Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan

Bank Penyedia Pendanaan Dampak Covid-19 Dapat Intensif

- Apahabar.com Rabu, 1 April 2020 - 14:10 WIB

Bank Penyedia Pendanaan Dampak Covid-19 Dapat Intensif

Bank Indonesia Indonesia (BI) menyediakan insentif bagi bank yang menyediakan pendanaan kegiatan usaha yang terdampak COVID-19. Foto: BI Documentation via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menerbitkan ketentuan mengenai pemberian insentif kepada bank yang memberikan penyediaan pendanaan bagi kegiatan ekonomi tertentu guna mendukung penanganan dampak perekonomian akibat wabah virus Corona.

Ketentuan tersebut diatur melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 22/4/PBI/2020 tentang Insentif bagi Bank yang Memberikan Penyediaan Dana untuk Kegiatan Ekonomi Tertentu guna Mendukung Penanganan Dampak Perekonomian Akibat Wabah virus Corona, dan mulai berlaku pada 1 April 2020.

“Insentif yang diberikan berupa kelonggaran atas kewajiban pemenuhan Giro Wajib Minimum (GWM) dalam rupiah yang wajib dipenuhi secara harian sebesar 0,5 persen (50 bps),” kata Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) dalam info terbarunya di Jakarta, Rabu (1/4).

Dijelaskan, pemberian insentif itu awalnya dilakukan pertama kali pada 16 April 2020 dengan menggunakan data Maret 2020, yang akan dilakukan secara bulanan dan diberikan sampai dengan 31 Desember 2020.

Penerbitan ketentuan ini merupakan tindak lanjut keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan Maret 2020, yang memutuskan bahwa BI memperluas kebijakan insentif pelonggaran GWM harian dalam rupiah sebesar 50 bps yang semula hanya ditujukan kepada bank-bank yang melakukan pembiayaan ekspor-impor, ditambah dengan yang melakukan pembiayaan kepada UMKM dan sektor-sektor prioritas lain.

Ketentuan ini merupakan salah satu implementasi kebijakan makroprudensial BI yang akomodatif untuk mendorong intermediasi perbankan sebagai upaya BI untuk memitigasi dampak Covid-19 di tengah meningkatnya risiko ketidakpastian global terhadap perekonomian domestik.

Menurut Dekom BI, cakupan pengaturan dalam ketentuan itu meliputi, pemberian insentif bagi bank yang melakukan penyediaan dana untuk kegiatan ekonomi tertentu, yaitu kegiatan ekspor, kegiatan impor, kegiatan UMKM, dan/atau kegiatan ekonomi pada sektor prioritas lainnya yang ditetapkan BI.

Kemudian, insentif yang diberikan berupa kelonggaran atas kewajiban pemenuhan GWM dalam rupiah yang wajib dipenuhi secara harian sebesar 0,5% (50 bps)

Serta, cakupan penyediaan dana untuk kegiatan ekonomi tertentu yang terdiri atas kredit atau pembiayaan ekspor, kredit atau pembiayaan impor yang bersifat produktif, letter of credit, kredit atau pembiayaan UMKM, dan/atau kredit atau pembiayaan lainnya yang ditetapkan oleh BI.

Dikatakan, BI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan otoritas terkait senantiasa memantau perkembangan pandemi COVID-19 guna menempuh langkah-langkah kebijakan yang diperlukan untuk memitigasi dan mengurangi dampaknya terhadap perekonomian nasional. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Pasar Cermati Perkembangan Pasca Donald Trump Positif Covid-19, Harga Emas Cenderung Flat
apahabar.com

Ekbis

83 Ribu IKM Kalsel Didorong Ikut Program #BanggaBuatanIndonesia
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Melemah Seiring Kenaikan Harga Minyak Dunia
apahabar.com

Ekbis

Hipmi Minta Pemerintah Perhatikan Sektor Ekonomi Terdampak Virus Corona
apahabar.com

Ekbis

Saham di Wall Street Jatuh, Indeks Dow Jones Merosot 130,4 Poin
apahabar.com

Ekbis

Jelang Ganti Tahun, Harga Bapok Naik Turun di Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Dampak Covid-19, Pola Kerja dari Rumah Bakal Lebih Lumrah
apahabar.com

Ekbis

Aset Berisiko Dapat Sentimen Positif, Rupiah Menguat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com