Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Pak Wali… Pengungsi Banjir di Banjarmasin Mulai Sakit-sakitan, Poskes Over Diduga Sakit Hati, Pria Gantung Diri di Batulicin Sering Cekcok dengan Istri Banjir dan Ancaman Tim Paman Birin, “Sudah Jatuh Warga Tertimpa Tangga” PMI Balikpapan Tak Terima Bantuan Pakaian Bekas untuk Korban Banjir Kalsel

Blunder, Bupati Tanbu Wacanakan Pembubaran Posko Perbatasan

- Apahabar.com Senin, 20 April 2020 - 10:02 WIB

Blunder, Bupati Tanbu Wacanakan Pembubaran Posko Perbatasan

Salah satu posko perbatasan di Tanbu. Foto-Istimewa

apahabar.com, BATULICIN – Bupati Tanah Bumbu, Sudian Noor, mewacanakan pembubaran posko Covid-19 di kawasan perbatasan.

Sebagai gantinya, politisi PAN itu berencana membuat posko siskamling (sistem keamanan lingkungan) di setiap RT.

Anggota DPR RI, Syafruddin H. Maming menilai Sudian Noor telah melakukan blunder besar jika wacana itu benar-benar dilakukan. Sebab, ia menilai sejauh ini posko yang dibangun di kawasan perbatasan sudah sangat efektif untuk meredam penyebaran Covid-19.

“Saya kira Bupati keliru kalau harus membubarkan itu. Sejauh ini saya sering turun ke posko-posko perbatasan. Dan itu sangat efektif,” ucap Bang Cuncung kepada apahabar.com, Senin (20/4).

Bang Cuncung pun mendesak Sudian untuk mengkaji kembali wacana yang sudah terlanjur tersebar di masyarakat, bahkan sudah menjadi pembicaraan di lingkungan pejabat daerah.

Politisi PDI Perjuangan itu meminta Sudian untuk berpikir matang sebelum mengeluarkan keputusan seperti itu. Apalagi Tanah Bumbu sedang dalam status zona merah. Keputusan sekecil apapun, kata dia, akan berdampak besar.

“Di tengah kondisi seperti ini jangan bikin blunder. Membuat posko siskamling di tingkat RT itu bukan berarti harus membubarkan posko perbatasan,” kata Bang Cuncung.

Dia khawatir warga hanya akan melakukan aktivitas ronda biasa di posko siskamling tingkat RT itu. Sementara tenaga medis yang didukung dengan alat pelindung diri (APD) belum tentu cukup untuk disebar di setiap RT.

“Fasilitas kesehatannya bagaimana? Tenaga medis dan APD-nya apakah tersedia di posko siskamling itu? Jangan-jangan cuma ronda biasa tanpa dilengkapi tenaga medis dan APD yang cukup?” sebut Bang Cuncung.

Kritik serupa juga datang dari Wakil Ketua DPRD Kalsel, M. Syaripuddin. Ia sendiri menyayangkan jika Sudian Noor benar-benar menutup posko di perbatasan itu.

“Covid-19 harus dilawan dengan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Harus ada gotong royong. Sesuai instruksi Presiden posko-posko itu harus diperketat,” katanya.

Kabarnya, pimpinan DPRD Tanah Bumbu akan mengirimkan surat resmi kepada Bupati Sudian Noor untuk menanyakan wacana pembubaran posko dan sejumlah hal penting lainnya terkait Covid-19, seperti ketersediaan obat serta insentif tenaga medis.

Editor: Puja Mandela

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ribuan Dukungan Andin–Guru Oton ‘Rontok’ di-Vermin KPU Banjar
apahabar.com

Kalsel

Pleno Terbuka KPU di Banjarbaru: Gerindra Dominan, Prabowo Unggul
apahabar.com

Kalsel

Usai Kunjungi Perbatasan, Dewan Kalsel Soroti Administrasi Tapal Batas Kalsel-Kaltim
IDI Kalsel Tanggapi Wafatnya Satu PDP RSUD Ulin

Kalsel

IDI Kalsel Tanggapi Wafatnya Satu PDP RSUD Ulin
apahabar.com

Kalsel

Hujan Masih Mengintai Kalimantan Selatan
apahabar.com

Kalsel

Update Banjir Banjarbaru, 50 Orang Dievakuasi
apahabar.com

Kalsel

BI Kalsel Beri Bantuan APD untuk Tim Medis Melalui IDI Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Inpassing Menjadi Pustakawan Masih Terbuka Bagi PNS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com