Usai Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Pemkot Banjarmasin Incar Ruko dan TPS Veteran BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin

Dukung Banjarmasin, Batola Jajaki Penerapan PSBB

- Apahabar.com Senin, 20 April 2020 - 20:11 WIB

Dukung Banjarmasin, Batola Jajaki Penerapan PSBB

enerapan PSBB di Banjarmasin dipastikan ikut mempengaruhi arus lalu lintas di Jembatan Alalak II yang berbatasan langsung dengan Barito Kuala. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Lewat pertemuan segi empat yang diinisiasi Pemprov Kalimantan Selatan, Barito Kuala (Batola) juga menjajaki penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Berlangsung di Gedung Idham Chalid Banjarbaru, Senin (20/4) siang, pertemuan yang dipimpin Sekdaprov Kalsel, Haris Makkie, tersebut menghadirkan tiga pimpinan kepala daerah.

Inti pertemuan membahas PSBB yang diterapkan Banjarmasin sejak 24 April 2020. Namun sukses atau gagal PSBB tersebut, juga tergantung daerah berbatasan.

“Penerapan PSBB di Banjarmasin sudah tepat, mengingat sudah banyak orang terkonfirmasi positif Covid-19,” papar Haris.

“Tetapi PSBB di Banjarmasin tidak optimal, kalau daerah-daerah di sekitar seperti Batola, Banjar dan Banjarbaru tidak menerapkan hal serupa,” tambahnya.

Kendati dapat membantu Banjarmasin, tiga daerah tetangga juga mesti didukung kesiapan infrastruktur, teknis pelaksanaan dan kesiapan dana, sebelum menerapkan PSBB.

“Pemprov Kalsel sendiri berencana memberikan bantuan sebesar Rp1 miliar untuk operasional PSBB dan penyelenggaraan gedung karantina,” ungkap Haris.

“Namun angka pasti harus dikoordinasikan dahulu lebih lanjut dengan instansi terkait di kabupaten/kota masing-masing,” imbuhnya.

Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS, mendukung rencana membantu kesuksesan PSBB Banjarmasin demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Sebagai penyangga ibukota provinsi, Batola bersama Banjar dan Banjarbaru diminta membantu PSBB di Banjarmasin. Memang kalau tanpa bantuan daerah lain, pembatasan itu bisa saja percuma,” tegas Noormiliyani.

“Batola sebenarnya sudah siap lebih dulu menghadapi PSBB. Di antaranya pembatasan-pembatasan sosial, pendirian tujuh pos pantau perbatasan, hingga menelusuri ODP dan karantina,” imbuhnya.

Sementara tindakan lain yang juga sedang berlangsung adalah menyalurkan bahan pokok sebanyak 20 ribu paket senilai Rp200 ribu. Bantuan itu dimulai April hingga Juni 2020.

“Intinya Batola mau tidak mau harus siap. Tentunya harus diperjelas dulu arahan teknis, termasuk jaring pengamanan sosial yang dipastikan semakin besar,” tandas Noormiliyani.

Daerah yang disetujui Menteri Kesehatan melaksanakan PSBB, selanjutnya dapat menerapkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan.

Dalam Pasal 9 disebutkan setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan karantina kesehatan atau menghalang-halangi penyelenggaraan karantina kesehatan masyarakat, dipidana penjara paling lama 1 tahun penjara dan denda paling banyak Rp100 juta.

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

DPRD Banjarmasin Ingatkan Dinkes Waspadai Masuknya Virus Corona
apahabar.com

Kalsel

Polisi: Levie Prisilia Korban Pembunuhan
apahabar.com

Kalsel

Pagi, Kabut Mulai Tutupi Jalan ke Marabahan

Kalsel

KPK dan ESDM Kalsel Temukan 3 Pertambangan Tanpa Izin di Tala
Tak Pakai Masker

Kalsel

Lalai, 7 Warga Kedapatan Tak Pakai Masker di Pasar Plambon
Tugboat Hantam Rumah

Kalsel

Polisi Selidiki Insiden Tugboat Hantam Rumah Warga di Sungai Barito
apahabar.com

Kalsel

Banjarbaru Zona Merah Covid-19, Pjs Wali Kota Panggil Instansi dan SKPD Terkait
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Banjarmasin: Tambah Satu PDP, Seorang Lelaki
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com