Skandal Baramarta, Eks Dirut Bongkar Sosok Oknum Jaksa Diduga Penikmat Korupsi Dana Taktis Kucurkan Rp2 Miliar, Banjarmasin Tancap Gas Perpanjang PPKM Mikro Lagi, Polres Tabalong Tangkap Pemilik Senjata Api Ilegal Blakblakan Duta Mall Banjarmasin Terpaksa Tutup Selama Lebaran Viral Pria Bersajam Vs Polisi-Warga di Nagasari Banjarmasin, Pelaku Diancam Pasal Berlapis!

Dampak Larangan Mudik, Konsumsi BBM Diperkirakan Turun 20 Persen

- Apahabar.com Sabtu, 25 April 2020 - 20:57 WIB

Dampak Larangan Mudik, Konsumsi BBM Diperkirakan Turun 20 Persen

Ilustrasi - Pemudik tengah mengisi bahan bakar minyak di rest area jalan tol trans Sumatera. Foto-Antara/Agus Wira Sukarta

apahabar.com, JAKARTA – Kebijakan untuk larangan mudik pada Ramadan tahun ini akibat mewabahnya virus corona baru atau Covid-19 membuat konsumsi BBM diprediksi turun sebesar 20 persen.

VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman melalui informasi tertulisnya yang diterima di Jakarta, Sabtu (25/04), mengatakan meskipun pemerintah telah mengeluarkan larangan mudik, seluruh SPBU di jalur utama tetap beroperasi untuk mengamankan pasokan BBM bagi angkutan logistik, sembako, alat kesehatan serta angkutan kebutuhan penting lainnya yang diperbolehkan beroperasi.

Fajriyah menuturkan pada Ramadan kali ini Pertamina memprediksi konsumsi BBM akan berada di kisaran 110.034 kiloliter/hari atau turun 20 persen dibandingkan kondisi normal. Angka ini jauh di bawah konsumsi pada Ramadhan tahun lalu yang mencapai sekitar 138.318 kiloliter/hari.

Seperti pada masa Ramadan sebelumnya, Pertamina membentuk Tim Satgas yang bertugas memonitor pergerakan kebutuhan BBM dan elpiji selama Ramadan dan Idul Fitri. Pada masa ini pula, sejumlah Terminal BBM dan elpiji beroperasi 24 jam.

Sedangkan untuk elpiji, Pertamina memprediksi kebutuhan gas dapur pada Ramadhan kali ini akan meningkat sekitar enam persen karena mengantisipasi peningkatan permintaan selama Ramadhan.

Peningkatan permintaan tersebut disebabkan lebih karena menyesuaikan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sehingga akan lebih banyak aktivitas memasak di rumah.

Fajriyah menyatakan Pertamina telah menyiapkan sejumlah cara untuk mengantisipasi kenaikan tersebut. Mulai dari menjaga ketahanan stok hingga meningkatkan pelayanan melalui layanan antar atau Pertamina Delivery Service.

“Fokus utama kami adalah memastikan bagaimana kebutuhan energi masyarakat baik BBM maupun elpiji terpenuhi dan dengan prediksi kebutuhan elpiji akan meningkat maka kami juga menambah ketahanan stok hingga di level 19 hari dan memberi kemudahan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan elpiji dengan tetap berada di rumah saja,” ujarnya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Rupiah Melemah karena Sentimen Eksternal Silih Berganti
apahabar.com

Ekbis

Meningkatnya Kekhwatiran Terhadap Covid-19, Rupiah Ditutup Melemah 148 Poin
apahabar.com

Ekbis

Apple Tembus Nilai Pasar 2 Triliun Dolar AS
Pasar Muamalah

Ekbis

Tanggapi Pasar Muamalah, Kiai Ma’ruf: Tak Sesuai Aturan
apahabar.com

Ekbis

Baru Dioperasikan, Penumpang Syamsudin Noor Melonjak Drastis
Impor Tersendat Akibat Corona, Bawang Putih Picu Inflasi Kalsel 0,08 Persen

Ekbis

Impor Tersendat Akibat Corona, Bawang Putih Picu Inflasi Kalsel 0,08 Persen
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Ditutup Melemah Seiring Negatifnya Data Ekonomi Akibat Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Dua Bulan Pasca Gempa, Pasokan LPG di Palu Berangsur Normal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com