16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19 Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Ketika Pejabat Pemkot Banjarmasin Rame-Rame Balikan Duit Korupsi KONI

Cegah Covid-19, Lapas Banjarbaru Bebaskan Ratusan Tahanan

- Apahabar.com Kamis, 2 April 2020 - 14:59 WIB

Cegah Covid-19, Lapas Banjarbaru Bebaskan Ratusan Tahanan

Warga Binaan Lapas Banjarbaru saat melakukan video call dengan keluarga Foto-masing-masing. apahabar.com/Musnita Sari

apahabar.com, BANJARBARU – Mencegah wabah Covid-19 di penjara, Lapas Banjarbaru membebaskan 281 warga binaannya melalui asimilasi dan hak integrasi.

“Dari jumlah 1.858 orang di Lapas Banjarbaru. Yang masuk dalam program asimilasi dan integrasi ada 281 orang,” ungkap KaLapas Banjarbaru, Herliadi kepada awak media, Kamis (2/4) siang.

Ketetapan itu dikeluarkan berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM nomor 10 tahun 2020 dan Keputusan Menkumham No.M.HH-19.PK.01.04.04 tahun 2020, terkait pengeluaran dan pembebasan narapidana dan anak. Ratusan tahanan tersebut terdiri dari tindak pidana umum dan khusus. Pembebasan diproses mulai hari ini hingga 7 April mendatang.

“Hari ini ada 14 orang yang dibebaskan, selambat-lambatnya sampai 7 April. Bebas dalam artian asimilasi dititikberatkan di rumah. Tetap melalui pengawasan,” beber mantan Kalapas Tanjung ini.

Secara rinci Herliadi juga menyebutkan rekapitulasi narapidana yang akan mendapatkan hak integrasi tahun ini sesuai Permen 10 tahun 2020. Selain asimilasi pada 281 tahanan, usulan integrasi pada lapas Banjarbaru juga akan memberikan Pembebasan bersyarat (PB) pada 177 orang, cuti menjelang bebas (CMB) pada 3 orang, dan cuti bersyarat (CB) pada 101 orang.

“Totalnya 562 orang,” sebut dia.

Selain mencegah penyebaran virus Corona, asimilasi pada ratusan warga binaan ini juga akan menghemat ruang gerak serta anggaran untuk indeks makan bagi para tahanan.

“Sekitar dua blok yang dibebaskan. Sedangkan untuk indeks makan per kepala sebesar Rp16.000,86 sen,” papar dia

Secara pribadi, sebenarnya pihaknya mengakui lebih efektif untuk menahan warga binaan dari dalam lapas. Lebih lanjut dia menegaskan warga binaan dalam kondisi steril dari virus Corona bukan dikategorikan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP).

“Kalau terkena satu orang maka akan kena semuanya. Kalau di keluarga dengan pengawasan khusus sehingga penyebaran ini bisa diputus mata rantainya,” lanjut dia.

Lapas Banjarbaru juga menerapkan kebijakan peniadaan jam besuk yang digantikan dengan model komunikasi video call.

Untuk pengantaran makanan atau barang, dilakukan setiap harinya dengan batasan waktu yang telah ditentukan serta melalui tahapan sterilisasi.

“Kunjungan ditiadakan diganti solusinya dengan video call. Kita adakan 5 tempat sehingga bisa bertatap muka dengan keluarga,” pungkasnya

Reporter: Musnita Sari
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

PMI Tanah Bumbu Bagikan APD Gratis

Kalsel

PMI Tanah Bumbu Bagikan APD Gratis
apahabar.com

Kalsel

Ramalan BMKG: Asap Belum Sepenuhnya Terurai
apahabar.com

Kalsel

Hujan Ringan Hingga Sedang Masih Selimuti Kalsel

Kalsel

Bantah Pemberhentian Zony, Sekda Sebut Tunggu KPU RI
apahabar.com

Kalsel

Operasi Zebra Intan 2019 Dimulai, Kecelakaan di Kalsel Masih Tinggi
apahabar.com

Kalsel

Tolak Omnibus Law, Demo Mahasiswa di DPRD Kalsel Diwarnai Adu Mulut
apahabar.com

Kalsel

Anjal dan Gepeng Terjaring Razia, Satpol PP: Kebanyakan di Bawah Umur
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Orang Reaktif di Banjarmasin Jalani Swab Massal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com