Satu Truk Ambles, Waspada Jalan Lingkar Timur Balangan Berlumpur dan Berlubang ‘Kado’ Harjad Ke-495 Banjarmasin, Lonjakan Covid-19 hingga PPKM Berjilid-Jilid Fakta Terbaru Rombongan Moge di Jembatan Sungai Alalak, Ternyata Diduga Dikawal Polisi Dear Presiden Jokowi, Jembatan Alalak Kalsel Harus Dibuka Hindari Macet Sudah Dilimpahkan, Nih Jerat Hukuman Sejoli Pembuang Bayi di Stagen Kotabaru

Di Tengah Covid-19, Ribuan Buruh Malah Ancam Demo DPRD Kalsel

- Apahabar.com     Senin, 20 April 2020 - 20:05 WITA

Di Tengah Covid-19, Ribuan Buruh Malah Ancam Demo DPRD Kalsel

Buruh saat menggelar aksi demo 15 Oktober 2019 lalu. Foto-dok/apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Saat ada larangan mengumpulkan massa, ancaman demo bakal bergerak ke Kantor DPRD Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, Rabu (22/4).

Aksi itu siap dilakukan untuk menolak pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

“Surat rencana aksi ini sudah dikirim ke DPRD Kalsel,” kata perwakilan Aliansi Pekerja Buruh Banua, Yoeyoen Indharto. Surat ditujukan ke Sekretariat DPRD Provinsi Kalsel 15 April 2020 lalu.

Buruh masih menuntut hal yang sama, yakni mendesak DPR RI melalui anggota dewan di Kalsel agar menghentikan pembahasan Omnibus Law.

“Harusnya pemerintah memikirkan bagaimana agar wabah corona dapat segera berakhir,” ujarnya.

Aksi massa ini akan diikuti Aliansi DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kalsel, DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kalsel dan Korwil Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Kalsel.

“Rencananya sekitar 4.000 orang buruh se-Kalsel yang akan ikut dalam aksi unjuk rasa itu,” tegas Yoeyoen.

Yoeyoen memahami jika aksi ini harusnya tidak sampai terjadi, mengingat kondisi Corona yang tengah mewabah di Kalsel. Namun tidak ada pilihan lain, sebab hanya ini yang bisa dilakukan para buruh untuk menyampaikan aspirasi.

Bukan cuma soal Omnibus Law, Yoeyoen menyebutkan, para buruh juga menagih janji Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel yang akan memberikan insentif terhadap para buruh yang dirumahkan, atau yang kena Putus Hubungan Kerja (PHK).

Wacana ini terungkap saat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) beberapa waktu antara buruh dengan Komisi IV DPRD Kalsel dan dinas.

“Sampai lewat pertengahan April tidak ada realisasi, padahal data kami sudah diserahkan,” sindirnya.

Sekretaris DPRD Provinsi Kalsel, HAM Rozaniansyah ketika dikonfirmasi mengenai rencana aksi para buruh tersebut mengatakan sudah mendapat kabar. “Jumat (17/4) tadi sudah terima surat tembusannya,” ujarnya.

Namun apakah para buruh akan benar-benar turun aksi unjuk rasa di tengah kondisi wabah Corona ini, ia belum tahu. “Kita lihat saja nanti,” pungkasnya.

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Prakiraan Cuaca Kalsel, Siang Ini Hujan Lagi
apahabar.com

Kalsel

PT Batulicin Enam Sembilan dan Yayasan Haji Maming Distribusikan 5.5 Ton Beras untuk Korban Banjir
apahabar.com

Kalsel

Geger Peti Mayat di Sekumpul, Polisi Turun Tangan
apahabar.com

Kalsel

Lagi, Pasien Hasil Tracking Btl-38 di Batola Sembuh
apahabar.com

Kalsel

Jelang Idul Adha, Pemkot Banjarmasin Awasi Kesehatan Hewan Kurban
apahabar.com

Kalsel

Demo DPRD Kalsel, Ratusan Mahasiswa Desak Pengesahan RUU Farmasi
apahabar.com

Kalsel

Swab Keluar, PDP Kabur di Banjarbaru Positif Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Areal Rapat Pleno Rekapitulasi Suara di Kalsel Dijaga Ketat Aparat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com