Catat! 3 Lokasi Pos Jaga PPKM Level IV di Banjarmasin PPKM Level IV, Banjarmasin Dirundung Sederet Masalah Resmi Direvisi! PPKM Level 4 Banjarmasin Hanya Berlaku Hingga 2 Agustus Dear Warga Banjarmasin! Siapkan Kartu Vaksinasi Sebelum Ditanya Petugas PPKM Level 4 Perjuangan Penyintas di Banjarmasin, Jadi Pendonor untuk Selamatkan Pasien Covid-19

Covid-19 Versus Guru Kreatif Asal Tapin

- Apahabar.com     Sabtu, 11 April 2020 - 12:48 WITA

Covid-19 Versus Guru Kreatif Asal Tapin

Seorang murid memperhatikan materi pelajar didampingi sang guru. Foto-apahabar.com/Muhammad Fauzi Fadilah

ENTAH sampai kapan pandemi virus Corona atau Covid-19 berakhir. Banyak aktivitas manusia ‘terhenti’, begitu pun kegiatan belajar mengajar di ruang kelas. Namun hal itu tak berlaku untuk guru kreatif dari Tapin, Fathul Jannah namanya.

RANTAU, Muhammad Fauzi Fadilah

Sejak 11 Maret, libur sekolah di Kabupaten Tapin diperpanjang sampai 25 April 2020, sedikit kisah tentang seorang guru yang tak mau kalah dengan wabah virus asal Wuhan itu.

Di usianya yang sudah beranjak ke 54 tahun, guru ini terus melek terhadap teknologi. Memanfaatkan Youtube dan aplikasi chatting WhatsApp ia tetap mengajar anak didiknya.

Di tengah keterbatasan, Wali kelas 4 di SDN Rantau Kiwa 2 1 itu berinisiatif untuk tetap mengajar khususnya untuk anak didikannya di kelas. Jelas, kerinduan mengajar di kelas dirasakan guru yang sudah mengabdi 30 tahun ini.

Bertandang ke rumahnya,  bermodal kardus sebagai stand kamera dan toples warna orange ukuran 5 cm sebagai penyangga smartphonenya. Senjata sudah lengkap, sedikit malu-malu, namun ia terlihat begitu fasih mempraktikkan cara membuat konten materi belajar.

Selesai itu, bermodal laptop dan buku-buku pelajaran tingkat SD ia mulai mengedit membuat tampilan kontennya lebih menarik. Misalnya menambahkan fitur 3 dimensi agar anak muridnya tidak bosan menonton videonya.

Ibu 2 anak yang akrab disapa Ibu Fathul itu tak menampik keberuntungan hidup baik dirinya ataupun murid serta orang tuanya adalah orang yang berada, maka penerapan belajar mengajar ini bisa terlaksana.

“Untuk guru kreatif saya yakin dimana pun dan situasi bagaimana pun pasti bisa untuk tetap mengajar,” ujar Ibu Fathul saat berkendara bersama apahabar.com menuju rumah salah satu anak muridnya.

Berjarak 2 Kilometer dari rumah Ibu Fathul kami tiba di rumah anak muridnya, M. Afgan Fahlevy di umur 10 Tahun kebanyakan anak sekarang tentunya sudah lihai menggunakan smartphone.

Afgan anak pasangan Fadly dan Evi itu bermodal meja belajar, smartphone dan setumpuk buku pelajaran begitu khusyuk memperhatikan materi yang dibawakan Ibu Fathul Jannah melalui kontennya di youtube.

“Gambarnya bagus dan ulun paham apa yang disampaikan Ibu Fathul,”  polos sahut anak kecil itu.

Ditanya, apakah pernah tidak paham dari materi pembalajaran dari Ibu Fathul?

“Pernah,”  jawabnya tersipu, entah malu karena gurunya ada di sana atau apa.

Namun hal itu tidak menjadi halangan, tentu sebagai guru berpengalaman ia sudah menduga akan hal itu. Memanfaatkan momentum Covid-19, Fathul sengaja menjadikan orang tua murid sebagai guru pengganti di rumah.

“Kami (semua orang tua murid), tergabung dalam grup Whatspp, jadi apabila ada masalah dengan pembelajaran saya evaluasi disana begitupun untuk penilaian hasil pembelajaran anak murid,” terang Fathul.

Evi, mama muda ini mengaku terkadang kesulitan untuk membimbing Afgan lantaran anaknya itu kadang kala sulit untuk diatur. Sembari menikmati lumpia ulahan tangan Evi, perbincangan terus berlanjut sampai akhirnya keluar kata kata, “Sekarang jadi mengerti bagaimana sulitnya mengajar,” ujar Evi sembari tersenyum kecil.

Tentunya hal itu dianggap wajar oleh seorang guru yang sudah puluhan tahun mengajar itu.

Meskipun ia mengaku belajar di rumah juga menyenangkan namun rupanya Covid-19 ini merenggut dunia sosial Afgan di lingkungan sekolah, tercetus di bibir mungilnya kerinduan berinteraksi dengan kawan-kawan sejawatnya di sekolah.

Disuruh memilih belajar di rumah atau di sekolah Afgan lebih memilih untuk belajar bersama kawan kawan di kelas.

“Rami belajar dikelas, banyak kawan kawan” ujar Afgan dengan mimik sedih.

Guru itu Fathul Jannah namanya bermakna  “Pembuka Surga”, ia memberikan semangat khususnya guru guru di Kabupaten Tapin untuk tetap melaksanakan belajar mengajar.

apahabar.com

Fathul Jannah, guru yang mencoba ide kreatif dalam mengajar. Foto-apahabar.com/Muhammad Fauzi Fadilah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kabid

Tak Berkategori

Tingkatkan Mutu Karet, Pemkab Tabalong Kembali Bangun Gudang UPPB
Pilwali

Tak Berkategori

Debat Pertama Pilwali Banjarbaru 2020 Usai, Haji Martinus-Jaya Mengaku Puas
apahabar.com

Tak Berkategori

Datang ke TPS Jalan Kaki, Cawawali Banjarbaru Wartono Optimis Menang
apahabar.com

Tak Berkategori

Debat Publik Perdana Calon Pemimpin Banjarmasin, Ini Pendapat Wakil Rakyat
apahabar.com

Tak Berkategori

MUI Banjar Imbau Masjid Tiadakan Salat Jumat Besok

Tak Berkategori

Video Ayu Ting Ting dan Adit Jayusman Terciduk Jalan Berdua, Pakai Gaun Mini dan Berpegangan Erat!

Tak Berkategori

Syafruddin H Maming
apahabar.com

Tak Berkategori

PKK Parsel Ikuti Pelatihan Penyusunan Program dan Pelaporan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com