3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Covid-19 Tak Halangi PT AGM Produksi Batu Bara

- Apahabar.com Kamis, 16 April 2020 - 17:23 WIB

Covid-19 Tak Halangi PT AGM Produksi Batu Bara

Departement Head Corporate Social Responsibility (CSR), Samsul memberikan keterangan kepada apahabar.com. Foto-apahabar.com/Muhammad Fauzi Fadillah.

apahabar.com, RANTAU – Sebagai objek vital nasional di bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT Antang Gunung Meratus (PT AGM) ‘anak’ dari PT Baramulti Suksessarana Tbk, tetap produksi batu baru di tengah pandemi Covid-19.

“PT AGM ini termasuk salah satu objek vital nasional, memang himbauan dari pemerintah dan ESDM bahwa sektor objek vital nasional tidak boleh berhenti produksi. Karena kita suplai sumber energi di Indonesia,” kata Departement Head Corporate Social Responsibility (CSR), Samsul.

Sejauh ini menurutnya, perusahaan tak ada rencana sedikit pun untuk ‘merumahkan’ karyawan di tengah pandemi ini.

Perusahaan yang mengantongi izin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2P) yang besaran produksinya mencapai 8,5 Juta ton/tahun itu, tetap memproduksi batu bara.

“Nanti kita akan membuat strategi plan, bagaimana caranya bertahan. Seandainya nih, pandemi Covid-19 semakin memburuk,” terang Samsul.

PT AGM sebagai objek vital nasional ESDM yang ditetapkan oleh keputusan Presiden Republik Indonesia, nomor 63 Tahun 2004 dan Menteri ESDM nomer 77 K/90/MEN/2019, itu terpampang di depan kantornya.

Samsul menjelaskan produksi harus tetap berjalan, karena akan berdampak pada suplai batu bara ke PLTU, misalnya Jawa dan Bali.

Selain PT AGM, PT Adaro juga salah satu penyuplai kebutuhan energi di Indonesia.

“Tahun ini, yang disetujui oleh Kementrian ESDM 8,5 juta ton/Tahun, kalaunya tahun kemarin 2019 sempat 10 juta ton/tahun, karena kan dari Kementrian ESDM mengurangi produksi nasional,” terangnya.

Seperti diwartakan sebelum PT AGM dalam upaya pencegahan sudah membentuk protokol pencegahan Covid-19.

Pertengahan Maret lalu, PT AGM sudah membentuk Tim Gugus Tugas Covid-19 di lingkungan kerjanya.

Dapat disimpulkan sampai saat ini khususnya PHK karyawan masih belum ada bayangan ke arah sana dari pihak perusahaan yang memiliki ribuan tenaga kerja itu di tengah pandemi Covid-19.

Reporter: Muhammad Fauzi Fadilah
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Sepanjang 2019, Arus Peti Kemas di Trisakti Banjarmasin Capai 11 Persen
apahabar.com

Ekbis

UPDATE 3 April: Minyak Naik, Rupiah Menguat
apahabar.com

Ekbis

Asus Rilis Zenfone Max Pro M2, Desember Mendatang
apahabar.com

Ekbis

Update Harga Bawang di Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Harga Turun, Petani Kalsel Malas Sadap Karet
apahabar.com

Ekbis

Baru Dibor, Sumur Mandu PHM Sudah Hasilkan Gas
apahabar.com

Ekbis

Presiden Jokowi dan Raja Salman Sepakat Tingkatkan Kerjasama Ekonomi
apahabar.com

Ekbis

Lahan Pertanian Menyusut, Pemuda Ini Manfaatkan Jalur Hidroponik Untuk Raih Penghasilan Tambahan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com