Fix, Pengeboran Migas di Mahakam Ulu Kaltim Lanjut 2021 Seruan Jokowi: Buru Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Sigi! Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas

Di Tengah Covid-19, Ribuan Buruh Malah Ancam Demo DPRD Kalsel

- Apahabar.com Senin, 20 April 2020 - 20:05 WIB

Di Tengah Covid-19, Ribuan Buruh Malah Ancam Demo DPRD Kalsel

Buruh saat menggelar aksi demo 15 Oktober 2019 lalu. Foto-dok/apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Saat ada larangan mengumpulkan massa, ancaman demo bakal bergerak ke Kantor DPRD Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, Rabu (22/4).

Aksi itu siap dilakukan untuk menolak pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

“Surat rencana aksi ini sudah dikirim ke DPRD Kalsel,” kata perwakilan Aliansi Pekerja Buruh Banua, Yoeyoen Indharto. Surat ditujukan ke Sekretariat DPRD Provinsi Kalsel 15 April 2020 lalu.

Buruh masih menuntut hal yang sama, yakni mendesak DPR RI melalui anggota dewan di Kalsel agar menghentikan pembahasan Omnibus Law.

“Harusnya pemerintah memikirkan bagaimana agar wabah corona dapat segera berakhir,” ujarnya.

Aksi massa ini akan diikuti Aliansi DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kalsel, DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kalsel dan Korwil Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Kalsel.

“Rencananya sekitar 4.000 orang buruh se-Kalsel yang akan ikut dalam aksi unjuk rasa itu,” tegas Yoeyoen.

Yoeyoen memahami jika aksi ini harusnya tidak sampai terjadi, mengingat kondisi Corona yang tengah mewabah di Kalsel. Namun tidak ada pilihan lain, sebab hanya ini yang bisa dilakukan para buruh untuk menyampaikan aspirasi.

Bukan cuma soal Omnibus Law, Yoeyoen menyebutkan, para buruh juga menagih janji Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel yang akan memberikan insentif terhadap para buruh yang dirumahkan, atau yang kena Putus Hubungan Kerja (PHK).

Wacana ini terungkap saat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) beberapa waktu antara buruh dengan Komisi IV DPRD Kalsel dan dinas.

“Sampai lewat pertengahan April tidak ada realisasi, padahal data kami sudah diserahkan,” sindirnya.

Sekretaris DPRD Provinsi Kalsel, HAM Rozaniansyah ketika dikonfirmasi mengenai rencana aksi para buruh tersebut mengatakan sudah mendapat kabar. “Jumat (17/4) tadi sudah terima surat tembusannya,” ujarnya.

Namun apakah para buruh akan benar-benar turun aksi unjuk rasa di tengah kondisi wabah Corona ini, ia belum tahu. “Kita lihat saja nanti,” pungkasnya.

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Besok, 3 Ribu Liter Cairan Disinfektan Dibagikan ke Kecamatan

Kalsel

Besok, 3 Ribu Liter Cairan Disinfektan Dibagikan ke Kecamatan
apahabar.com

Kalsel

Kualitasnya Menggembirakan, Sukamta Puji Program KB
apahabar.com

Kalsel

Giat Polmas, Satpolairud Polres Tala Imbau Pesan Kamtibmas
apahabar.com

Kalsel

Jembatan Desa Jorong Segera Dibangun Konstruksi Beton, Warga Antusias
apahabar.com

Kalsel

Hujan Deras, Titik Vital di Banjarmasin Tergenang  
apahabar.com

Kalsel

Komisi IV DPRD Kalsel Sorot Masalah Ketenagakerjaan Indocement
apahabar.com

Kalsel

2020, RUPM Tambah Modal PDAM Intan Banjar Rp35 M
apahabar.com

Kalsel

Sepekan CPNS Banjarmasin, Formasi Ini Kurang Peminat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com