BANYU LALU HAJA Tim Paman Birin Mau Polisikan Warga, Peradi-Komnas HAM Pasang Badan Duuh, 8 Kecamatan di Tanah Laut Hilang Disapu Banjir Dear Korban Banjir Kalsel, Telkomsel Bebaskan Telepon-SMS Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar Lewat Udara, Paman Birin Salurkan Bantuan Korban Banjir dari Jokowi

Demi Isolasi Pasien Covid-19, Kelas I dan II RSUD Abdul Aziz Ditutup

- Apahabar.com Senin, 20 April 2020 - 18:39 WIB

Demi Isolasi Pasien Covid-19, Kelas I dan II RSUD Abdul Aziz Ditutup

Suasana RSUD Abdul Aziz yang cukup lengang, pasca penutupan kelas I dan II, terhitung sejak 18 April 2020. Foto-apahabar.com/Bastian Alka

apahabar.com, MARABAHAN – Di tengah ancaman penyebaran Covid-19, Manajemen RSUD Abdul Aziz Marabahan harus mengambil putusan sulit.

Mengantisipasi lonjakan pasien positif Covid-19, RSUD Abdul Aziz terpaksa menutup sementara ruang perawatan kelas I dan II. Ruangan berlantai dua tersebut selanjutnya dijadikan ruang isolasi baru.

Penutupan tersebut berlaku sejak 18 April, hingga pandemi Covid-19 dinyatakan sudah berakhir di Bumi Selidah.

“Kelas I dan II ditutup sementara, karena kami tidak memiliki ruangan lagi untuk mengisolasi pasien positif Covid-19,” ungkap Direktur RSUD Abdul Aziz, dr Faturrahman, Senin (20/4).

“Ruangan isolasi lama sebenarnya masih mencukupi. Namun penutupan harus dilakukan untuk mengantisipasi, mengingat jumlah pasien pria dan wanita juga tidak berimbang,” imbuhnya.

Total pasien positif Covid-19 di Batola berjumlah 15 orang. 6 di antaranya sudah ditempatkan di ruang isolasi Abdul Aziz, dan sisanya menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing.

Direncanakan 5 pasien lagi ditempatkan di Abdul Aziz, Selasa (21/4), dengan 2 di antaranya berjenis kelamin wanita.

“Sementara ini pasien pria dan wanita hanya dipisahkan sekat dalam satu tempat. Andai pasien pria bertambah dan masih tersisa bed pasien wanita, tak mungkin kami menggabungkan mereka,” jelas Faturrahman.

Seiring penutupan sementara kelas I dan II, ruang isolasi khusus pasien Covid-19 bertambah menjadi 20 hingga 25 kamar.

“Khusus pasien umum, kami konsultasikan dulu dengan orang bersangkutan bahwa ruangan yang tersedia cuma kelas III dan VIP,” beber Faturrahman.

“Seandainya tidak sesuai kelas dan tak bersedia naik atau turun kelas, solusi yang ditawarkan adalah dirujuk ke rumah sakit lain,” imbuhnya.

Di sisi lain, jumlah kunjungan ke Abdul Aziz sendiri sedikit menurun dalam beberapa pekan terakhir, “Bahkan belum satupun ruang VIP yang terisi,” papar Faturrahman.

Penurunan itu mulai terasa, semenjak sejumlah pasien positif Covid-19 sudah ditempatkan di ruang isolasi Abdul Aziz.

“Mudahan selama Covid-19 mewabah, kami tidak menderita sakit yang lain. Sekarang memang agak sedikit takut ke rumah sakit, kalau sekadar periksa,” beber Supian, warga Jalan Panglima Wangkang Marabahan.

“Biasanya kalau punya keluhan, kami mendatangi dokter keluarga atau dokter praktik,” pungkasnya.

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Syarif

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pangdam VI/Mulawarman ‘Larang’ Warga Kalsel ke Jakarta 22 Mei
apahabar.com

Kalsel

Mulai Februari, Pameran Pusaka Rasulullah di Martapura Digelar 20 Hari
apahabar.com

Kalsel

Sejumlah Sanksi akan Diterima, Jika Melanggar Perbup Tala
apahabar.com

Kalsel

Mobil Mewah Ini Antar Kiai Ma’ruf ke “Banua Bertabligh” Malam Nanti
apahabar.com

Kalsel

Masyarakat Peduli Api PT JGB Amankan DAS dan IPPKH dari Karhutla
apahabar.com

Kalsel

Ngotot Menjanda, Ibu Muda Ini Bolak-Balik PN Banjarmasin
TNI-AD

Kalsel

Sambut Hari Juang TNI-AD, Kodim 1004 Kotabaru Gelar Donor Darah
apahabar.com

Kalsel

Bang Dhin Dorong Pemda Siapkan Psikolog Pasien Isolasi Mandiri Covid-19 di Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com