Kalsel Kedatangan Pejabat Pusat, Ibnu Sina Minta Laboratorium Bertambah Belasan, 6 Positif Covid-19 di Kotabaru Pejuang Medis dan WNA Sosok AS, Terduga Teroris di Tanbu yang Diamankan Densus 88 Densus 88 Beraksi di Tanah Bumbu, Buku Jihad dan Syal Diamankan Tagihan Listrik di Kalsel-Teng Membengkak? PLN Ungkap Penyebabnya




Home Kalsel

Rabu, 8 April 2020 - 16:07 WIB

Cara Ibnu Sina Respons Penolakan Asrama BKD Jadi Pusat Karantina ODP

Triaji Nazulmi - Apahabar.com

Ibnu Sina saat menggelar diskusi bersama warga, Rabu (8/4) di Masjid Al Barqah, Kayu Tangi II sebagai respons penolakan warga terhadap rencana menjadikan Asrama milik BKD Banjarmasin di Kayu Tangi sebagai lokasi karantina. Foto-apahabar.com/Ahya Firmansyah

Ibnu Sina saat menggelar diskusi bersama warga, Rabu (8/4) di Masjid Al Barqah, Kayu Tangi II sebagai respons penolakan warga terhadap rencana menjadikan Asrama milik BKD Banjarmasin di Kayu Tangi sebagai lokasi karantina. Foto-apahabar.com/Ahya Firmansyah

apahabar.com, BANJARMASIN – Wali Kota Ibnu Sina langsung merespons penolakan warga akan rencana pemusatan lokasi karantina orang dalam pemantauan atau ODP di Banjarmasin.

Lokasi dimaksud adalah Asrama Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) milik Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkot Banjarmasin, Jalan Brigjen Hasan Basri, Kayu Tangi II, Kelurahan Pangeran, Banjarmasin Utara.

Malam tadi, Selasa (8/4), puluhan warga berduyun-duyun mendatangi asrama itu sebagai bentuk penolakan terhadap rencana sang wali kota.

Merespons itu Ibnu Sina langsung menggelar diskusi bersama warga, Rabu (8/4) di Masjid Al Barqah, Kayu Tangi II. Ibnu menerangkan lagi bahwa dilakukannya karantina sebagai langkah mencegah penyebaran virus Corona.

“Kota Banjarmasin ini sudah ditetapkan sebagai local transmision. Artinya sudah tidak lagi orang dari luar menjangkitkan virus, tetapi bisa dari sesama warga sudah saling menjangkitkan,” ujar Ibnu membuka dialog, siang tadi.

Ibnu bercerita bahwa Pemkot melalui Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian, dan Penanganan (P3) Covid-19 memerlukan tempat untuk penanganan khusus serupa rumah karantina. Kategori ODP atau orang dalam pemantauan sendiri dijelaskan Ibnu Sina hanya untuk ODP ringan.

Baca juga :  Walau Tak Menolak, Warga Sekitar Karantina di SKB Batola Tetap Was-was

“Warga yang menjadi ODP sebenarnya diminta untuk karantina mandiri di rumah. Namun di mana di rumah bisa tidak ada yang mengurus, atau tidak punya kamar sendiri. Nanti khawatirnya menjangkitkan ke keluarga, bahkan ke masyarakat jika tidak diperhatikan. Kita menghindari terjadinya ledakan Covid-19 di Banjarmasin,” kata eks anggota DPRD Kalsel itu.

Terlebih ditekankan dia, di tempat itu bakal disiapkan dokter dan perawat selama pemantauan 14 hari. Waktu dua pekan akan menjadi masa inkubasi terpanjang para ODP. Masa inkubasi bisa diperpanjang jika masih terdapat bukti penyebaran.

Namun belum lagi teralisasi, warga menolak. Warga Kayu Tangi II bahkan sempat melakukan aksi blokade di depan Gedung Diklat BKD pada malam tadi. Warga menilai lokasi karantina sangat amat dekat dengan permukiman warga.

Untuk itu pun Ibnu Sina tampak pasrah akan penolakan warganya sendiri. “Jadi sementara kita tunda dulu selagi kita mencari tempat yang lain. Karena tempat karantina itu juga perlu kita sediakan sebagai langkah pencegahan,” ujarnya.

Baca juga :  3 Kabupaten Ini Diwaspadai Hujan Berpetir Siang ini

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi menerangkan bahwa kondisi ODP Banjarmasin kian bertambah banyak. “Mereka yang tadinya mau kita rujuk ke sini adalah ODP ringan yang tidak memiliki kamar sendiri di rumah, di rumahnya mungkin ada lansia, ada bayi, orang dengan diabet atau perokok berat. Kalau sudah ODP ada di rumahnya lansia, bayi maka kita rujuk ke sini,” ucapnya.

Perwakilan warga Kompleks Kayu Tangi II, Fauzi pun bersyukur dengan keputusan wali kota yang menunda menjadikan Gedung Diklat BKD sebagai pusat karantina di Banjarmasin. Satu sisi, Ia bersama warga siap mendukung langkah Pemkot menanggulangi wabah Corona, dan segera mendapat solusi pengganti.

“Mudah-mudahan dengan pertemuan ini didapatkan solusi baru perencanaan karantina. Kami warga Kompleks intinya mendukung pemerintah dalam penanganan ini sebagai bentuk inilah perlindungan pemerintah kepada warganya. Namun rencana awal tempat kami dijadikan karantina kami tidak sependapat,” jelasnya.

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Muhammadiyah Banjarmasin Rilis Lokasi, Imam, dan Khatib di Idul Fitri Tahun Ini
apahabar.com

Kalsel

Rayakan HUT TNI, KoramilĀ 1007-03/BBT Dikunjungi Polsekta Banjarmasin Tengah
apahabar.com

Kalsel

Kemarau di Kalsel Diprediksi Juli 2020, Waspada Karhutla!
apahabar.com

Kalsel

Aliansi BEM Jakarta Protes Kebijakan Anies Baswedan, PMII Kalsel Sesalkan Itu
apahabar.com

Kalsel

Cerita Warga Kampung di Kaki Pegunungan Batu Kapur Putih Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Info Cuaca Kalsel: Siang Ini 5 Wilayah Hujan Lokal
apahabar.com

Kalsel

Breaking News: Buaya Penyerang Remaja Putri di Sebamban Ditangkap!
apahabar.com

Kalsel

Pertama, Kalsel Uji Terapi Pengobatan Pasien Covid-19 Pengganti Vaksin