Viral Jembatan Alalak II Patah Akibat Macet Parah, Cek Faktanya Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu

Cerita Ika, Satu-satunya Relawan Perempuan Kemudikan Ambulans

- Apahabar.com Jumat, 17 April 2020 - 05:30 WIB

Cerita Ika, Satu-satunya Relawan Perempuan Kemudikan Ambulans

Ika Dewi Maharani, satu-satunya relawan perempuan kemudikan ambulans korban Covid-19. Foto-antara.

apahabar.com, JAKARTA – Terlahir sebagai perempuan, bukan penghalang Ika Dewi Maharani tergerak jadi relawan Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19, untuk mengemudikan ambulans.

Mengemudi bukan keahlian utama yang ia miliki. Namun, cukup syarat baginya bergabung jadi relawan di Jakarta.

Apalagi angka kasus Covid-19 disana semakin meningkat.

Jumlah itu, tidak diimbangi dengan petugas ambulans.

Dengan pertimbangan itu, membuat tekad Ika menjadi supir ambulans bulat.

“Dengan keahlian yang saya miliki, saya bisa menyetir, saya basic perawat, jadi pas saya sesuai dengan panggilan hati, dengan kemampuan yang saya punya, saya harus melayani,” ujar Ika dalam konferensi pers secara daring di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (16/4).

Ika sebetulnya berasal dari Maluku Utara. Namun kuliah di Surabaya.

Ia sudah salah satu anggota asosiasi profesi perawat Himpunan Perawat Gawat Darurat dan bencana Indonesia (HIPGABI).

Saat ini menjalani hidup di mess yang disediakan BNPB, dan bertugas di rumah sakit Universitas Indonesia.

Menangani pasien di rumah sakit menjadi hal biasa bagi Ika. Namun, mengantarkan pasien ke rumah sakit menjadi persoalan lain.

Dia mengaku menjadi supir ambulans merupakan pengalaman pertama dalam hidupnya.

“Untuk ambulans baru pertama kali di dalam hidup saya, tapi ya gitu, ternyata di ambulans tidak semudah yang kita bayangin,” kata Ika.

“Sudah bunyikan sirine, tapi kadang orang-orang di sekitar kita tidak peka untuk memberikan jalan buat kita karena kita mengangkut pasien,” lanjutnya.

“Ya untung ada orang dengan kesadaran memberikan jalan, jadi kita tetap dengan cepat membawa pasien ke tempat yang dirujuk,” lanjutnya lagi.

Mengemban tugas untuk mengantarkan pasien dalam pengawasan (PDP) atau pun pasien positif COVID-19 membuat Ika berisiko besar terinfeksi virus corona.

Dalam menjalankan tugasnya itu, dia mengatakan keamanan atau safety adalah kunci utama.

Menggunakan alat perlindungan diri (APD) menjadi wajib bagi Ika sebelum berangkat bertugas.

Tidak hanya agar dirinya aman, tetap juga agar para pasien tetap aman.

Meski telah mengenakan APD, sebagai manusia biasa, Ika mengaku perasaan takut ada dalam dirinya.

Namun semangat kemanusiaan yang dia rasakan jauh lebih tinggi.

“Rasa takut ada pasti, cuma ini harus kita lihat lagi, ini adalah tugas bagi kita sebagai relawan medis, kita harus menangani pasien dari awal sampai akhir pasien itu kita harus tangani,” ungkapnya.

Untuk menjaga imunitas tubuh, di tengah shift 12 jam, Ika selalu menyempatkan diri untuk makan teratur dan istirahat yang cukup.

“Shift pagi dari jam 7 sampai jam 7 malam, itu pertama harus makan dulu,” terangnya.

Selesai absen dia makan. “Ada panggilan untuk kita rujuk, setelah itu selesai, baru kita makan, yang penting makan harus sehari tiga kali, multivitamin, dan susu,” cerita Ika.

Ika berharap pandemi tersebut dapat segera berakhir.

“Dengan kita mengabdikan diri sebagai relawan kita harap penanggulangannya ini semakin cepat, jadi bencana ini cepat akan berakhir,” ujar Ika.(ant)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tersandung Narkoba, Bintang Sinetron Dari Jendela SMP Ditangkap Polisi
Imbas Libur Panjang

Nasional

Imbas Libur Panjang, Kasus Covid-19 Bertambah hingga 9.321
apahabar.com

Nasional

Mappilu PWI Cari Pemimpin yang Mampu Bangkitkan Ekonomi Pasca-Pandemi
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Buka Peluang Peserta yang Tak Lolos SKD CPNS Ikut SKB
apahabar.com

Nasional

ASN Bergaji Maksimal Rp 8 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi
apahabar.com

Nasional

ACT Berikan Penghargaan kepada “The Excocet”, Ellyas Pical
apahabar.com

Nasional

Demi Pembangunan, Putra Daerah Kalsel Mestinya Jadi Menteri
apahabar.com

Nasional

Selain Wiranto, Ini Pemimpin Dunia Lolos dari Upaya Pembunuhan  
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com