Mahasiswanya Positif Covid-19, Kampus FISIP ULM Banjarmasin Lockdown Selama Sepekan Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi

Bang Dhin Dorong Pemprov Kalsel Beli Alat Uji PCR

- Apahabar.com Minggu, 26 April 2020 - 12:47 WIB

Bang Dhin Dorong Pemprov Kalsel Beli Alat Uji PCR

Wakil Ketua DPRD Kalsel, M. Syaripuddin. Foto-dok apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Wakil Ketua DPRD Kalsel, M. Syaripuddin mendorong pemerintah provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan agar bersedia membantu 13 kabupaten/kota untuk melakukan pembelian alat Ultra Fast Real Time PCR System Covid-19.

“Nominalnya kurang lebih Rp13 miliar untuk seluruh kabupaten dan kota se-Kalsel,” ucap M. Syaripuddin kepada apahabar.com, Minggu (25/4) pagi.

Sedangkan untuk Reagen, kata bang Bang Dhin- sapaan akrab M. Syaripuddin, nanti masing-masing kabupaten dan kota yang menyediakan.

Reagen sendiri adalah jenis cairan yang digunakan untuk mendukung pengujian tes swab PCR. Reagen biasanya ditambahkan untuk melihat reaksi kimia, salah satunya dalam diagnosis infeksi virus corona.

“Jika dibandingkan dengan rapid test, ini lebih bagus. Kabupaten dan kota di Kalsel masih belum ada yang memiliki alat ini. Terbaru, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Pemkab Tala) sudah memesan, namun masih belum tiba,” ungkap Politisi Muda PDI Perjuangan ini.

Menurut Bang Dhin, sangat banyak keunggulan alat Ultra Fast Real Time PCR System Covid-19 ini. Di antaranya bentuknya yang portable sehingga bisa di bawa ke mana-mana. Selain itu, hanya membutuhkan waktu 30-40 menit untuk mendapatkan hasil tes tersebut.

“Lebih menariknya lagi yaitu tingkat keakuratan mencapai 97-99 persen. Untuk satu kali tes bisa 4-8 orang. Pastinya alat ini sudah memenuhi standar dari World Health Organization (WHO),” terang Bang Dhin.

Proses penggunaan, sambung dia, hanya mengambil sampel dari masing-masing lendir ingus pasien dengan menggunakan alat semacam catton bud. Selanjutnya dimasukkan ke dalam lubang hidung sedalam kurang lebih 10 cm.

“Di mana fungsinya untuk mengambil cairan dari sisi paling dalam demi menghasilkan hasil tes yang akurat,” jelas Bang Dhin.

Terakhir, cairan itu dicampur dengan zat-zat yang tersedia dalam alat tersebut untuk dibandingkan dengan sampel virus Covid-19 yang sudah dilemahkan dan sampel virus negatif Covid-19.

Ia berharap agar Pemprov Kalsel lebih mempertimbangkan usulan dan masukan ini. Semua, tegas Bang Dhin, bertujuan untuk mempermudah proses pendataan sehingga dapat diketahui berapa banyak masyarakat Kalsel yang positif tertular Covid-19 ini.

“Dengan demikian, upaya penyembuhan sekaligus memutus rantai penularan akan kian mudah. Ini langkah cepat supaya bisa mengantisipasi kondisi Corona yang ada di Indonesia,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Relaksasi PSBB: Dewan Cemas, Ratusan Penumpang Padati Bandara Syamsuddin Noor
apahabar.com

Kalsel

Target Rp 7,2 M, Capaian Retribusi Pasar Banjarmasin Terkendala?
apahabar.com

Kalsel

Diduga Kelaparan, Segerombolan Kera Liar Teror Warga di Banjarmasin Selatan
apahabar.com

Kalsel

BREAKING NEWS! Kabar Duka, Ananda Suami Mama Lita MasterChef Meninggal Dunia

Kalsel

Covid-19 Belum Reda, THM Diizinkan Beroperasi
apahabar.com

Kalsel

Lantik Bintara TNI AD, Pangdam VI/Mulawarman Ingatkan Bijak Gunakan Sosial Media
apahabar.com

Kalsel

Ada Kebijakan Baru Khusus Iuran BPJS Kesehatan Bagi PBPU dan BP Kelas III
apahabar.com

Kalsel

Pasca-Penyerangan Polsek Daha Selatan, Polres Banjarbaru Perketat Penjagaan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com