Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Empat Anak Tewas Tertimbun Tanah Galian, Tujuh Pekerja Ditahan

- Apahabar.com Senin, 20 April 2020 - 12:27 WIB

Empat Anak Tewas Tertimbun Tanah Galian, Tujuh Pekerja Ditahan

Ilustrasi: Para pekerja menghancurkan gedung perumahan di Yuhuan, provinsi Zhejiang, China, Selasa (6/12). Gedung yang selesai dibangun pada Januari 2011 itu mulai miring ke arah barat akibat tumpukan pondasi yang lemah pada 1 November lalu, menurut keterangan dari Kantor Berita Xinhua. Foto: Reuters via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Empat anak berusia lima hingga 11 tahun ditemukan tewas tertimbun tanah galian di lokasi proyek pembangunan perumahan di Kabupaten Yuanyang, Provinsi Henan, China.

Tujuh orang, termasuk manajer proyek pembangunan perumahan, ditahan dan dimintai pertanggungjawaban.

Anak-anak yang menjadi korban itu merupakan warga salah satu desa di Kabupaten Wenzhuang.

Hasil penyelidikan sementara menyebutkan bahwa korban kesulitan bernapas saat tertimbun gundukan.

Tidak diketahui secara jelas bagaimana para korban terjebak dalam gundukan tanah.

Jenazah empat anak itu ditemukan satu meter di bawah galian tanah pada Sabtu (18/4), demikian dilaporkan portal berita Thepaper.cn.

Media tersebut menduga ada kesalahan konstruksi dalam proyek itu.

Liu, ayah dari dua anak yang menjadi korban, mengatakan bahwa empat anak itu berasal dari tiga keluarga berbeda.

Dia mengaku kehilangan dua anak lelakinya pada Sabtu (18/4) pukul 17.00 waktu setempat (16.00 WIB). Beberapa saat kemudian, dia mendapatkan informasi bahwa anaknya sudah tidak bernyawa dan diangkat dari dalam tanah galian.

Pemkab Yuanyang menyatakan pihak pengembang tidak mematuhi prosedur pembangunan perumahan.

Feng Xianying, seorang pengacara dari Yingke Law Firm, mendesak pemerintah memperketat jaminan keselamatan anak-anak.

Oleh karena sedang terjadi pandemi COVID-19, lanjut dia, anak-anak seharusnya belajar di rumah sehingga sangat penting menjaga keselamatan jiwa mereka.

“Baik sekolahan maupun orang tua harus bekerja sama meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan anak-anak mereka. Para orang tua harus menyediakan waktu lebih banyak untuk mendampingi anak-anak mereka,” ujarnya seperti dikutip China Daily. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Demo DPRD Kalsel Sempat Ricuh, 3 Polisi Dilarikan ke Ambulans
apahabar.com

Nasional

Beda Pilihan Bisa Memicu Perceraian Hingga Pembunuhan, Berikut Datanya
apahabar.com

Nasional

42 Tahun Perjuangan Mencari Patok Indonesia-Malaysia, Ini Hasilnya
apahabar.com

Nasional

Setahun Jokowi-Ma’ruf, Produksi APD dalam Negeri Terus Digenjot
apahabar.com

Nasional

PBNU Imbau Warga Jaga Persatuan Saat Natal
apahabar.com

Nasional

Usung Ibu Kota Negara Maritim, Kalsel Usulkan Tanah Bumbu
apahabar.com

Nasional

Kebakaran di Kilang Minyak Balikpapan, Penanggulangan Terus Berjalan
apahabar.com

Nasional

Malam Ini Waspadai Gelombang Tinggi Perairan Jakarta
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com