ga('send', 'pageview');
Salip Pekapuran, Teluk Dalam Tertinggi Kasus Covid-19 di Banjarmasin SE Terbit, Sejumlah Sekolah di Banjarmasin Belum PLS Daring Ongkos Politik Mahal, Paman Birin-Muhidin Terancam Melawan Kotak Kosong Terindikasi HTI, Dua Pemuda Kotabaru Diciduk Polisi Push Up Bak Lelucon, Banjarbaru Terapkan Denda Tak Pakai Masker




Home Tak Berkategori

Senin, 20 April 2020 - 13:08 WIB

Catat! Disetujui Menkes, Banjarmasin Berlakukan PSBB 1 Ramadan

Redaksi - Apahabar.com

Setelah disetujui Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) bakal segera diterapkan di Kota Banjarmasin. Foto-istimewa

Setelah disetujui Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) bakal segera diterapkan di Kota Banjarmasin. Foto-istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Setelah disetujui Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) bakal segera diterapkan di Kota Banjarmasin.

Rencananya, PSBB di Banjarmasin mulai berlaku pada awal bulan Ramadan atau Jumat 24 April mendatang. Empat hari sebelumnya bakal dimanfaatkan dulu untuk simulasi.

“Mudahan mudahan paling lambat pemberlakukan 1 Ramadan. Kurang lebih 4 hari kita akan laksanakan sosialiasasi PSBB kepada masyarakat,” ujar Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, Senin (20/4).

Waktu selama 4 hari itu dimanfaatkan untuk melakukan persiapan pelaksanaan PSBB termasuk mekanisme penyaluran distribusi bantuan bagi warga miskin terdampak PSBB.

Selain itu Pemkot Banjarmasin juga akan berkoordinasi dengan Polresta Banjarmasin dan Kodim 1007/Banjarmasin untuk mendirikan Pos Pengamanan Kota (Pamkota) di tiga lokasi berbeda.

Satu pos induk nantinya terpusat di Balai Kota Banjarmasin. Dua sisanya di perbatasan kota dengan Kabupaten Banjar di Kilometer 6 dan perbatasan dengan Kabupaten Barito Kuala (Batola) di Handil Bakti.

“Di tiap kecamatan juga ada POSPAM dan sekaligus difungsikan untuk dapur umum,” pungkasnya.

Tak main-main, dengan pemberlakuan PSBB, beberapa ruas jalan di Kota Seribu Sungai juga akan ditutup. Ibnu bakal mengeluarkan peraturan wali kota atau perwali terbaru.

Selebihnya, Pemkot Banjarmasin akan mengintensifkan koordinasi dengan Pemprov Kalsel. Karena di tiap daerah seperti Banjarbaru, Batola dan Banjar juga mengajukan PSBB ke Kemenkes.

“Kami memperdayakan lurah, RT/RW untuk pelaksanan PSBB 14 hari ke depan bisa terlihat hasil pengurangan jumlah positif Corona,” tegasnya.

Lebih jauh Pemkot bakal mengadopsi kota lain yang lebih dahulu memberlakukan PSBB. Apakah itu DKI Jakarta atau daerah lainnya, Ibnu tak menyinggung lebih jauh.

“Jadi catatan dan diperbaiki bersama sama untuk memutus mata rantai Covid-19,” tuturnya.

Sebelumnya Banjarmasin dan Kota Tarakan di Kalimantan Utara telah disetujui untuk penerapan PSBB  pandemi corona atau Covid-19.

Hingga saat ini sedikitnya telah ada 17 Provinsi yang mengajukan PSBB untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona lewat Kemenkes.

“Sudah [Tarakan dan Banjarmasin],” ujar Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan corona Achmad Yurianto saat dikonfirmasi, Senin (20/4) pagi dilansir CNN Indonesia.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalbar

Idulfitri, Prajurit Kodim Banjarmasin Siaga PSBB Jilid III

Tak Berkategori

Terkuak, Positif Covid-19 di Pasar Antasari Tak Hanya Satu
apahabar.com

Tak Berkategori

“Charge Energy” di Waduk Riam Kanan
apahabar.com

Tak Berkategori

Komisi III Gali Informasi untuk Evaluasi PSBB Banjarmasin
apahabar.com

Tak Berkategori

Tak Lagi Galau, Pemuda HST ini Terdaftar Sebagai PPU Program JKN KIS

Tak Berkategori

Tekan Kriminalitas, Emak-Emak Jangan Pakai Perhiasan Berlebihan
apahabar.com

Tak Berkategori

Durian Juara Akan Dikembangkan di Lahan 100 Hektar
apahabar.com

Tak Berkategori

Menteri Agama: Ahli Waris Bisa Gantikan Calon Jemaah Haji Yang Wafat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com