BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Bila Banjarmasin di-PSBB, Hanya Dua Pasar yang Buka

- Apahabar.com Kamis, 16 April 2020 - 17:29 WIB

Bila Banjarmasin di-PSBB, Hanya Dua Pasar yang Buka

Para pembeli terlihat asik memilah-milih tas bekas bermerek yang digelar pedagang di Pasar Pagi, Pasar Cempaka Banjarmasin. Foto diambil Minggu 25 Agustus 2020. Foto–apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Apabila PSBB atau pembatasan sosial berskala besar diberlakukan, hanya akan ada dua pasar yang beroperasi secara penuh di Banjarmasin.

Keduanya merupakan pasar tradisional yang dikelola Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) setempat. Skema layanan jual beli pun nantinya akan menyesuaikan.

Sejauh ini usulan PSBB sudah diajukan Wali Kota Ibnu Sina ke Kementerian Kesehatan, seiring melonjaknya jumlah penderita Covid-19 di Banjarmasin.

Kepala Bidang Pasar Disperindag Banjarmasin, Ichrom M Tezar menjelaskan konsep pertama adalah membatasi pengoperasian pasar tradisional.

Apabila PSBB diberlakukan, dua pasar induk yang diperbolehkan buka, yakni Pasar Antasari dan Pasar Lima.

“Karena kedua pasar itu adalah pasar induk yang mendistribusikan bahan pokok kepasar kecil,” ujarnya kepada apahabar.com, Kamis (16/4).

Kedua, ia menerangkan pasar kecil atau toko sembako yang memperoleh barang dari pasar induk tadi kemungkinan bakal dibatasi jam operasionalnya.

Biasanya buka sejak pagi dan tutup sore hari. Dan jika PSBB dioperasikan, pasar kecil tersebut hanya sampai jam 12 siang saja.

Ketiga, untuk pasar dadakan akan tak beroperasi sementara selama PSBB dilaksanakan.

Demikian dalam rangka untuk mendisindektan pasar secara berkala guna memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Konsep ini belum masak, karena kita masih mengajukan ke wali kota dan wakil kota,” tuturnya.

Ia juga meminta warga untuk tidak panic buying dengan memborong kebutuhan bahan pokok jelang penetapan PSBB.

Apalagi warga turut menjaga stabilitas ekonomi ekonomi dan kemampuan daya beli konsumen barang dengan tidak menaikkan harga barang.

Sebab Disperdagin sudah mengularkan pemesanan barang secara daring atau jarak jauh dengan fasiltas layanan antar.

“Dan nanti kita disampaikan jika skema itu resmi disetujui apabila PSBB dilaksanakan,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, kasus Covid-19 di Kalsel terus meningkat tajam. Per sore petang kemarin, tercatat ada 49 kasus positif, 37 pasien dalam perawatan, 7 meninggal dunia dan 7 pasien sembuh. Itu belum termasuk 17 pasien dalam pengawasan, dan 1.262 orang dalam pemantauan.

Dengan raihan itu tak ayal Kalimantan Selatan berada di puncak klasemen kasus Covid-19 di Pulau Kalimantan menyalip Kalteng dengan 33 kasus, Kaltim 35 Kasus, Kalbar 13 kasus, dan Kaltara 20 kasus

Banjarmasin sendiri telah menjadi wilayah transmisi lokal penularan Covid-19. Pasalnya dari 49 kasus itu 21 di antaranya berasal dari ibu kota Kalsel itu.

Kepada apahabar.com, Wali Kota Ibnu Sina menerangkan usulan PSBB mereka tertahan di satu berkas lagi.

“Untuk PSBB kita diminta untuk melengkapi satu berkas lagi terkait dengan analisa epidemiologi, jadi lompatan-lompatan kasus yang kemarin itu diminta untuk dilengkapi lagi,” ujarnya, Kamis (16/4).

Selebihnya, Ibnu Sina menjamin tak ada lagi yang kurang. Banjarmasin siap di-PSBB serupa DKI Jakarta.

“Dari 5 persyaratan yang menjadi syarat sudah kita penuhi semua, tinggal nanti dari Kemenkes yang memutuskan semuanya,” Ibnu menjelaskan.

Lantas bagaimana jika PSBB ditolak? Opsi terburuknya, kata Ibnu, Banjarmasin hanya akan menerapkan PSBB versi mereka sendiri.

“Sebenarnya PSBB itu sudah kita lakukan, seperti peliburan sekolah, bekerja di rumah, hanya saja dengan itu tidak ada kewajiban pemerintah untuk memberikan bantuan pangan,” tandasnya.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Selasa Pagi, Rupiah Menguat ke Level Rp13.932 per Dolar AS
apahabar.com

Ekbis

Dampak Banjir Jakarta, Soetta Siap Layani 21 Rute Pengalihan Bandara Halim
apahabar.com

Ekbis

Eks Bos Bank Dunia Siap Investasi Bidang Infrastruktur di Indonesia
apahabar.com

Ekbis

Peduli Kesehatan, Taspen Banjarmasin Serahkan Bantuan Kursi Roda
apahabar.com

Ekbis

Pengamat: Pertanian Indonesia “Mati Rasa”
apahabar.com

Ekbis

Kalsel Siap Jadi Tuan Rumah Fesyar 2019 di KTI, Ini Penjelasan BI
apahabar.com

Ekbis

Surat Edaran Menaker, THR Bisa Dicicil atau Ditunda
apahabar.com

Ekbis

Pemko Banjarmasin Optimistis 50 Persen Pelaku UMKM Terdigitalisasi 2024 Mendatang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com