Ribuan Warga Terdampak Banjir Mengungsi di Masjid Al-Karomah Martapura Bantu Evakuasi Korban Banjir, Pemprov Kalteng Kirim Relawan ke Kalsel Legislator Kalsel: Banjir Dahsyat dan Longsor Akibat Alih Fungsi Hutan Meski Cedera, Messi Tetap Ingin Main di Final Piala Super Spanyol Bantu Korban Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan

Banjarmasin Mulai Tutup Pintu Perbatasan dengan Batola

- Apahabar.com Kamis, 23 April 2020 - 18:11 WIB

Banjarmasin Mulai Tutup Pintu Perbatasan dengan Batola

Ratusan pengendara dari Banjarmasin rela mengantre masuk Feri untuk menyeberang ke daerah Tamban, Kabupaten Barito Kuala. Seiring PSBB diterapkan di Banjarmasin dermaga dinyatakan ditutup. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Esok, Banjarmasin mulai memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Sikap tegas pun kembali diambil Wali Kota Ibnu Sina. Dermaga penyeberangan Banjarmasin-Barito Kuala (Batola) ditutup.

Lokasi dimaksud adalah dermaga kapal feri di Banjar Raya dan Alalak.

“Tidak ada pelayanan operasional untuk penumpang dalam sementara waktu,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik dihubungi apahabar.com, Kamis (23/4).

Pembatasan itu sesuai Peraturan Wali (Perwali) Kota Banjarmasin Nomor 33 Tahun 2020, paragraf 15 pasal 14 huruf G.

“Kecuali untuk pemenuhan pokok, kesehatan hasil pertanian, hasil perikanan, hasil kelautan dan holtikultura,” ujarnya.

Selama ini mereka yang dominan menggunakan jasa penyeberangan di sana adalah warga Batola.

Umumnya, warga tertangga itu datang ke kota Banjarmasin untuk bekerja. Lantas bagaimana nasib mereka jika dermaga feri ditutup?

Ichwan seakan tak mau ambil pusing. Ia meminta warga yang ingin ke Banjarmasin memutar balik menggunakan akses jalan Handil Bakti.

Sebab, masih kata dia, pada prinsipnya jika Banjarmasin di-PSBB maka seluruh aktivitas perkantoran akan dialihkan ke rumah.

Pelabuhan Trisaksi, sebagai pintu masuk penumpang ke Banjarmasin sudah lama ditutup oleh KSOP.

“Pelabuhan besar itu Trisakti dan saya mengikuti itu sesuai rekomendasi dari pihak kepolisan juga,” tegasnya.

Ichwan berharap dengan penutupan dua dermaga tadi jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dapat ditekan.

Kerja petugas Gugus Tugas Covid-19 Banjarmasin pun dinilai bisa lebih ringan.

Diwartakan sebelumnya, Batola merupakan daerah penyumbang pasien positif kedua terbanyak setelah Banjarmasin.

“Ada yang protes tapi tetap kami menutup dermaga itu,” tuturnya.

Pantauan apahabar.com, petugas Dishub sudah diturunkan guna empat lokasi di Kota Banjarmasin, di antaranya Jalan Ahmad Yani Km 6 dan Jalan Handil Bakti.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Warga Eks Transmigrasi di Kotabaru Kompak Bentuk Kampung Tangguh Banua
apahabar.com

Kalsel

Resmi, Kader PDIP Pimpin Tim Pemenangan Sahbirin-Muhidin di Pilgub Kalsel 2020
apahabar.com

Kalsel

Buka Pendaftaran Awal Oktober, Demokrat Kalsel Tunggu Paman Birin
apahabar.com

Kalsel

Apa Kabar Proyek Videotron Pemko Banjarmasin?
apahabar.com

Kalsel

Disebut Mulia, Mampu Legislator Menjalankan Fungsinya?
apahabar.com

Kalsel

Minibus Guru Danau Terperosok di Kandangan, Air Bag Gagal Fungsi
apahabar.com

Kalsel

Jalan di Hapingin HST Mendadak Amblas, Kerusakan Capai 60 Meter
apahabar.com

Kalsel

Libur Natal dan Tahun Baru, Penumpang Beralih ke Angkutan Darat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com