Pembunuhan Veteran Banjarmasin, Rizki Dihabisi karena Hal Sepele Cuaca Kalsel Hari Ini, Waspada Potensi Hujan Petir di Seluruh Wilayah Bantuan Korban Puting Beliung di Desa Penggalaman Martapura Barat Tiba Tabrakan di Panglima Batur, Pemotor Terperosok ke Kolong Mobil! BREAKING! Tim Macan Kalsel Tangkap Pembunuh Pemuda di Veteran Banjarmasin

Banjarmasin Kian Kronis, dan Alasan Duta Mall Tetap Buka

- Apahabar.com Jumat, 17 April 2020 - 17:08 WIB

Banjarmasin Kian Kronis, dan Alasan Duta Mall Tetap Buka

Pengelola Duta Mall Banjarmasin memilih kembali mengoperasikan pusat perbelanjaan mereka di tengah pandemi Covid-19. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Penularan virus Corona di Banjarmasin kian kronis. Ibu Kota Kalsel menyumbang hampir setengah dari total pengidap Covid-19 yang sudah menyentuh 58 orang.

Di balik itu pengelola Duta Mall (DM) Banjarmasin memilih santai dengan tetap beroperasi saat pandemi Covid-19 melanda. Lantas apa alasannya?

Rupanya pengelola DM Banjarmasin mengaku sudah mengantongi izin dari Pemkot Banjarmasin yang tengah mengusulkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kembali beroperasinya pusat perbelanjaan modern terbesar di Kalsel itu sepertinya bakal sampai PSBB disetujui Kemenkes.

“Kita akan koordinasi apa yang boleh dan yang tidak boleh. Sesuai arahan Pemkot lah,” ujar Manajer Operasional Duta Mall Banjarmasin, Yenni Purnawati kepada apahabar.com.

DM, kata Yenni, telah menyiapkan skema layanan jual-beli supaya operasional mal tetap berjalan normal.

Diusahakan mekanisme yang diatur Pemkot itu sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), aturan hingga jam operasional.

Pantauan apahabar.com, Jumat (17/4) hampir semua tenant buka setelah penutupan yang sempat dilakukan DM belum lama tadi.

Tapi sekarang, kata dia, beberapa tenant di DM telah menerapkan skema jual-beli online.

“Bagaimanapun Duta Mall harus tetap jalan untuk memenuhi kebutuhan warga. Apalagi ini dekat bulan Ramadan dan Idulfitri kan,” pungkasnya.

DM, lanjut dia, menjamin SOP kepada pengunjung yang ingin masuk. Yang tidak mengenakan penutup wajah seperti masker disuruh pulang. Ada juga petugas yang mengecek suhu tubuh pengunjung.

Jam operasional pun dikurangi. Dari pukul 12.00 hingga 20.00 Wita. Pemberlakukannya setiap hari.

Kemudian tempat hiburan seperti bioskop dan tempat bermain anak ditiadakan untuk menghindari keramaian.

Beberapa keputusan ini diklain sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona dan mengikuti ajuran pemerintah.

“Pengunjung paling lama satu jam setelah itu mereka pulang. Ya tidak seperti biasanya lah,” tuturnya.

Adapun untuk mencegah penyeberan virus, penyemprotan disinfektan juga dilakukan secara berkala. Setiap tenant diimbau memberikan jarak aman kepada pengunjung dan lainnya.

Tertinggi se-Kalsel

Jumlah pasien dalam pengawasan atau PDP bertambah lagi. Sekalipun angka orang dalam pemantauan (ODP) menurun.

Hal itu berdasar update Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel, Jumat (17/4) pagi.

Tercatat PDP pagi ini melonjak jadi 18 kasus. Padahal sehari sebelumnya ‘hanya’ 12 kasus.

Adapun 6 kasus penambahan PDP pagi ini disumbang dari HSS sebanyak 2 kasus, Banjarmasin 2 kasus, Kabupaten Banjar 1 kasus dan Tanah Bumbu 1 kasus.

Sedangkan jumlah ODP pagi ini sebanyak 1.306. Turun 10 kasus dari hari sebelumnya 1.316 kasus.

ODP terbanyak masih diduduki Banjarmasin dengan 407 ODP, dan terendah Kotabaru dengan 15 ODP.

Sampai pagi ini, Banjarmasin memimpin klasemen kasus terbanyak terkait Covid-19 di Kalsel. Dengan jumlah ODP 407, diikuti PDP 6 kasus, positif dalam perawatan 20 kasus, positif sembuh 4 kasus dan positif meninggal dunia 5 kasus.

Banjarmasin sendiri telah menjadi wilayah transmisi lokal penularan Covid-19. Menyikapi itu Wali Kota Ibnu Sina telah mengusulkan PSBB ke Kemenkes.

“Karena selama ini kita membuktikan secara nyata penambahan kasus Corona. Berati pada kurva ketiga sudah naik dan meledak di kurva keempat. Itu prediksi ideologi,” ujar Ibnu kepada apahabar.com, belum lama tadi.

Jika Banjarmasin di-PSBB, Ibnu memastikan pihaknya siap secara kelengkapan medis. Mulai dari rumah sakit rujukan Covid-19, dan tenaga medis yang memadai.

Ibu kota Kalsel ini mungkin hanya perlu penambahan jumlah APD, rapid test, serta tempat karantina saja.

apahabar.com

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Anggota Dewan Minta Perawat Reaktif Rapid Tes Diisolasi di Eks Akper Barabai
apahabar.com

Kalsel

TNI AL Kotabaru Meriahkan Hari Armada 2019 dengan Berbagai Kegiatan
Kalsel Miliki Desa Mandiri di 2020

Kalsel

Kalsel Miliki Desa Mandiri di 2020

Kalsel

Lestarikan Budaya, PLN Dukung Pergelaran Seni Budaya Dayak Borneo
apahabar.com

Kalsel

Seleksi Diperketat, PPK Berpengalaman Belum Tentu Lulus
apahabar.com

Kalsel

Dua Calon Jemaah Haji Kota Banjarmasin Gagal Berangkat
apahabar.com

Kalsel

Kedok Pelaku Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan
apahabar.com

Kalsel

Paman Birin Lepas Calon Jemaah Haji Kloter 1
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com