Menteri Siti Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel, Bukan Tambang dan Sawit UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal BANYU LALU HAJA Tim Paman Birin Mau Polisikan Warga, Peradi-Komnas HAM Pasang Badan Duuh, 8 Kecamatan di Tanah Laut Hilang Disapu Banjir Dear Korban Banjir Kalsel, Telkomsel Bebaskan Telepon-SMS

Banjarmasin Di-PSBB, Pemkot Bisa Kucurkan Rp 1,5 M Sehari

- Apahabar.com Jumat, 10 April 2020 - 12:21 WIB

Banjarmasin Di-PSBB, Pemkot Bisa Kucurkan Rp 1,5 M Sehari

Di tengah pandemi Covid-19, Pemkot Banjarmasin siap memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) serupa DKI Jakarta. Foto-Humas Polda Kalsel

apahabar.com, BANJARMASIN – Di tengah pandemi Covid-19, Pemkot Banjarmasin siap memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) serupa DKI Jakarta.

Saking seriusnya mereka juga sudah memperhitungkan risiko seandainya PSBB resmi diterapkan. Misalnya anggaran jaring pengaman sosial (JPS) untuk warga miskin yang terdampak.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengungkapkan turut menyiapkan anggaran sebesar Rp1,5 miliar per hari selama masa berlangsungnya PSBB. Itu sesuai apa yang sudah disampaikan ke DPRD setempat.

“Artinya untuk memberikan orang miskin saja kita harus menyiapkan anggaran Rp 1,5 miliar per hari dan itu selama empat belas sampai tiga puluh hari,” ujarnya.

Ibnu juga menerangkan Pemkot telah melayangkan surat pengajuan PSBB ke Kementerian Kesehatan RI melalui Pemprov Kalsel dalam hal ini Gubernur Sahbirin Noor.

Ibnu berharap pengajuan PSBB itu bisa disetujui oleh Kemenkes. Pasalnya semua persyaratan sudah dilengkapi. Dari ketersediaan anggaran hingga kesiapan untuk bahan pokok.

Ibnu mengklaim arus lalu lintas barang dan jasa masih normal. Kemudian cadangan bahan pokok juga cukup.

”Oleh karena itu bisa sesegeranya disetujui, sehingga Banjarmasin bisa dilakukan PSBB,” tegasnya.

Ibnu mengungkapkan PSBB ini harus cepat dilaksanakan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Banjarmasin.

Banjarmasin telah ditetapkan sebagai wilayah transmisi lokal penularan virus Corona. Per Jumat (10/4), tercatat sudah 15 pengidap Covid-19, dan tiga di antaranya meninggal dunia berasal dari Kota berjuluk Seribu Sungai itu.

“Dan di Kalsel sesungguhnya karena Banjarmasin perlintasan kabupaten/kota yang berbatasan dengan daerah lain, juga Kalimantan Tengah,” pungkasnya.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Mahasiswa ULM Positif Covid-19, Gugus Tugas: Tidak Benar
apahabar.com

Kalsel

Dibuka Bupati Tapin, Musik Dayak Meratus Ramaikan Tapin Art Festival
apahabar.com

Kalsel

Aturan Peredaran Minol, Komisi II Pertanyakan Komitmen Ibnu Sina
apahabar.com

Kalsel

Seru, Ada Lomba Panjat Pinang Warnai HUT Ke-73 Bhayangkara di Polres HSU
apahabar.com

Kalsel

Lawan Hoaks Imunisasi, Dinkes Batola Minta Komitmen Lintas Sektor
apahabar.com

Kalsel

Jejak Pelarian Pembunuh Kakak Ipar di Pemurus Banjarmasin: Sempat Bimbang Melarikan Diri
apahabar.com

Kalsel

Kapolsek Bintang Ara Bantah Ada Kegiatan Tambang di Wilayah Hukumnya
apahabar.com

Kalsel

Dewan Apresiasi Rencana Pemprov Kalsel Tes Swab Massal Bulan Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com