BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Covid-19 Versus Guru Kreatif Asal Tapin

- Apahabar.com Sabtu, 11 April 2020 - 12:48 WIB

Covid-19 Versus Guru Kreatif Asal Tapin

Seorang murid memperhatikan materi pelajar didampingi sang guru. Foto-apahabar.com/Muhammad Fauzi Fadilah

ENTAH sampai kapan pandemi virus Corona atau Covid-19 berakhir. Banyak aktivitas manusia ‘terhenti’, begitu pun kegiatan belajar mengajar di ruang kelas. Namun hal itu tak berlaku untuk guru kreatif dari Tapin, Fathul Jannah namanya.

RANTAU, Muhammad Fauzi Fadilah

Sejak 11 Maret, libur sekolah di Kabupaten Tapin diperpanjang sampai 25 April 2020, sedikit kisah tentang seorang guru yang tak mau kalah dengan wabah virus asal Wuhan itu.

Di usianya yang sudah beranjak ke 54 tahun, guru ini terus melek terhadap teknologi. Memanfaatkan Youtube dan aplikasi chatting WhatsApp ia tetap mengajar anak didiknya.

Di tengah keterbatasan, Wali kelas 4 di SDN Rantau Kiwa 2 1 itu berinisiatif untuk tetap mengajar khususnya untuk anak didikannya di kelas. Jelas, kerinduan mengajar di kelas dirasakan guru yang sudah mengabdi 30 tahun ini.

Bertandang ke rumahnya,  bermodal kardus sebagai stand kamera dan toples warna orange ukuran 5 cm sebagai penyangga smartphonenya. Senjata sudah lengkap, sedikit malu-malu, namun ia terlihat begitu fasih mempraktikkan cara membuat konten materi belajar.

Selesai itu, bermodal laptop dan buku-buku pelajaran tingkat SD ia mulai mengedit membuat tampilan kontennya lebih menarik. Misalnya menambahkan fitur 3 dimensi agar anak muridnya tidak bosan menonton videonya.

Ibu 2 anak yang akrab disapa Ibu Fathul itu tak menampik keberuntungan hidup baik dirinya ataupun murid serta orang tuanya adalah orang yang berada, maka penerapan belajar mengajar ini bisa terlaksana.

“Untuk guru kreatif saya yakin dimana pun dan situasi bagaimana pun pasti bisa untuk tetap mengajar,” ujar Ibu Fathul saat berkendara bersama apahabar.com menuju rumah salah satu anak muridnya.

Berjarak 2 Kilometer dari rumah Ibu Fathul kami tiba di rumah anak muridnya, M. Afgan Fahlevy di umur 10 Tahun kebanyakan anak sekarang tentunya sudah lihai menggunakan smartphone.

Afgan anak pasangan Fadly dan Evi itu bermodal meja belajar, smartphone dan setumpuk buku pelajaran begitu khusyuk memperhatikan materi yang dibawakan Ibu Fathul Jannah melalui kontennya di youtube.

“Gambarnya bagus dan ulun paham apa yang disampaikan Ibu Fathul,”  polos sahut anak kecil itu.

Ditanya, apakah pernah tidak paham dari materi pembalajaran dari Ibu Fathul?

“Pernah,”  jawabnya tersipu, entah malu karena gurunya ada di sana atau apa.

Namun hal itu tidak menjadi halangan, tentu sebagai guru berpengalaman ia sudah menduga akan hal itu. Memanfaatkan momentum Covid-19, Fathul sengaja menjadikan orang tua murid sebagai guru pengganti di rumah.

“Kami (semua orang tua murid), tergabung dalam grup Whatspp, jadi apabila ada masalah dengan pembelajaran saya evaluasi disana begitupun untuk penilaian hasil pembelajaran anak murid,” terang Fathul.

Evi, mama muda ini mengaku terkadang kesulitan untuk membimbing Afgan lantaran anaknya itu kadang kala sulit untuk diatur. Sembari menikmati lumpia ulahan tangan Evi, perbincangan terus berlanjut sampai akhirnya keluar kata kata, “Sekarang jadi mengerti bagaimana sulitnya mengajar,” ujar Evi sembari tersenyum kecil.

Tentunya hal itu dianggap wajar oleh seorang guru yang sudah puluhan tahun mengajar itu.

Meskipun ia mengaku belajar di rumah juga menyenangkan namun rupanya Covid-19 ini merenggut dunia sosial Afgan di lingkungan sekolah, tercetus di bibir mungilnya kerinduan berinteraksi dengan kawan-kawan sejawatnya di sekolah.

Disuruh memilih belajar di rumah atau di sekolah Afgan lebih memilih untuk belajar bersama kawan kawan di kelas.

“Rami belajar dikelas, banyak kawan kawan” ujar Afgan dengan mimik sedih.

Guru itu Fathul Jannah namanya bermakna  “Pembuka Surga”, ia memberikan semangat khususnya guru guru di Kabupaten Tapin untuk tetap melaksanakan belajar mengajar.

apahabar.com

Fathul Jannah, guru yang mencoba ide kreatif dalam mengajar. Foto-apahabar.com/Muhammad Fauzi Fadilah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Tak Berkategori

Ini 10 Oleh-oleh Khas Saat Berkunjung ke Sulawesi Selatan
apahabar.com

Tak Berkategori

Pilpres AS 2020, Jelang Lengser Trump Pecat Menhan AS! Tempatkan Loyalis Isi Jabatan Pentagon
apahabar.com

Tak Berkategori

Malaysia Open 2020, Wakil Kalsel Torehkan Prestasi Juara
apahabar.com

Tak Berkategori

Pabrik Pengolahan Minyak Saudi Aramco Diserang Drone Al-Houthi
apahabar.com

Tak Berkategori

Sule Urus Surat Nikah, Serius Jadikan Nathalie Holscher Istri, Ini Harapan Rizky Febian dan Putri Delina

Gaya

Suami Ultah, Maia Beri kejutan
apahabar.com

Tak Berkategori

Program Berobat Gratis SHM-MAR Disambut Antusias Warga Simpang Empat

Tak Berkategori

Bioskop XXI Kembali Beroperasi, Nih Penjelasan Lengkap Duta Mall Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com