Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Disinfektan Berbahan Alami, Kalsel Produksi Ratusan Liter Setiap Hari

- Apahabar.com Senin, 6 April 2020 - 19:17 WIB

Disinfektan Berbahan Alami, Kalsel Produksi Ratusan Liter Setiap Hari

Gubernur Kalsel saat memegang jeriken disinfektan berbahan alami. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

apahabar.com, BANJARBARU – Dinas Kehutanan bekerja sama dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan membuat terobosan baru dalam upaya mematikan wabah virus Covid-19 melalui disinfektan ramah lingkungan.

Disinfektan ramah lingkungan itu diolah dari pembakaran cangkang sawit yang kemudian menghasilkan asap cair.
Dalam satu hari proses produksi mampu menghasilkan hingga 800 liter.

“Produksi kita 800 liter perhari, itu mampu menyemprot sebanyak 80 ribu liter setelah dicampur air,” ungkap Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol saat ditemui di halaman Kantor Setdaprov Kalsel, Senin (6/4).

Produksi pengolahan telah dikerjakan sejak minggu lalu, namun secara resmi Gubernur Sahbirin Noor melakukan pelepasan kepada 230 personel Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang akan melaksanakan tugas di lapangan.

“Kita tidak bisa memprediksi ini berakhir cepat. Tapi diharapkan bisa ditindaklanjuti oleh Gugus Tugas Covid-19 Kalsel,” harapnya

Proses pengerjaan dilakukan oleh Dishut Kalsel, sedangkan untuk bahan baku didistribusikan oleh Disbunnak Kalsel melalui kerjasama dengan pihak perusahaan sawit.

Walau diklaim ramah lingkungan, namun penggunaannya diprioritaskan untuk bagian permukaan benda saja. Dari segi tekstur, larutan cairan ini berwarna hitam pekat dan masih tersisa ampas dari pembakaran. Baunya pun cukup tajam akibat proses pembakaran tadi.

“Untuk skala tertentu juga bisa digunakan sebagai hand sanitizer. Memang baunya agak menonjol seperti kita makan bandeng asap. Tetapi saya rasa dengan kondisi ini maklum saja,” kata Hanif

Tak hanya cangkang sawit, disinfektan ini juga dapat diolah dari bahan alami lainnya seperti kayu-kayuan, batok kelapa hingga karet. Menurut Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi, bahan baku dipilih berdasarkan kualitas terbaik yang telah direkomendasikan sebelumnya.

“Ini upaya kita agar tidak tergantung kepada disinfektan pabrikan. Bahannya pun aman digunakan untuk cuci tangan pada hari-hari biasa,” jelasnya

Reporter: Musnita Sari
Editor: Puja Mandela

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Dishut Kalsel

Desa Ajung Balangan Kantongi Izin Perhutanan Sosial Nusantara
Pejabat Tahura dan Pokdarwis Perangi Sampah di Tiwingan Lama

Dishut Kalsel

Pejabat Tahura dan Pokdarwis Perangi Sampah di Tiwingan Lama
apahabar.com

Dishut Kalsel

Kesatuan Pengelola Hutan Kembali Identifikasi Potensi RPH di Bumi Sanggam
apahabar.com

Dishut Kalsel

Kelompok Tani Hutan di HSS Kembali Mendapat Mesin Tusuk Sate
apahabar.com

Dishut Kalsel

Revolusi Hijau, Dinas Kehutanan Kalsel Gandeng Masyarakat Adat
apahabar.com

Dishut Kalsel

Konflik Tenurial Hambat Target Usulan PS Cantung
apahabar.com

Dishut Kalsel

Dishut Kalsel Kunker Sekalian Tinjau RPH Kinarum dan Jaro
apahabar.com

Dishut Kalsel

Pelayanan Publik Terbaik, Paman Birin: Cuma Kalsel dan Jatim yang Dapat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com