Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Gunakan Baju Mirip Motif Corona, Achmad Yurianto: Batik Ini Baju Tahun Lalu

- Apahabar.com Senin, 20 April 2020 - 07:00 WIB

Gunakan Baju Mirip Motif Corona, Achmad Yurianto: Batik Ini Baju Tahun Lalu

Juru bicara penanganan virus corona, Achmad Yurianto. Foto-tangkapan layar Youtube

apahabar.com, JAKARTA – Juru bicara penanganan virus corona, Achmad Yurianto kemarin tampil mengenakan baju atasan berwarna biru dengan motif bola-bola kecil warna warni mirip virus corona saat menyampaikan perkembangan penanganan Covid-19 di Kantor BNPB, Jakarta.

Meski banyak yang mengira itu adalah batik bermotif virus corona, nyatanya itu adalah baju koleksi lama sang dokter militer tersebut.

“Ini baju setahun yang lalu saat peringatan hari AIDS sedunia,” kata Yuri di Jakarta pada Minggu (19/04).

Yuri, sapaan akrabnya, memang terlihat mengenakan batik bermotif bulat-bulat serupa virus dengan pita berwarna merah putih yang melengkung terjalin mirip pita simbol HIV AIDS.

Makna batik

Pendiri label batik Purana, Nonita Respati mengatakan bahwa motif-motif pada batik klasik memiliki makna filosofis termasuk doa dan harapan dari sang empunya batik itu sendiri.

“Dalam motif batik klasik setiap motifnya dari Parang, Kawung, Sekar Jagad, Truntum misalnya, selain filosofis, ia juga seremonial (memiliki guna digunakan untuk sebuah acara atau upacara),” kata Nonita.

Wanita lulusan Fakultas Hubungan Internasional, Universitas Parahyangan, Bandung itu mengatakan bahwa para pencinta batik yang paham akan mengenakan batik dengan motif tertentu yang sesuai dengan dengan tujuan seremoni.

Sementara untuk batik-batik kontemporer, kata Nonita, motifnya cenderung kekinian dan tidak mengisyaratkan makna yang dalam.

“Kalau dalam batik kontemporer biasanya tidak (filosofis). Lebih ke makna modern, seni, komersil, estetis, up to date.”

Yuri yang lahir di Malang 11 Maret 1962 itu sebelumnya juga pernah tampil mengenakan masker batik yang berbeda setiap hari.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Minuman Higienis dan Praktis Dibutuhkan Saat Banjir
apahabar.com

Gaya

Sistem Transportasi Publik Pintar Masa Depan Sedang Diuji
apahabar.com

Gaya

Mahasiswa UMM Temukan Sistem Pintar Pendeteksi Kebakaran Hutan
apahabar.com

Gaya

Yamaha Rancang Motor Bahan Bakar Air
apahabar.com

Gaya

Investasi Janda Bolong, dan Kiat Petik Cuan
apahabar.com

Gaya

Rahasia Menjaga Kesehatan di Tanah Suci, Intip Tips MUI Kalsel!
apahabar.com

Gaya

Penampilan Kover Gim PlayStation 5, Seperti Apa?
apahabar.com

Gaya

Disebut Penyembuh Kanker Payudara, Kenali 3 Jenis Tanaman Bajakah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com