Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu Detik-Detik Akhir Kampanye, Bawaslu RI Turun ke Banjarmasin Bisnis Terselubung, Polisi Kotabaru Tangkap 2 Pelaku TV Kabel

Aturan Pemantaun Hilal di Tengah Covid-19

- Apahabar.com Sabtu, 18 April 2020 - 10:28 WIB

Aturan Pemantaun Hilal di Tengah Covid-19

Ilustrasi. Foto-okezone

apahabar.com, BANJARMASIN – Ramadan 1441 H sebentar lagi. Kapan tepatnya? tergantung sidang Isbat (penetapan) yang digelar 23 April 2020.

Namun sidang Isbat akan diawali dengan pemantauan hilal (rukyatul hilal) di Kanwil Kemenag Provinsi.

Kemudian, hasilnya dilaporkan ke Ditjen Bimas Islam sebagai bahan penetapan.

Tapi, bagaimana memantaunya saat pandemi Covid-19 ini?

Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin menjelaskan, meski dalam situasi sekarang, Kanwil Kemenag tetap diminta melakukan rukyatul hilal.

Seperti tahun-tahun lewat, digelar bersama Pengadilan Agama/Mahkamah Syariah, instansi terkait, ormas Islam dan tokoh masyarakat setempat (provinsi).

“Rukyatul hilal tetap dilaksanakan oleh Kanwil Kemenag Provinsi pada 23 April, saat terbenamnya matahari,” jelas Kamaruddin dalam laman resmi Kemenag, Sabtu (18/04).

Kamaruddin menambahkan, pihaknya telah menyiapkan protokol pelaksanaan rukyatul hilal saat pandemik Covid-19.

Aturan itu sudah dikirim ke Kanwil Kemenag agar dijadikan panduan dalam pemantauan hilal.

“Peserta harus dibatasi, maksimal 10 orang dan menyesuaikan dengan prosedur protokol kesehatan serta senantiasa physical distancing selama pandemik Covid-19,” tutur Kamaruddin.

Selain itu, dalam pelaksanaan rukyatul hilal antara area perukyat dan area undangan dibatasi dengan batas yang jelas.

Sebelum memasuki area rukyatul hilal, semua peserta harus diukur suhu tubuhnya dan menggunakan masker.

“Bagi petugas yang merasa tidak sehat tidak boleh mengikuti kegiatan rukyatul hilal,” tegasnya.

Aturan lainnya, setiap instrumen pemantauan, baik teleskop, theodolite, atau kamera, hanya dioperasikan oleh satu orang, tidak saling pinjam pakai.

Petugas juga dilarang berkerumun di sekitar instrumen pemantauan yang telah ditempatkan.

“Sebelum dan sesudah digunakan, instrumen rukyat dibersihkan dengan kain yang dibasahi dengan cairan disinfektan,” pesan Plt Dirjen Pendidikan Islam ini.

“Petugas juga diimbau melakukan shalat hajat, memohon keselamatan dan kelancaran dalam melaksanakan tugasnya,” tandasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Mengungkap Tabir Sejarah Banjar (2): Pemenggal Demang Lehman Tergiur Hadiah Belanda
apahabar.com

Tak Berkategori

Namanya Tommy Soeharto Dicatut, Admin Pemilik Twitter Dilaporkan
apahabar.com

Sport

Jadwal Timnas U19 Indonesia vs Qatar, Kamis 17 dan 20 September 2020, Live TV Online? Shin Tae Yong Fokus Ini
apahabar.com

Tak Berkategori

Jumatan di Al-Karomah: Teratur di Dalam, Rapat di Luar
apahabar.com

Tak Berkategori

Reses di Balangan, Supian HK Serap Aspirasi Masyarakat
apahabar.com

Tak Berkategori

PKK Parsel Ikuti Pelatihan Penyusunan Program dan Pelaporan
apahabar.com

Tak Berkategori

Liburan ke Anyer Naik Pikap Bakal Ditilang Polisi
apahabar.com

Tak Berkategori

JELANG Timnas U19 Indonesia vs Arab Saudi Live Streaming NET TV & Mola TV, Semangat PSSI dan Doa Pecinta Timnas U19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com