Tim Paman Birin Blunder Ancam Polisikan Warga Soal Banjir Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin

Dilema Wabah Covid-19 dan Pembebasan Narapidana di Kalsel

- Apahabar.com Sabtu, 11 April 2020 - 17:38 WIB

Dilema Wabah Covid-19 dan Pembebasan Narapidana di Kalsel

Ilustrasi warga binaan permasyarakatan. Foto-Istimewa

Oleh: Rizal Khalqi

MENTERI Hukum dan HAM, Yasonna Laoly telah menerbitkan Keputusan Menteri (Kepmen) mengenai pembebasan narapidana demi mencegah penyebaran virus Corona di penjara.

Menkumham menjelaskan bahwa Kepmenkumham itu berisi tentang pengeluaran dan pembebasan narapidana dan anak melalui asimilasi dan integrasi, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), dan Rumah Tahanan Negara (Rutan).

Termasuk di antaranya Provinsi Kalsel. Awal April lalu ada 1.386 orang napi mendapat keringanan masa tahanan. Mereka bebas. Menghirup udara segar serta berkumpul dengan keluarga lebih cepat.

Meski demikian pembebasan besar-besaran tersebut memicu kekuatiran di tengah masyarakat. Sebab siapa yang bisa menjamin para napi itu tak terlibat kejahatan lagi?

Dampaknya tentu sudah terlihat di beberapa daerah. Di mana para napi yang telah bebas kembali melakukan kejahatan.

Pengamat Hukum Pidana yang juga Dosen Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin Mispansyah melihat pembebasan napi di tengah pandemi saat ini akan berdampak negatif ke masyarakat.

Dari sisi ekonomi, wabah saat ini bisa membuat ekonomi masyarakat tambah turun. Ditambah saat bersamaan ada ribuan pegawai yang juga di-PHK perusahaan.

Hal itu tentu menyebabkan para napi yang bebas akan menambah beban di keluarga mereka. Para napi yang bebas bisa jadi akan berpikir mengambil jalan pintas demi memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan melakukan kejahatan.

Jadi masyarakat sudah menghadapi wabah Covid, juga merasa cemas dengan potensi kriminalitas meningkat.Imbauan yang mengatasnamakan Babinkamtibmas dan Babinsa melalui pesan berantai di berbagai grup WA patut diapresiasi.Kurang lebih isi pesannya begini:

“Assalamualaikum wrwb”

“Kepada seluruh perangkat RT dan RW sehubungan telah bebasnya para napi di Indonesia sebesar 30.000 narapidana, sekitar 200-an orang dari Lapas (LP) Teluk Dalam Kota Banjarmasin dari berbagai kasus yang menonjol, yang didominasi kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), belum lagi di LP seluruh Kalsel pasti lebih banyak lagi daripada di LP Teluk Dalam, Maka mohon hati2 dan jangan lengah.,”

“Kepada para ketua RT dan RW serta kepada semua masyarakat saling membantu menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan baik Curnamor, atau penyebaran Virus Covid-19.”

“Juga diimbau kepada masyarakat yang memiliki kendaraan agar tidak parkir sembarangan dan kalau Kendaraannya diparkir tolong untuk ditambah kunci tambahan/kunci ganda dan parkirlah di tempat yang sekiranya aman,” demikian bunyi imbauan itu.

Dengan kondisi saat ini saya kira pemerintah harus lebih hadir saat krisis akibat Covid-19 ini. Terlebih aparat penegak hukum; memberi kepastian keamanan warga. Caranya, ekstra pengawasan ke napi-napi itu.

Sependapat dengan Mispansyah, rasanya agak aneh pihak kepolisian menangkap orang-orang kritis yang mengkritik kebijakan penganggulangan Covid-19 di media sosial. (Baca Republika: Kritik Presiden Tangani Covid-19, Miliarder China Ditahan)

Pasalnya kritik tak melulu bentuk ekspresi kebencian. Kritik lahir bukankah sebagai bahan evaluasi?

=============================

Penulis adalah jurnalis di apahabar.com

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Opini

Kisah Desaku: Tolak Bala Cegah Corona
apahabar.com

Opini

Puasa Jadi Perisai di Tengah Covid-19
apahabar.com

Opini

Peran Tenaga Medis, Komitmen Pemerintah dan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19
apahabar.com

Opini

Mengamalkan Wiridan Tanpa Ijazah; Menyikapi Fenomena Kitab Imdad Abah Guru Sekumpul
Nadiem Makarim

Opini

Nadiem Makarim, ‘Tatangguhan’, dan Persiapan Masa Depan
apahabar.com

Opini

Islamofobia dan Kumandang Azan dari Radio BBC London
apahabar.com

Opini

Menanti Kinerja Wajah Baru Wakil Kalsel di Senayan
apahabar.com

Opini

Optimalisasi Work From Home Bagi ASN      
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com