Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar Lewat Udara, Paman Birin Salurkan Bantuan Korban Banjir dari Jokowi Pekan Ini, Rupiah Berpeluang Tembus Rp 14.000 Dini Hari, Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,8 Km Kanada Bakal Cabut Larangan Terbang Boeing 737 Max

Dokter Akui Sempat Stres Tangani Pasien Corona 

- Apahabar.com Rabu, 29 April 2020 - 19:50 WIB

Dokter Akui Sempat Stres Tangani Pasien Corona 

Ilustrasi dokter yang merawat pasien Corona. Foto-Chinatopix via AP

apahabar.com, PEKANBARU – Meski sudah puluhan tahun menjadi dokter, Rohani sempat menghadapi stres saat pertama menangani pasien yang diduga terserang Covid-19.

“Saya kelelahan. Sempat demam waktu pertama kali karena mungkin stres karena (wabah) ini baru meledak. Saya demam beberapa hari, batuk-pilek,” kata dokter spesialis paru-paru itu.

Virus corona menyebar cepat di Pekanbaru, yang kini sudah masuk dalam zona merah penularan Covid-19. Pasien terus mengalir ke ruang isolasi rumah sakit.

Bersama tenaga medis lainnya, Rohani selama berjam-jam harus menjalankan tugas merawat pasien dengan mengenakan alat pelindung diri di tiga rumah sakit rujukan penanganan Covid-19. Tiga RS rujukan itu adalah Rumah Sakit Syafira, Rumah Sakit Prima, dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Madani Pekanbaru.

Tenaga kesehatan harus selalu berhubungan dengan pasien untuk memberikan perawatan maupun konsultasi. Kondisi yang demikian membuat tenaga medis seperti Rohani rentan tertular virus corona.

Berdasarkan data Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), per 28 April 2020 sudah ada 40 tenaga kesehatan yang gugur dalam tugas berat menangani Covid-19. Rohani pun pernah harus menjalani isolasi di rumah sakit sebagai pasien yang diduga terserang Covid-19.

“Saya sempat diisolasi, sempat merasakan isolasi seperti pasien lainnya,” kata dia menambahkan. Selama isolasi, dia berusaha meningkatkan daya tahan tubuh agar cepat pulih.

Ia bersyukur hasil pemeriksaan menunjukkan dia tidak terserang virus corona sehingga bisa melanjutkan panggilan tugas untuk menangani pasien Covid-19. “Saya langsung terjun lagi, balik kerja lagi. Karena kita kekurangan tenaga dokter, di mana-mana kurang tenaga kesehatan,” katanya.

Setelah mengalami masa karantina, Rohani menjadi lebih mudah memosisikan diri dalam menangani pasien yang stres saat pertama kali masuk ke ruang isolasi. “Ada beberapa pasien sampai mau lari, buat tingkah, enggak mau makan. Kita sedang diuji sabar kita menghadapi mereka. Karenanya harus memosisikan seandainya kita di posisi mereka,” kata dia.

Rohani bersyukur keluarganya terus mendukung meski waktunya kini terkuras untuk menangani pasien. “Walau ada kekhawatiran, kita saling menjaga, saling menguatkan,” katanya.

Selama bertugas menangani pasien Covid-19, Rohani juga mendapat banyak saudara. “Setelah pasien pulang, mereka ucapkan terima kasih sampai luar biasa, padahal memang itu tugas kita. Jadi, mereka sering Whatsapp ke perawat dan dokter, ucapkan terima kasih karena berpekan-pekan sama kita, ya jadi seperti keluarga jadinya,” kata Rohani.

Sampai sekarang jumlah pasien yang menjalani perawatan terkait penularan Covid-19 masih meningkat di Pekanbaru. Rohani bersama tenaga medis dan paramedis berusaha sebaik mungkin untuk mendukung penanggulangan wabah.

Dia hanya berharap setiap warga secara sadar mau tetap berada di rumah dan menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona agar wabah segera berakhir. “Mereka yang di rumah itu pahlawan sebenarnya,” ujar dia.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Momen Jokowi Kunjungi Labuan Bajo, Nikmati Sunset
apahabar.com

Nasional

Pasokan Pangan 2020 Aman, 2021 Waspada
apahabar.com

Nasional

Polisi Tembak Mati Bandar 10 Kilogram Sabu-sabu
apahabar.com

Nasional

Dukung Program Ketahanan Pangan di Kalteng, Jokowi Tugaskan 3 Menteri
apahabar.com

Nasional

Mendes: Penerima BLT Dana Desa Turun dari Target Awal
apahabar.com

Nasional

BPBD: Hujan Picu Kabut Asap Hari Ini, Simak Penjelasan BMKG
apahabar.com

Nasional

Viral Akan Ada Letusan Krakatau dan Gempa 8 SR, Begini Penjelasan BMKG
apahabar.com

Nasional

Peringati Maulid Nabi, Wapres Ma’ruf: Teladani Sifat Rasulullah SAW di Era Disrupsi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com