Tambah 103 Kasus, Semua Kelurahan di Banjarmasin Kini Zona Merah! Kalsel Jadi Atensi Presiden, Cuncung Minta GTPP Proaktif Eks Pacar Bidan Pembunuh Anak di Barito Utara Diperiksa Banjarmasin Buka Rumah Ibadah, Kemenag: Wajib Kantongi Suket Kalsel Diatensi Presiden, Warga Banjarbaru Sabar Dulu




Home Hikmah

Kamis, 9 April 2020 - 07:00 WIB

Bahaya Rakus Harta dan Pesan Rasulullah untuk Sahabat

rifad - Apahabar.com

Ilustrasi. Foto-charterforcompassion.org

Ilustrasi. Foto-charterforcompassion.org

apahabar.com, JAKARTA – Setiap orang ingin memiliki harta dunia. Ini fitrah manusia. Dan, Allah SWT tidak melarang manusia untuk memiliki harta dunia.

Bumi dengan segala isinya memang Allah SWT sediakan bagi manusia. Allah SWT tidak pandang orang, baik yang beriman maupun tidak, dipersilakan untuk menikmati bumi dan isinya.

Manusia sendiri adalah makhluk ciptaan Allah SWT. Dalam konteks ini, manusia sama dengan makhluk-makhluk Allah SWT yang lain. Manusia memiliki hak, tetapi ia juga mempunyai kewajiban terhadap Sang Penciptanya. Dalam masalah harta dunia, manusia berhak mencari sebanyak-banyaknya semaksimal yang bisa ia dapatkan.

Tetapi, manusia juga memiliki kewajiban untuk taat kepada Allah SWT yang menyuruh manusia untuk hanya mencari harta dengan jalan yang halal dan tidak merugikan orang lain.

Selain halal dan tidak merugikan orang lain, manusia oleh Allah SWT juga diimbau untuk tidak rakus dengan harta dunia. Karena, orang yang rakus biasanya tidak menghiraukan rambu-rambu yang telah Allah SWT buat.

Baca juga :  Menjelang Haul Syekh Samman, Berikut Imbauan Ketua Panitia Untuk Jemaah

Kerap kali bahkan rambu-rambu itu malah diterjang sehingga langkah yang ditempuh untuk mendapatkan harta itu sudah lepas dari jalan yang halal. Tidak hanya itu, bahkan akhirnya kerap kali merugikan orang lain. Harta yang didapatkannya pun hilang keberkahannya. Dan, harta yang hilang keberkahan tidak akan membawa manfaat pada orang yang bersangkutan.

Ketika manusia sudah tidak lagi sekadar menginginkan harta dunia, bahkan mereka ingin menguasai semuanya, berarti ia sudah terkena penyakit rakus yang sangat dibenci Allah SWT. Rasulullah SAW mengibaratkan orang ini dengan orang yang makan, namun tidak kenyang-kenyang.

Selalu dan selalu ingin mendapatkan yang lebih daripada apa yang didapatkannya tanpa menghiraukan orang lain yang banyak ia rugikan. Apa yang ia dapatkan? Bisa jadi hartanya bertambah banyak. Tetapi, tidak dengan keberkahannya.

Baca juga :  Permintaan Pengikut Nabi Isa untuk Berbuka Puasa

Rasulullah SAW mengingatkan kita untuk tidak hanyut dan tergoda dengan kemilau harta dunia karena ia kerap kali menjerumuskan manusia pada jurang penderitaan.

Allah SWT sudah mengatur rezeki setiap manusia. Rasulullah SAW pernah ditawari oleh Allah SWT dengan Gunung Uhud yang akan diubah-Nya menjadi emas untuk beliau. Namun, beliau menolaknya. Beliau tidak tergoda harta dunia, apalagi sampai rakus mendapatkannya.

Rasulullah SAW bersabda kepada Hakim bin Hizam, Wahai Hakim, sesungguhnya harta itu indah menggoda. Barang siapa yang tidak mengambilnya dengan rakus, maka ia akan mendapati berkah. Dan, barang siapa yang mengambilnya dengan rakus, maka ia tidak akan mendapati berkah, dan ia seperti orang makan yang tidak merasa kenyang. (HR Bukhari dari Hakim bin Hizam).(Rep)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Tiga Tahap Alquran Diturunkan Allah SWT
apahabar.com

Hikmah

Sedekah Bernilai Besar, Kyai Ma’ruf: Inilah Saatnya
apahabar.com

Hikmah

Berikut 3 Golongan yang Haram Menikmati Surga
apahabar.com

Hikmah

Ketika Burung Elang Taklukkan Ular yang Bersarang di Kabah
apahabar.com

Hikmah

Rukuk dan Keutamaan Mencari Fadhilah dan Ridhwan-Nya
apahabar.com

Hikmah

Mualaf Dosmauli S, Dulu Benci Islam Kini Pejuang Agama
apahabar.com

Hikmah

Mimpi Rasulullah, Ahli Maksiat Ini Bertobat
apahabar.com

Hikmah

Bentuk Kesederhanaan Nabi SAW: Hormati Makanan Apa Pun