7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu Detik-Detik Akhir Kampanye, Bawaslu RI Turun ke Banjarmasin

Hadapi Pandemi Covid-19, BI Ambil Kebijakan Strategis

- Apahabar.com Kamis, 9 April 2020 - 12:54 WIB

Hadapi Pandemi Covid-19, BI Ambil Kebijakan Strategis

Bank Indonesia mengambil beberapa kebijakan strategis dalam menghadapi Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Bank Indonesia mengambil beberapa kebijakan strategis dalam menghadapi Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia, khususnya Kalimantan Selatan.

Bank Indonesia telah mengeluarkan langkah antisipatif kebijakan ke depan sesuai mandat Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) No.1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

“Ada beberapa kewenangan BI yang diatur di dalam Perppu tersebut,” ucap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Amanlison Sembiring, Rabu (8/4) kemarin.

Pertama, melakukan perluasan kewenangan bagi Bank Indonesia agar dapat membeli SUN atau SBSN jangka panjang di pasar perdana. Dengan tujuan membantu pemerintah membiayai penanganan dampak penyebaran Covid-19 terhadap stabilitas sistem keuangan.

Pembelian SBN di pasar perdana, kata dia, dilakukan dalam hal pasar tidak bisa menyerap seluruh SBN yang diterbitkan pemerintah, peran BI sebagai “last resort”.

“Ketentuan lebih lanjut akan diatur bersama antara Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia, dengan mempertimbangkan kondisi pasar keuangan dan dampaknya terhadap inflasi,” jelasnya.

Selain itu, Bank Indonesia juga telah menempuh beberapa bauran kebijakan. Pertama, area stabilitas moneter dan stabilitas sistem keuangan. Dengan cara menurunkan suku bunga kebijakan BI7DDR pada Februari dan Maret masing-masing sebesar 25 bps.

Kemudian, menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) Valas bank konvensional dari semula 8% menjadi 4%.

Memperpanjang tenor repo Surat Berharga Negara (SBN) dan lelang tiap hari untuk memperkuat pelonggaran likuiditas Rupiah perbankan yang telah berlaku efektif sejak 20 Maret 2020.

“Kita juga meningkatkan intensitas triple intervention di pasar spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), dan pembelian SBN di pasar sekunder,” bebernya.
Selanjutnya, menambah frekuensi lelang FX Swap menjadi setiap hari untuk memastikan kecukupan likuiditas yang telah berlaku efektif sejak 19 Maret 2020.

“Terakhir memperkuat jenis underlying bertransaksi DNDF yang telah berlaku efektif sejak 23 Maret 2020,” tegasnya.

Kedua, area sistem pembayaran. Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk mengoptimalkan penggunaan alat pembayaran non tunai dalam bertransaksi sehari-hari.

“Misalnya seperti internet banking, mobile banking, uang elektronik, dan QRIS,” ungkapnya.

Bank Indonesia juga mendukung akselerasi penyaluran dana non tunai program-program pemerintah (Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Kartu Pekerja, dan Program Kartu Indonesia.

Memperpendek jadwal kegiatan operasional dan layanan publik (BI-RTGS, BI-SSSS, SKNBI, BI-ETP, Layanan Operasional Kas, Transaksi Operasi Moneter dan Valas) yang telah berlaku sejak 30 Maret s.d. 29 Mei 2020.

Memperpanjang masa berlaku merchants discount rates (MDR) QRIS (on us dan off us) menjadi 0% khusus untuk merchant dengan kategori Usaha Mikro (UMI) yang telah berlaku sejak 1 April s.d. 30 September 2020.

Menurunkan biaya Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) yang telah berlaku sejak 1 April s.d. 31 Desember 2020. Perbankan ke Bank Indonesia yang semula Rp600 menjadi Rp 1 dan nasabah ke perbankan semula maksimum Rp3.500 menjadi maksimum Rp2.900.

Ketiga, memastikan higienitas dan ketersediaan uang Rupiah. Bank Indonesia juga membatasi beberapa layanan operasional seperti layanan kas keliling, layanan penukaran uang rusak dan klarifikasi uang palsu serta layanan kunjungan publik seperti Perpustakaan BI, Vision Center BI dan Museum BI (Kantor Pusat).

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Ini Provinsi Terbesar Pengekspor Sarang Burung Walet
apahabar.com

Ekbis

Pertamax Cs Turun, Pengusaha Kalsel Kecipratan Untung
apahabar.com

Ekbis

Harga Minyak Dunia Anjlok, Rupiah Ikut Melemah
apahabar.com

Ekbis

Tips Agar UMKM Bisa Tahan Banting Diterjang Corona
Perusahaan Tambang Batu Bara PT. AGM Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19

Ekbis

Perusahaan Tambang Batu Bara PT. AGM Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?
apahabar.com

Ekbis

Dari Sendal Jepit, Anak Muda Ini Ciptakan Peluang Bisnis
apahabar.com

Ekbis

Riau Peroleh Rp 109 Miliar dari Penghapusan Denda Pajak Kendaraan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com