Akhir Pekan Ini, Wisata Siring Banjarmasin Resmi Ditutup Lagi Dokter Kalsel Gugur karena Covid-19, IDI: Sudah 55 Terjangkit! Ibunya Reaktif Tes Covid-19, Bayi di Banjarmasin Meninggal Dunia Rapid Test di Banjarmasin Rp 500 Ribu, Dinkes Siapkan Sanksi Klarifikasi Oknum Dokter Banjarbaru Dugaan KDRT Istri Pertama




Home Ekbis

Kamis, 16 April 2020 - 17:23 WIB

Covid-19 Tak Halangi PT AGM Produksi Batu Bara

Redaksi - Apahabar.com

Departement Head Corporate Social Responsibility (CSR), Samsul memberikan keterangan kepada apahabar.com. Foto-apahabar.com/Muhammad Fauzi Fadillah.

Departement Head Corporate Social Responsibility (CSR), Samsul memberikan keterangan kepada apahabar.com. Foto-apahabar.com/Muhammad Fauzi Fadillah.

apahabar.com, RANTAU – Sebagai objek vital nasional di bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT Antang Gunung Meratus (PT AGM) ‘anak’ dari PT Baramulti Suksessarana Tbk, tetap produksi batu baru di tengah pandemi Covid-19.

“PT AGM ini termasuk salah satu objek vital nasional, memang himbauan dari pemerintah dan ESDM bahwa sektor objek vital nasional tidak boleh berhenti produksi. Karena kita suplai sumber energi di Indonesia,” kata Departement Head Corporate Social Responsibility (CSR), Samsul.

Sejauh ini menurutnya, perusahaan tak ada rencana sedikit pun untuk ‘merumahkan’ karyawan di tengah pandemi ini.

Perusahaan yang mengantongi izin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2P) yang besaran produksinya mencapai 8,5 Juta ton/tahun itu, tetap memproduksi batu bara.

Baca juga :  Butuh Duit? Pilih Pinjol atau Kartu Kredit

“Nanti kita akan membuat strategi plan, bagaimana caranya bertahan. Seandainya nih, pandemi Covid-19 semakin memburuk,” terang Samsul.

PT AGM sebagai objek vital nasional ESDM yang ditetapkan oleh keputusan Presiden Republik Indonesia, nomor 63 Tahun 2004 dan Menteri ESDM nomer 77 K/90/MEN/2019, itu terpampang di depan kantornya.

Samsul menjelaskan produksi harus tetap berjalan, karena akan berdampak pada suplai batu bara ke PLTU, misalnya Jawa dan Bali.

Selain PT AGM, PT Adaro juga salah satu penyuplai kebutuhan energi di Indonesia.

Baca juga :  Butuh Duit? Pilih Pinjol atau Kartu Kredit

“Tahun ini, yang disetujui oleh Kementrian ESDM 8,5 juta ton/Tahun, kalaunya tahun kemarin 2019 sempat 10 juta ton/tahun, karena kan dari Kementrian ESDM mengurangi produksi nasional,” terangnya.

Seperti diwartakan sebelum PT AGM dalam upaya pencegahan sudah membentuk protokol pencegahan Covid-19.

Pertengahan Maret lalu, PT AGM sudah membentuk Tim Gugus Tugas Covid-19 di lingkungan kerjanya.

Dapat disimpulkan sampai saat ini khususnya PHK karyawan masih belum ada bayangan ke arah sana dari pihak perusahaan yang memiliki ribuan tenaga kerja itu di tengah pandemi Covid-19.

Reporter: Muhammad Fauzi Fadilah
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Rupiah Menguat, Respon Positif Atas Membaiknya Data Ekonomi
apahabar.com

Ekbis

April 2019, TPK Hotel Berbintang di Kalsel Naik 0,58 Poin
apahabar.com

Ekbis

Efek New Normal, Rupiah Bisa Bangkit Lagi
apahabar.com

Ekbis

Samsung Kembangkan Jaringan 5G untuk Mobil Terhubung
apahabar.com

Ekbis

Sri Mulyani soal Kesuksesan RI Raih 51% Saham Freeport: Bebas Kepentingan Pribadi
Istana Tegaskan Tak Intervensi Pencopotan Direksi Asabri

Ekbis

Istana Tegaskan Tak Intervensi Pencopotan Direksi Asabri
apahabar.com

Ekbis

Di Ambang Kebangrutan, Pizza Hut Ajukan Perlindungan
apahabar.com

Ekbis

Penerimaan Negara Lebihi Target, Menteri Keuangan: Pertama Kalinya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com