Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 10 Orang, Positif 8 H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel Polda Kaltim Gagalkan Peredaran Sabu 6 Kg di Samarinda dan Balikpapan Banjarmasin Resmi Perpanjang Tanggap Darurat Banjir, Kecamatan Timur Terparah! Resmi! Banjarmasin Berlakukan Pembatasan Transisi Mulai Hari Ini

Daripada ODP Keluyuran, Batola Berencana Karantina Massal

- Apahabar.com Senin, 13 April 2020 - 18:30 WIB

Daripada ODP Keluyuran, Batola Berencana Karantina Massal

Salah satu posko pemantauan Covid-19 di Kecamatan Wanaraya yang didirikan di perbatasan dengan kecamatan lain. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Berusaha menormalisasi suasana di Kecamatan Wanaraya, Barito Kuala sedang mempersiapkan lokasi karantina massal untuk ODP dan PDP ringan.

Aktivitas warga Wanaraya sedikit berubah, semenjak salah seorang warga dinyatakan positif Covid-19.

Kemudian ketika pasien positif dari kecamatan tersebut bertambah 3 orang, kebanyakan warga memilih berada di rumah dan menghindari interaksi dengan Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Sekarang sudah jarang terlihat warga berkumpul-kumpul. Malah jalanan juga semakin sepi, karena tampaknya warga lebih memilih berada di rumah,” papar Arya Adi, warga Desa Simpang Jaya.

“Sementara di perbatasan sejumlah desa, didirikan posko penjagaan dan penyemprotan disinfektan. Kalau saya ingin ke Marabahan, setidaknya bisa empat kali menjalani pemeriksaan suhu badan di sepanjang jalan,” imbuh pria yang bekerja di Marabahan ini.

Situasi tersebut sudah mendapat perhatian dari Pemkab Batola. Sembari mengantisipasi ledakan pasien positif Covid-19, sedang dipersiapkan lokasi karantina masal.

Karantina diperuntukkan ODP maupun PDP ringan. Sedangkan pasien positif, tetap diisolasi dan dirawat di RSUD Abdul Aziz Marabahan.

“Mengantisipasi supaya suasana masyarakat berjalan normal dan tak memunculkan kekhawatiran, seluruh ODP dan PDP disatukan dalam satu tempat. Kami yang mengkarantina mereka,” tegas Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS, Senin (13/4).

“Dengan demikian, asupan makanan, gizi, vitamin dan obat-obatan mereka dapat dipenuhi dengan baik. Kalau semuanya mencukupi, kemungkinan sembuh cukup besar,” imbuhnya.

Keputusan karantina massal itu juga didasari fakta bahwa sejumlah ODP dan PDP ringan masih keluyuran dan enggan menjalani isolasi mandiri. Inilah yang sering diresahkan warga lain.

“Kami memiliki alternatif tempat yang sedang dijajaki. Dikumpulkan dalam satu tempat jauh lebih baik, daripada mereka keluyuran. Selain petugas medis dan gizi, juga disiagakan petugas keamanan,” beber Noormiliyani.

“Semua kebutuhan ODP dan PDP ringan ditanggung. Tak perlu risau soal anggaran, karena sudah tersedia. Kalau program pembangunan, nanti diusahakan lagi karena terpenting situasi darurat ini dapat ditangani dengan baik,” tegasnya.

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Syarif

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kecelakaan Maut di U-Turn Guntung Manggis Banjarbaru, Pengendara Supra Tewas Seketika
apahabar.com

Kalsel

Direktur RSUD Sultan Suriansyah Tutup Usia Saat Harjad, Wali Kota Ungkap Kesan Mendalam
apahabar.com

Kalsel

Identitas Mayat Tertutup Payung Merah di Gunung Sari Banjarmasin Terungkap
apahabar.com

Kalsel

Setelah Bawaslu, SBPP Lapor Pengrusakan APK ke Polresta Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Danrem 101/Antasari Ingin Kemesraan Bersama Insan Pers Berlanjut
apahabar.com

Kalsel

Cekcok Pemuda di Telawang Banjarmasin: Pacar Diganggu, Celurit Bicara
apahabar.com

Kalsel

Tak Cuma Lihai Bertempur, Serdadu Koramil 1007-01/BT Juga Peduli
apahabar.com

Kalsel

Musisi Lokal Banjar Tampil Memukau di Duta Mall
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com