Tenang.. Kombes Subchan Jamin Stok Oksigen Kalsel Aman! Resmi, Jokowi Perpanjang PPKM Level IV hingga 2 Agustus Pakar ULM: Pelacakan Covid-19 di Banjarmasin Mendekati Nol! STOK Oksigen di RS Ulin Banjarmasin Tinggal Hitungan Jam, Cek Faktanya Kucurkan Miliaran Rupiah, PPKM Level IV Banjarmasin Tanpa Jam Malam

Covid-19 Tak Halangi PT AGM Produksi Batu Bara

- Apahabar.com     Kamis, 16 April 2020 - 17:23 WITA

Covid-19 Tak Halangi PT AGM Produksi Batu Bara

Departement Head Corporate Social Responsibility (CSR), Samsul memberikan keterangan kepada apahabar.com. Foto-apahabar.com/Muhammad Fauzi Fadillah.

apahabar.com, RANTAU – Sebagai objek vital nasional di bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT Antang Gunung Meratus (PT AGM) ‘anak’ dari PT Baramulti Suksessarana Tbk, tetap produksi batu baru di tengah pandemi Covid-19.

“PT AGM ini termasuk salah satu objek vital nasional, memang himbauan dari pemerintah dan ESDM bahwa sektor objek vital nasional tidak boleh berhenti produksi. Karena kita suplai sumber energi di Indonesia,” kata Departement Head Corporate Social Responsibility (CSR), Samsul.

Sejauh ini menurutnya, perusahaan tak ada rencana sedikit pun untuk ‘merumahkan’ karyawan di tengah pandemi ini.

Perusahaan yang mengantongi izin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2P) yang besaran produksinya mencapai 8,5 Juta ton/tahun itu, tetap memproduksi batu bara.

“Nanti kita akan membuat strategi plan, bagaimana caranya bertahan. Seandainya nih, pandemi Covid-19 semakin memburuk,” terang Samsul.

PT AGM sebagai objek vital nasional ESDM yang ditetapkan oleh keputusan Presiden Republik Indonesia, nomor 63 Tahun 2004 dan Menteri ESDM nomer 77 K/90/MEN/2019, itu terpampang di depan kantornya.

Samsul menjelaskan produksi harus tetap berjalan, karena akan berdampak pada suplai batu bara ke PLTU, misalnya Jawa dan Bali.

Selain PT AGM, PT Adaro juga salah satu penyuplai kebutuhan energi di Indonesia.

“Tahun ini, yang disetujui oleh Kementrian ESDM 8,5 juta ton/Tahun, kalaunya tahun kemarin 2019 sempat 10 juta ton/tahun, karena kan dari Kementrian ESDM mengurangi produksi nasional,” terangnya.

Seperti diwartakan sebelum PT AGM dalam upaya pencegahan sudah membentuk protokol pencegahan Covid-19.

Pertengahan Maret lalu, PT AGM sudah membentuk Tim Gugus Tugas Covid-19 di lingkungan kerjanya.

Dapat disimpulkan sampai saat ini khususnya PHK karyawan masih belum ada bayangan ke arah sana dari pihak perusahaan yang memiliki ribuan tenaga kerja itu di tengah pandemi Covid-19.

Reporter: Muhammad Fauzi Fadilah
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Ekbis

Naik Tipis, Ini Rincian Harga Emas Antam Hari Ini
apahabar.com

Ekbis

Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?
apahabar.com

Ekbis

Efek Corona, Harga Bawang di Banjarmasin Masih Melejit
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Selasa Pagi Menguat, Namun Berpotensi Melemah Hari Ini
apahabar.com

Ekbis

Lebaran Semakin Dekat, Tukang Permak Rambut di Kelayan Ketiban Rezeki
apahabar.com

Ekbis

Kiai Ma’ruf Amin Targetkan Indonesia Produsen Halal Terbesar di Dunia pada 2024
apahabar.com

Ekbis

Sri Mulyani: Bank Pembangunan Islam Siap Beri Dana Darurat Covid-19
Jokowi

Ekbis

Presiden Jokowi Izinkan Bisnis Peyek Digarap Perusahaan Besar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com