Diduga Sakit Hati, Pria Gantung Diri di Batulicin Sering Cekcok dengan Istri Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Banjir dan Ancaman Tim Paman Birin, “Sudah Jatuh Warga Tertimpa Tangga” PMI Balikpapan Tak Terima Bantuan Pakaian Bekas untuk Korban Banjir Kalsel Tambah Ratusan Personel, PLN Percepat Pemulihan Listrik Terdampak Banjir Kalsel

Blunder PSBB Banjarmasin, Penumpang Gelap Diduga Diselundupkan via Trisakti

- Apahabar.com Sabtu, 25 April 2020 - 16:03 WIB

Blunder PSBB Banjarmasin, Penumpang Gelap Diduga Diselundupkan via Trisakti

Sejumlah penumpang gelap yang gagal kabur diinterogasi petugas saat menunggu angkutan penumpang di sekitar Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Jumat pagi. Foto: Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Sejak kemarin, Banjarmasin menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Namun diam-diam warga pendatang masih bisa masuk. Beragam cara dicoba. Salah satunya dengan menumpangi Kapal Motor (KM) Kirana IX.

Kapal itu berhasil sandar sekitar pukul 06.30 Wita, Jumat (24/4) di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Dari penelusuran apahabar.com, para penumpang gelap itu masuk melalui Trisakti, sekalipun pelabuhan utama Kalsel itu telah membatasi penumpang kapal saat masa pandemi.

Medio Maret lalu, KSOP Banjarmasin sudah mengeluarakan surat edaran ke semua operator kapal. Hanya angkutan barang yang diperbolehkan.

Kemarin, para penumpang gelap itu tiba dengan kapal yang bertolak dari Surabaya. Jumlahnya disebut mencapai 50 orang.

Umumnya, mereka datang untuk bekerja di sektor informal atau buruh.

Sumber terpercaya media ini yang biasa mangkal di Trisakti Banjarmasin membeberkan modus mereka menyelundup, yakni dengan cara menumpangi bak truk pengangkut logistik.

Usai bersembunyi di bak truk agar tidak mengundang perhatian petugas, mereka berpencar melewati posko penjagaan.

“Karena penumpang gelap, otomatis mereka tidak memiliki tiket dan mengikuti protokol penanganan Covid-19,” ujar sumber itu.

Beruntung, empat orang dari penumpang gelap itu berhasil terendus petugas jaga, saat menunggu angkutan umum. Sisanya berhasil kabur dan memasuki Kota Banjarmasin dengan angkutan umum dan ojek.

Petugas lalu memeriksa suhu tubuh mereka saat tengah menunggu angkutan di sekitar area pelabuhan itu. Benar saja, suhu tubuh salah-satu di antaranya di atas rata-rata.

Para petugas pun dibuatnya bingung, mau diapakan para penumpang ilegal itu.

Dari protokol pencegahan Covid-19, setiap pendatang masuk wajib mengarantina diri mandiri. Minimal selama 14 hari. Sesuai masa inkubasi terpanjang virus Corona.

“Tapi, tak ada yang bisa mengambi keputusan, baik polisi, petugas KSOP di lapangan, maupun kantor kesehatan pelabuhan (KKP), tak ada orang Pemkot Banjarmasin di posko.” jelas dia.

Akibatnya, puluhan orang itu dibiarkan masuk ke Banjarmasin saat PSBB hari pertama diberlakukan pemerintah.

Bolong mitra pemerintah mengantisipasi Covid-19 itu rupanya bukan pertama kali terjadi.

Dari catatannya, hal serupa juga pernah terjadi pada Rabu (22/4) pukul 22.00.

Kala itu puluhan penumpang gelap dibawa oleh KM Mutiara Ferindo V. Modusnya sama: lewat bak truk.

Pun sepekan sebelumnya. KM Dharma Kartika IX juga membawa penumpang gelap dari Lubuk Linggau, Sumatera Utara. Juga lewat bak truk.

Kapten kapal, masih kata sumber itu, berdalih tak bisa berbuat apa-apa. Para penumpang ilegal tiba-tiba merangsek masuk di bak truk.

Ia pun mencium banyak kejanggalan. “Diduga ada permainan dari sopir truk, orang kapal dan operator dalam penyelundupan ini,” ujarnya.

Anehnya lagi. Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banjarmasin terkesan tutup mata.

Diduga kuat oknum anggota KSOP Banjarmasin di lapangan juga dapat uang tip dari sopir truk.

“Jika itu benar, harusnya KSOP Banjarmasin memberikan teguran keras ke operator kapal atas adanya temuan penumpang gelap tanpa tiket ini, yang namanya tak tercantum di surat manifest penumpang kapal,” jelas dia.

Di luar bahaya Covid-19 tentu saja mengangkut mereka amat sangat berisiko. Jika terjadi kecelaakan kapal petugas tak memiliki data acuan dalam operasi pencarian.

“Mereka semua akan sulit diketahui sebab tidak tercantum dalam manifest kapal,” ujarnya.

