Gunung Sinabung Erupsi, Semburkan Debu Vulkanik Setinggi 500 Meter Update Covid-19 di Tanbu: Positif 18 Orang, Sembuh 12 Teringat Kebaikan Warga Kalsel Saat Haul Sekumpul, Bantuan Terus Mengalir dari Kaltim Belum Ada Pasokan, BBM di Tabalong Mulai Langka Terdakwa Bantah Polisi, Sidang Sabu 300 Kg Banjarmasin Memanas

EKSKLUSIF: Perjuangan Pasien Ulin 01 Selama di Ruang Isolasi

- Apahabar.com Minggu, 5 April 2020 - 15:55 WIB

EKSKLUSIF: Perjuangan Pasien Ulin 01 Selama di Ruang Isolasi

Ruang isolasi Pasien 01 RSUD Ulin Banjarmasin. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Melalui serangkaian pengobatan dan perjuangan lahir batin pasca dinyatakan terinfeksi Covid-19, perlahan kondisi Pasien Ulin 01 terus membaik di ruang isolasi RSUD Ulin Banjarmasin.

Seperti apa kisahnya, berikut wawancara eksklusif dengan Pasien Ulin 01 kepada apahabar.com via WhatsApp, Minggu (5/4).

Dia merupakan salah seorang dari warga Kalimantan Selatan yang dinyatakan suspect Covid-19.

Sebelum dinyatakan kategori masuk itu, Pasien Ulin 01 sempat mengalami demam tinggi. Diduga terkena demam berdarah, lalu sempat dirawat di RS Suaka Insan Banjarmasin selama satu pekan.

Namun lantaran tak kunjung membaik, dia dirujuk ke RSUD Ulin sejak 14 Maret 2020, hingga akhirnya dinyatakan terinfeksi Covid-19 dan dirawat hingga sekarang.

“Saya hanya berpikir positif dan meyakini penyakit ini adalah ujian dari Allah. Saya sendiri tidak tahu berada di mana ketika terpapar penyakit itu,” ungkap si pasien.

“Namun itu sudah risiko pekerjaan saya. Semoga keluarga dan sahabat menaati anjuran pemerintah agar berhati-hati, menjaga kebersihan dan sosial distancing selama beraktivitas di luar rumah,” pesannya.

Ia mengingat, sewaktu pertama kali gejala muncul, terasa lain. Selama lima hari pertama, semuanya terasa tidak enak.

Mulai dari demam hingga 38,5 derajat, sesak napas dan tidak bisa membedakan aroma. Selama lima hari itu, hanya obat yang masuk.

Tidak hanya fisik, mental si pasien juga mendapat ujian berat. Berhari-hari dalam perawatan, suasana yang dihadapi cuma dinding kamar rumah sakit berwarna putih.

Komunikasi tatap muka juga terbatas, karena larangan dibesuk. Ia hanya dapat bertemu dokter dan perawat yang memeriksa tiga kali setiap hari.

Dalam tiga kali sehari pula setiap pukul 11.00, 18.00 dan 23.00, ia diwajibkan mengonsumsi obat-obatan maupun injeksi.

“Frustrasi sudah pasti, tetapi Alhamdulillah saya berusaha melawan perasaan itu dengan semangat untuk sembuh. Alhamdulillah pula anak dan istri saya negatif virus, berdasarkan tes swab yang dilakukan,” bebernya.

Sekarang berangsur-angsur kondisi mulai membaik, sehingga beberapa aktivitas fisik dapat dilakukan. Sementara makanan juga normal seperti biasa dengan menu 4 sehat 5 sempurna.

Juga dalam beberapa hari terakhir, ia dianjurkan dokter berolahraga ringan selama 30 menit yang dimulai setiap pukul 09.00.

Untuk aktivitas olahraga ini, si pasien sempat mengirimkan video ke apahabar.com. Tampak sekali ia fit dan bugar.

Selama berada dalam ruang isolasi, pria kelahiran Jember yang bulan ini genap berusia 46 tahun itu justru merasa semakin dekat dengan Sang Pencipta.

Selain salat wajib, ibadah sunat seperti salat duha serta tahajud dapat dilakukan dengan khusuk.

Selain melakukan ibadah, ia mengisi waktu dengan menonton video streaming melalui telepon seluler.

Menu favorit ayah dua anak ini adalah musik dan tentu saja berita-berita nasional dan internasional.

“Selama dalam perawatan, saya banyak membaca berita nasional maupun internasional melalui media online. Kemudian diselingi menonton acara televisi dan musik,” ceritanya.

Kendati sudah membaik, ia masih harus dalam perawatan, hingga hasil tes berikutnya menunjukkan negatif virus.

“Saya semampunya memanfaatkan waktu 24 jam perawatan sebaik mungkin. Disamping konsentrasi penyembuhan, juga menjaga kondisi tubuh dan pikiran positif,” tegasnya.

“Semangat juga datang dari doa-doa keluarga, sahabat dan keluarga besar. Itu yang membuat saya terlecut untuk bisa melalui ujian dari Allah ini. Mudah-mudahan atas izin Allah, doa kesembuhan itu bisa dikabulkan,” bebernya.

Ia bersyukur selama di rawat, dokter dan perawat memperlakukan dengan baik.

Tak lupa ia berterimakasih atas upaya Gubernur H Sahbirin Noor beserta jajaran Pemprov Kalsel dalam menangani Covid-19 selama ini. Termasuk perhatian serius perusahaan tempatnya bekerja.

Selanjut, Pasien 01 akan menjalani tes kembali Senin (6/4). Semoga hasilnya bagus dan dinyatakan sembuh!

Keterangan: Wawancara ini dilakukan atas kesepakatan bersama. Identitas nama sesuai penamaan yang diberikan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kalsel. Semata dapat jadi spirit bersama, berjuang mencegah Covid-19 di Kalsel.

apahabar.com

Ruang isolasi Pasien 01 RSUD Ulin Banjarmasin. Foto-Istimewa

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

DAD Tapin Jamin Masyarakat Tak Terpancing Isu Rusuh Penajam
apahabar.com

Kalsel

Baru Beli Sabu, Pemuda Tapin Ditangkap Polisi
Jika Renovasi Selesai, Tarif Retribusi Pasar Tungging Naik

Kalsel

Jika Renovasi Selesai, Tarif Retribusi Pasar Tungging Naik
Jembatan Basirih

Kalsel

Identitas Jasad yang Ditemukan di Bawah Jembatan Basirih Terungkap
apahabar.com

Kalsel

Gaji Guru Honorer Kalsel Naik, IGI Genjot Kompetensi
apahabar.com

Kalsel

Usai Lakukan Reses, Wakil Rakyat Kalsel Bakal Di-Swab Tes
apahabar.com

Kalsel

Berkah HUT Ke-74 RI, PBB dan Air Bersih Veteran Banjarmasin Gratis Setahun
apahabar.com

Kalsel

Mengandung Gas, Air Sumur Bor Badandan Batola Layak Konsumsi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com