Tambah Ratusan Personel, PLN Percepat Pemulihan Listrik Terdampak Banjir Kalsel Menteri Siti Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel, Bukan Tambang dan Sawit Selain Surat Miskin, Berikut Syarat Pengobatan Gratis Korban Banjir di Banjarmasin Hingga Hari ke-10 Memori CVR Sriwijaya Air Belum Ditemukan UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal

Cegah PHK, Presiden Ingin Sektor Rill Diselamatkan

- Apahabar.com Rabu, 22 April 2020 - 14:37 WIB

Cegah PHK, Presiden Ingin Sektor Rill Diselamatkan

Presiden Joko Widodo. Foto-Biro Pers Setpres via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo meminta jajaran kementerian dan lembaga untuk memastikan efektivitas paket stimulus ekonomi terhadap sektor riil agar sektor penyerap tenaga kerja ini dapat terselamatkan, dan tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di tengah pandemi Covid-19.

“Oleh karena itu diperlukan penyelamatan, stimulus ekonomi yang menyentuh sektor-sektor paling terdampak. Karena riil ini menyerap banyak tenaga kerja, saya harapkan mereka mampu bertahan dan tidak lakukan PHK,” kata Presiden saat membuka rapat terbatas melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/4) dilansir Antara.

Presiden pada Rabu ini memimpin rapat terbatas terkait “Lanjutan Program Mitigasi Dampak Covid-19 pada Sektor Riil”.

Untuk menyelamatkan sektor riil, Presiden menginstruksikan jajarannya melakukan tiga upaya. Pertama, penilaian atau kajian yang cepat terhadap sektor dan subsektor riil yang terdampak.

“Tolong dipisahkan sektor apa yang parah, sektor apa yang sedang, sektor apa yang bertahan, dan justeru malah bisa mengambil peluang,” ucap Presiden.

Kemudian, Presiden mengingatkan stimulus ekonomi juga harus efektif tersalurkan kepada sektor usaha mikro, selain usaha kecil dan menengah. Pun demikian dengan sektor-sektor ekonomi yang informal. Kebijakan stimulus ekonomi harus disalurkan secara merata dan tepat sasaran.

“Saya pikir tiga ini penting sekali, usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah, sehingga stimulus ekonomi harus menjangkau sektor-sektor ini,” ucapnya.

Selain itu, skema penyaluran stimulus ekonomi juga harus dilakukan secara terbuka, transparan dan terukur.

“Sektor apa yang mendapatkan stimulus apa, dan bisa menyelamatkan tenaga kerja berapa, semua dihitung. Saya minta diverifikasi detail, dievaluasi secara berkala,” ujarnya.

Secara total, pemerintah telah menambah anggaran untuk penanganan dampak pandemi COVID-19 sebesar Rp405,1 triliun dalam anggaran fiskal APBN 2020. Jumlah anggaran itu juga termasuk program pemulihan ekonomi dan stimulus bagi dunia usaha. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Buruh Desak Gubernur Tetap Naikkan UMP 2021 Minimal 1,5 Persen
apahabar.com

Nasional

Presiden Lantik Belasan Anggota Konsil Kedokteran Indonesia
ampahar,com

Nasional

19 Karyawan PLN Hilang Diterjang Tsunami di Tanjung Lesung
apahabar.com

Nasional

Diduga Ada Penumpang Positif Covid-19, KM Kelud Akan Dikarantina
apahabar.com

Nasional

Cuaca Ekstrem Siap Terjang Indonesia, Begini Strategi BNPB
apahabar.com

Nasional

OTT Hakim, KPK Sita Ribuan Dolar Singapura
apahabar.com

Nasional

5 Petugas Kebersihan JIS Digugat Rp 1,7 Triliun
apahabar.com

Nasional

Ricuh, Mobil Roy Suryo pun Jadi Korban!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com