Terbuka Pilgub Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Wiyatno Direkomendasikan Jabat Ketua DPRD Kalteng
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com