Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’ Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura Muatan Politis dalam Pencopotan Sekda Tanah Bumbu Kantongi 3 Barang Bukti, Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran BirinMU BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D

Australia Serukan Penyelidikan Virus, Indonesia Fokus Tangani Covid-19

- Apahabar.com Rabu, 29 April 2020 - 23:04 WIB

Australia Serukan Penyelidikan Virus, Indonesia Fokus Tangani Covid-19

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengikuti Pertemuan Tingkat Menteri Kelompok Alliance for Multilateralism (AoM), yang berlangsung melalui konferensi video, Kamis (16/04). Foto-Kemenlu RI via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Australia telah menyerukan penyelidikan internasional tentang asal-usul dan penyebaran virus corona baru atau Covid-19, tetapi Indonesia memilih fokus menangani dampak virus tersebut.

Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, seruan mengenai penyelidikan independen itu telah disampaikan juga oleh Menlu Australia Marise Payne dalam pembicaraan mereka pada 22 April lalu.

“Saya sampaikan bahwa Indonesia memantau posisi Australia terkait penyelidikan independen tersebut. Namun, saya sampaikan bahwa saat ini Indonesia akan berkonsentrasi untuk menangani Covid-19 dan dampak sosial ekonominya,” kata Menlu Retno dalam konferensi pers secara virtual dari Jakarta, Rabu (29/04).

Perdana Menteri Australia Scott Morrison telah mendesak beberapa pemimpin dunia untuk mendukung penyelidikan internasional tentang asal-usul dan penyebaran virus corona, serta tanggapan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Morrison mengatakan semua anggota WHO harus diwajibkan untuk berpartisipasi dalam penyelidikan itu, dan menambahkan bahwa Australia akan mendorong penyelidikan dalam pertemuan Majelis WHO pada 17 Mei.

“Kami ingin dunia menjadi lebih aman ketika berhadapan dengan virus. Saya berharap agar negara lain, baik China atau siapa pun, akan berbagi tujuan itu,” kata Morrison kepada wartawan di Canberra, seperti dilaporkan Reuters.

Seruan Australia untuk penyelidikan itu akan mendapat dukungan dari Gedung Putih, yang telah kritis terhadap penanganan pandemi oleh China dan WHO. AS bahkan telah berencana menghentikan pemberian dana untuk badan PBB itu.

Di lain pihak, Beijing dengan keras telah menolak permintaan untuk penyelidikan dan menggambarkan upaya tersebut sebagai propaganda yang dipimpin AS melawan China.

China adalah mitra dagang terbesar Australia, tetapi hubungan diplomatik keduanya terganggu dalam beberapa tahun terakhir di tengah tuduhan Beijing telah melakukan serangan dunia maya dan telah berusaha untuk mencampuri urusan dalam negeri Canberra.

“Apa yang disebut penyelidikan independen yang diusulkan oleh Australia sebenarnya adalah manipulasi politik,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang, berbicara pada jumpa pers harian di Beijing, Kamis pekan lalu.

“Kami menyarankan Australia untuk melepaskan prasangka ideologisnya,” kata Geng.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kalsel Jadi Atensi Presiden, Cuncung Minta GTPP Proaktif
apahabar.com

Nasional

Eks Dirut Garuda Ari Askhara Jadi Tersangka Penyelundupan Harley-Brompton, Ini Alasannya
apahabar.com

Nasional

Cukai Kantong Plastik Tumbuhan Kompetisi Industri Lokal
apahabar.com

Nasional

Marinir TNI AL Kirim Satgas Kemanusiaan ke Natuna, Ada Apa?
apahabar.com

Nasional

Raja dan Ratu Belanda Disambut Pasukan Berbaju Adat Nusantara
apahabar.com

Nasional

SAR Berhasil Evakuasi 15 Jenazah Korban Longsor
apahabar.com

Nasional

Sandiaga Uno Takziah ke Rumah Keluarga Ketua KPPS yang Meninggal Dunia di Pekanbaru
apahabar.com

Nasional

Bukan Dibunuh, Editor Metro TV Dipastikan Bunuh Diri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com