Malam Lebaran, Kebakaran Gegerkan Warga Kuin Banjarmasin! Ngenes! Mau Tutup, Pengunjung Duta Mall Banjarmasin Malah Menurun H-1 Lebaran, Puluhan Pemudik Diputarbalik di Pos Penyekatan Tabalong! Buat Jalur Khusus Jemaah, Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin Gelar Salat Ied Hore! Remisi Lebaran Warga Binaan di Kalsel Diusulkan Bertambah, Segini Jumlahnya

Empat Anak Tewas Tertimbun Tanah Galian, Tujuh Pekerja Ditahan

- Apahabar.com Senin, 20 April 2020 - 12:27 WIB

Empat Anak Tewas Tertimbun Tanah Galian, Tujuh Pekerja Ditahan

Ilustrasi: Para pekerja menghancurkan gedung perumahan di Yuhuan, provinsi Zhejiang, China, Selasa (6/12). Gedung yang selesai dibangun pada Januari 2011 itu mulai miring ke arah barat akibat tumpukan pondasi yang lemah pada 1 November lalu, menurut keterangan dari Kantor Berita Xinhua. Foto: Reuters via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Empat anak berusia lima hingga 11 tahun ditemukan tewas tertimbun tanah galian di lokasi proyek pembangunan perumahan di Kabupaten Yuanyang, Provinsi Henan, China.

Tujuh orang, termasuk manajer proyek pembangunan perumahan, ditahan dan dimintai pertanggungjawaban.

Anak-anak yang menjadi korban itu merupakan warga salah satu desa di Kabupaten Wenzhuang.

Hasil penyelidikan sementara menyebutkan bahwa korban kesulitan bernapas saat tertimbun gundukan.

Tidak diketahui secara jelas bagaimana para korban terjebak dalam gundukan tanah.

Jenazah empat anak itu ditemukan satu meter di bawah galian tanah pada Sabtu (18/4), demikian dilaporkan portal berita Thepaper.cn.

Media tersebut menduga ada kesalahan konstruksi dalam proyek itu.

Liu, ayah dari dua anak yang menjadi korban, mengatakan bahwa empat anak itu berasal dari tiga keluarga berbeda.

Dia mengaku kehilangan dua anak lelakinya pada Sabtu (18/4) pukul 17.00 waktu setempat (16.00 WIB). Beberapa saat kemudian, dia mendapatkan informasi bahwa anaknya sudah tidak bernyawa dan diangkat dari dalam tanah galian.

Pemkab Yuanyang menyatakan pihak pengembang tidak mematuhi prosedur pembangunan perumahan.

Feng Xianying, seorang pengacara dari Yingke Law Firm, mendesak pemerintah memperketat jaminan keselamatan anak-anak.

Oleh karena sedang terjadi pandemi COVID-19, lanjut dia, anak-anak seharusnya belajar di rumah sehingga sangat penting menjaga keselamatan jiwa mereka.

“Baik sekolahan maupun orang tua harus bekerja sama meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan anak-anak mereka. Para orang tua harus menyediakan waktu lebih banyak untuk mendampingi anak-anak mereka,” ujarnya seperti dikutip China Daily. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Intip Respon Polda Jabar, Polwan Kirim Miras ke Mahasiswa Papua
apahabar.com

Nasional

KLHK Tingkatkan Kesiapsiagaan Atasi Karhutla di Bulan September
apahabar.com

Nasional

Petani Pidie Terancam Gagal Panen
apahabar.com

Nasional

Paman Birin: Ustaz Arifin Ilham Putra Terbaik Banua
Syekh Ali

Nasional

Bukan di Lombok, Syekh Ali Jaber akan Dimakamkan di Daarul Quran

Nasional

Anies Baswedan Positif Covid-19
Istiqlal

Nasional

Masjid Istiqlal Direnovasi, Ada Terowongan Bawah Tanah ke Gereja Katedral
apahabar.com

Nasional

KPK Segera Panggil Menpora Imam Nahrawi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com