Manager Cabang PT. Dharma Lautan Utama (DLU), Anton Wahyudi tak tahu menahu adanya penyelundupan 50 penumpang gelap itu.

“Kita tidak tahu,” singkat Anton Wahyudi kepada apahabar.com, Sabtu (25/4) siang.

Sejak 1 April 2020 kemarin, kata dia, DLU mengeluarkan kebijakan untuk tak lagi memperjualbelikan tiket angkutan penumpang tujuan Surabaya – Banjarmasin. Itu sesuai permintaan KSOP.

“Kita hanya melayani awak truk yang mengangkut logistik,” tegasnya.

Ia mengaku benar-benar tak mengetahui jika ada puluhan penumpang di dalam truk tersebut. “Karena di sistem online kita, penumpang kosong,” jelasnya.

Setiap keberangkatan, sambung dia, pihaknya mampu mengangkut truk kurang lebih sebanyak 20 unit.

KSOP Banjarmasin, saat dikonfirmasi masih belum merespons pertanyaan yang dilayangkan media ini. Pun dengan Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Banjarmasin Machli Riyadi.

Terpisah, Wakapolresta Banjarmasin, AKBP Sabana Atmojo sendiri berjanji akan mendalami laporan media ini. “Ya, kita akan menurunkan dari Polsek, Reskrim dan Intel untuk melakukan penyelidikan,” tegasnya usai menggelar patroli jam malam, Jumat (24/4).

Pembatasan Penumpang

Selama masa pandemi Covid-19, KSOP telah melarang kapal Roro tak lagi mengangkut penumpang dari Surabaya ke Banjarmasin.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin Dr Capt Mugen S Sartoto meminta seluruh perusahaan pelayaran di Kalsel untuk tidak menjual tiket kapal dari luar daerah tujuan Pelabuhan Banjarmasin.

Keputusan tersebut menindaklanjuti Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalimantan Selatan nomor 188.44/0210/KUM/2020 tanggal 31 Maret 2020 tentang pembatasan arus masuk orang yang datang dari luar Kalsel.

Selain dari surat gubernur, kata dia, sebelumnya pihaknya juga mendapatkan surat edaran Dirjen Perhubungan Laut Nomor SE 2020 tentang pembatasan penumpang kapal, angkutan logistik dan pelayanan pelabuhan selama darurat Covid-19.

“Sebelumnya sudah ada surat edaran dari Dirjen, sehingga surat edaran gubernur bisa kami laksanakan,” katanya dilansir Antara, Rabu (1/4).

Terhitung mulai 1 April kemarin kapal Roro dari Surabaya – Banjarmasin, tidak boleh lagi mengangkut penumpang.

Sedangkan untuk penumpang dari Banjarmasin-Surabaya, tetap diperbolehkan untuk diangkut.

Keputusan tersebut, tambah dia, juga telah dikoordinasikan dengan pengelola pelabuhan di Surabaya baik secara formal dengan surat maupun dengan informal atau langsung.

Terhadap keputusan tersebut Mugen memastikan, seluruh perusahaan pelayaran siap untuk melaksanakan.

“Keputusan ini juga sudah kami sosialisasikan ke seluruh perusahaan pelayaran, dan mereka tidak keberatan,” katanya.

Apalagi selama ini, angkutan penumpang dari Surabaya – Banjarmasin juga tidak terlalu banyak. Rata-rata di luar Lebaran Idulfitri hanya sekitar 60-70 orang per kapal.

Bahkan, sejak merebaknya Covid-19, dalam beberapa hari terakhir, dari empat kapal hanya mengangkut sekitar 150-170 orang penumpang.

Pembatasan tersebut, tambah dia, hanya berlaku untuk penumpang. Sedangkan logistik dan angkutan barang tetap bisa masuk dan keluar seperti biasa.

Lantas sampai kapan pembatasan tersebut dilakukan?

Menurut Mugen, akan disesuaikan perkembangan kondisi sebagaimana disampaikan Tim Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Kalsel.

“Saya akan selalu berkoordinasi dengan tim gugus untuk memastikan perkembangan kebijakan tersebut,” katanya.

Reporter: Riyad Dafhi R/Muhammad Robby/Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

6 Jam Duduki BKD Banjarmasin, Puluhan Pol PP Akhirnya Balik Kanan
apahabar.com

Kalsel

Breaking News: Api kembali Berkobar di Sebuku
apahabar.com

Kalsel

KPU Banjarmasin Perjuangkan Santunan bagi Pejuang Demokrasi yang Gugur
apahabar.com

Kalsel

Jurnalis Diminta Klarifikasi Bukti, Polisi Ingatkan Bawaslu Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Polda Kalsel Jaga Warga Papua di Banua
apahabar.com

Kalsel

Intip Keadaan Bayi yang Lahir 17 Agustus di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Analisis Lengkap Sejarawan Kalsel Mengapa Pangeran Hidayatullah Gagal Bergelar Pahlawan Nasional

Kalsel

Forkopimda dan Berbagai Elemen Masyarakat di HST Gelar Deklarasi Damai Menolak Unjuk Rasa Anarkis
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com