Direvisi 5 Kali, Anggaran Covid-19 di Banjarmasin Kembali Membengkak! Kanalisasi Sepeda Motor di Banjarmasin Mencuat, Ahli Beri Catatan Plus Minus Catat, Banjarmasin Belum Akan Buka Sekolah Saat Ajaran Baru Nasib Pengemudi Bodong, Penabrak Mobil Ketua DPRD Kotabaru Motif Pembunuhan di Belitung Darat, Pelaku Tak Terima Istri Dimarahi




Home Nasional

Selasa, 28 April 2020 - 20:19 WIB

Awasi PSBB, Begini Imbauan Komnas HAM untuk Polisi

Redaksi - Apahabar.com

apahabar.com, JAKARTA – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan pada sejumlah daerah, termasuk di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pun turut mengawasi penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah. Mereka mengimbau jajaran Polri untuk tetap memegang norma HAM dalam bertindak.

“Komnas HAM mengimbau agar jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tetap memedomani norma HAM dalam bertindak di masa pandemi Covid-19. Hal ini khususnya terkait dengan penerapan PSBB di beberapa daerah di Indonesia,” kata Komisioner Komnas HAM Amiruddin.

Komnas HAM mencatat ada delapan terkait penggunaan kekuatan berlebih oleh oknum anggota polisi saat penerapan PSBB di beberapa wilayah. Amiruddin mengatakan, kekuatan berlebih itu mulai dari tindak kekerasan, hingga dugaan kriminalisasi.

“Setidaknya terdapat 8 peristiwa yang tersebar di beberapa wilayah terkait dengan penggunaan kekuatan berlebih oleh oknum anggota Polri, tindak kekerasan, pembatasan hak dengan ancaman, penahanan yang diduga sewenang-wenang, dugaan kriminalisasi dan penangkapan terhadap sejumlah orang saat penerapan PSBB,” ujarnya.

Baca juga :  Mensesneg: Reshuffle Tidak Relevan Lagi Bila Kabinet Bekerja Bagus

Berdasarkan beberapa peristiwa tersebut, Komnas HAM mengapresiasi dan mendukung proses penegakan hukum Polri. Namun Komnas HAM tetap memberikan catatan terhadap Polri untuk tetap menjunjung kebebasan HAM dan bertindak sesuai konstitusi.

Berikut imbauan Komnas HAM ke Polri:

1. Memberikan jaminan dan perlindungan HAM dalam proses penegakan hukum sebagaimana dimandatkan dalam Peraturan Kapolri No. 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar HAM dalam Penyelenggaraan Tugas Polri.

2. Memberikan jaminan terhadap penggunaan hak atas kebebasan pribadi, khususnya hak atas berekspresi dan berpendapat seseorang atau sekelompok orang sebagai bagian dari implementasi tanggung jawab negara, khususnya pemerintah, melalui ruang dialog, klarifikasi, dan masukan yang membangun (konstruktif) terhadap pemerintah atas gejala yang berkembang di masyarakat. Hal ini juga sebagai perlindungan terhadap pelaksanaan hak atas rasa aman dan tenteram yang dijamin dalam Pasal 30 UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Baca juga :  Senin Pagi, Antrean Penumpang KRL di Stasiun Bogor Kembali Mengular

3. Menghindari tindakan penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) maupun penggunaan kekuatan berlebih (excessive use of power) dalam menyikapi isu yang berkembang di masyarakat dengan tetap menjunjung HAM.

4. Menggunakan pendekatan restorative justice sebagai alternatif penyelesaian tindak pidana dalam masa pandemi COVID-19 guna memberikan keadilan dan keseimbangan bagi pelaku tindak pidana maupun korban.

5. Melakukan pemeriksaan secara proporsional dan profesional terhadap anggota Polri yang diduga kuat telah melakukan pelanggaran, khususnya tindakan kekerasan. (dtk)

Editor: Syarif

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kisah Napi Asimilasi Bertaubat, Kini Jualan Kue Lebaran
apahabar.com

Nasional

Cerita Warga Selamatkan Pilot Pesawat Tempur yang Jatuh
apahabar.com

Nasional

Dukung Jokowi, Relawan Resmikan Yayasan Kerja Indonesia Jaya
apahabar.com

Nasional

KBRI Beijing Imbau WNI di China Pulang ke Indonesia
apahabar.com

Nasional

KPU: Tuntutan Link Berita yang Dijadikan Alat Bukti Prabowo Tidak Berdasar
apahabar.com

Nasional

1.524.104 Siswa SMK Ikuti Ujian Nasional Hari Pertama
apahabar.com

Nasional

Jenazah Korban Penembakan Papua Diterbangkan ke Makassar
apahabar.com

Nasional

World Press Freedom Day, Dewan Pers Ingatkan soal Empati Terkait Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com