Demonstrasi di DPRD Kalteng, Massa Protes Penertiban Tambang Emas Tradisional Tanpa Solusi Dugaan Penggelapan Mobil Rental, IRT Tabalong Terpaksa Diamankan Polisi Cuaca Kalsel Hari Ini: Seluruh Wilayah Berpotensi Hujan Ringan Teten Masduki Sebut Pengembangan Produk Kriya Perlu Libatkan Agregator IPW Desak Kapolda Kalsel Copot AKBP AB Dkk
agustus

Bank Penyedia Pendanaan Dampak Covid-19 Dapat Intensif

- Apahabar.com     Rabu, 1 April 2020 - 14:10 WITA

Bank Penyedia Pendanaan Dampak Covid-19 Dapat Intensif

Bank Indonesia Indonesia (BI) menyediakan insentif bagi bank yang menyediakan pendanaan kegiatan usaha yang terdampak COVID-19. Foto: BI Documentation via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menerbitkan ketentuan mengenai pemberian insentif kepada bank yang memberikan penyediaan pendanaan bagi kegiatan ekonomi tertentu guna mendukung penanganan dampak perekonomian akibat wabah virus Corona.

Ketentuan tersebut diatur melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 22/4/PBI/2020 tentang Insentif bagi Bank yang Memberikan Penyediaan Dana untuk Kegiatan Ekonomi Tertentu guna Mendukung Penanganan Dampak Perekonomian Akibat Wabah virus Corona, dan mulai berlaku pada 1 April 2020.

“Insentif yang diberikan berupa kelonggaran atas kewajiban pemenuhan Giro Wajib Minimum (GWM) dalam rupiah yang wajib dipenuhi secara harian sebesar 0,5 persen (50 bps),” kata Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) dalam info terbarunya di Jakarta, Rabu (1/4).

Dijelaskan, pemberian insentif itu awalnya dilakukan pertama kali pada 16 April 2020 dengan menggunakan data Maret 2020, yang akan dilakukan secara bulanan dan diberikan sampai dengan 31 Desember 2020.

Penerbitan ketentuan ini merupakan tindak lanjut keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan Maret 2020, yang memutuskan bahwa BI memperluas kebijakan insentif pelonggaran GWM harian dalam rupiah sebesar 50 bps yang semula hanya ditujukan kepada bank-bank yang melakukan pembiayaan ekspor-impor, ditambah dengan yang melakukan pembiayaan kepada UMKM dan sektor-sektor prioritas lain.

Ketentuan ini merupakan salah satu implementasi kebijakan makroprudensial BI yang akomodatif untuk mendorong intermediasi perbankan sebagai upaya BI untuk memitigasi dampak Covid-19 di tengah meningkatnya risiko ketidakpastian global terhadap perekonomian domestik.

Menurut Dekom BI, cakupan pengaturan dalam ketentuan itu meliputi, pemberian insentif bagi bank yang melakukan penyediaan dana untuk kegiatan ekonomi tertentu, yaitu kegiatan ekspor, kegiatan impor, kegiatan UMKM, dan/atau kegiatan ekonomi pada sektor prioritas lainnya yang ditetapkan BI.

Kemudian, insentif yang diberikan berupa kelonggaran atas kewajiban pemenuhan GWM dalam rupiah yang wajib dipenuhi secara harian sebesar 0,5% (50 bps)

Serta, cakupan penyediaan dana untuk kegiatan ekonomi tertentu yang terdiri atas kredit atau pembiayaan ekspor, kredit atau pembiayaan impor yang bersifat produktif, letter of credit, kredit atau pembiayaan UMKM, dan/atau kredit atau pembiayaan lainnya yang ditetapkan oleh BI.

Dikatakan, BI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan otoritas terkait senantiasa memantau perkembangan pandemi COVID-19 guna menempuh langkah-langkah kebijakan yang diperlukan untuk memitigasi dan mengurangi dampaknya terhadap perekonomian nasional. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Yuan Kembali Menguat Terhadap Dolar AS

Tak Berkategori

Harga Emas Antam Hari Ini Lesu ke Rp940 Ribu
Polda Kaltim

Tak Berkategori

Isak Tangis Bapak Peluk Anaknya Usai Diringkus Polda Kaltim
apahabar.com

Tak Berkategori

Penghitungan Suara Terbaru KPU di Kalsel, 1 Mei: 01 (36,20%) 02 (63,80%)
PPKM Level IV

Tak Berkategori

Banjarmasin Evaluasi PPKM Level IV, Berikut Hasil Lengkapnya
Dua Remaja

Tak Berkategori

Kocak! Dikira Kafe Dua Remaja Masuki Kantor Polisi

Tak Berkategori

Resmi, Pengurus JMSI Aceh Dilantik

Tak Berkategori

Pasca Pemilu, Puluhan Perempuan di Banjarbaru Mantap Menjanda..!!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com