7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu Detik-Detik Akhir Kampanye, Bawaslu RI Turun ke Banjarmasin

Haji Ijai Turun Tangan, Klaster Gowa Diisolasi di ‘Hotel’ SSB Binuang

- Apahabar.com Senin, 13 April 2020 - 18:37 WIB

Haji Ijai Turun Tangan, Klaster Gowa Diisolasi di ‘Hotel’ SSB Binuang

Bupati Tapin dan Rombongan Tim Gugus Tugas Covid-19 Tapin saat berada di SSB Binuang dan SKB Dinas Pendidikan, Senin siang. Foto-apahabar.com

apahabar.com, RANTAU – Pemerintah menyulap Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) milik Dinas Pendidikan Tapin dan Diklat Pendidikan Olahraga Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kecamatan Binuang menjadi tempat isolasi ODP Covid-19.

Bertandang ke SSB Binuang, ternyata di sana sudah diisi 8 orang dalam pemantauan dari 2 keluarga klaster Gowa.

Ruangan di fasilitas itu layaknya hotel bintang satu. Lengkap dengan kasur empuk, pendingin ruangan dan Wifi.

Belakangan diketahui fasilitas memadai di sana merupakan bantuan dari tokoh masyarakat sekaligus pengusaha tambang batu bara Kalsel, Hj Ijai.

“Kita dibantu oleh Bapak H. Ijai. Kepedulian keluarga Bapak H. Ijai turun tangan beliau. Karena termasuk keluarganya semua lah di sini (Binuang),” ujar Arifin Arpan saat bertandang ke SSB Binuang memantau langsung kesiapan tempat isolasi, Senin (13/4).

Untuk di SSB wacananya dikhususkan untuk masyarakat di Kecamatan Binuang dan Kecamatan Hatungun.

Namun tak menutup kemungkinan untuk kecamatan lain, bergantung situasi terkini.

“Tidak menutup kemungkinan kita berharap lah ke depan tidak ada penambahan lagi,” harap Arifin sembari berdoa agar wabah Covid-19 segera usai.

Sebelumnya, Arifin bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 Tapin mendatangi lokasi di SKB di Jalan Jenderal Sudirman Bypass Rantau.

Saat ini tempat itu masih disiapkan agar layak dijadikan tempat isolasi. Menunggu fasilitas serupa di SSB Binuang, seperti kipas angin dan kasur.

“Di SKB ada 14 dan di SSB Binuang ada 20 kamar,” ujar Arifin.

Ditambahkan Kepala Puskesmas Binuang, Isro Antarisko bahwa perawatan medis dilakukan 3 kali sehari.

Kelengkapan hanya menggunakan keamanan biasa. Tidak menggunakan APD lengkap.

“Kita menggunakan kelengkapan sederhana saja, karena mereka (keluarga jemaah eks klaster Gowa) ini bukan yang terpapar,” ujar Antarisko.

Tak ada kesulitan untuk mengevaluasi 2 keluarga itu. Termasuk tidak adanya penolakan dari si ODP.

Hal itu karena Tim Gugus Tugas Covid-19 Tapin sudah melakukan sosialisasi dan pendekatan secara humanis.

“Setelah dilakukan edukasi, mereka mau untuk diisolasi,” ujarnya.

Dari keterangan Antarisko yang paling muda berumur 7 tahun dan paling tua ada yang berumur 57 tahun.

“Benar, mereka keluarga dari salah satu jemaah klaster Gowa,” ujarnya kepada apahabar.com.

Reporter: Muhammad Fauzi Fadilah
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Jangkau Warga di Pemukiman Padat Penduduk, Aipda Abdul Aziz Sambangi dengan Gowes
apahabar.com

Kalsel

Evaluasi Penanganan Covid-19, Pemprov Kalsel Beri Atensi Pelayanan Puskesmas
apahabar.com

Kalsel

Geger, Pasien Berobat di RS Ulin Meninggal Mendadak
apahabar.com

Kalsel

Seleksi Bintara Polri Polda Kalsel Masuk Tahap Tes Akademik
apahabar.com

Kalsel

Perempuan Berpolitik, Hj Ananda: Perlu “Kerja” Ekstra
apahabar.com

Kalsel

Firasat Ortu Sukmah, Pemuda yang Jasadnya Mengapung di Bawah Jembatan Rawasari 
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kalimantan Selatan: Pasien Sembuh Lampaui 4 Ribu Kasus
apahabar.com

Kalsel

Kejari Balangan Musnahkan Barbuk, Narkoba Peringkat Pertama
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com