Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Hakim, Penjual Es Dawet di Tapin yang Rindu Kampung Halaman

- Apahabar.com Rabu, 15 April 2020 - 19:20 WIB

Hakim, Penjual Es Dawet di Tapin yang Rindu Kampung Halaman

Hakim bersama gerobak es dawetnya. Foto-apahabar.com/Muhammad Fauzi Fadilah

Hakim, perantau asal Desa Petambakan, Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah, merasa risau.

Sebab, ia termasuk orang yang selalu mudik setiap tahun. Namun, tahun ini nampaknya pedagang es dawet ini harus mengurungkan niatnya untuk kembali ke kampung halamannya.

Muhammad Fauzi Fadilah, Rantau

Kondisi Indonesia, bahkan dunia saat ini memang tak semanis es dawet buatan pria 23 tahun itu. Penyebabnya? Apalagi kalau bukan virus Corona atau Covid-19 yang sudah bikin repot manusia seluruh dunia.

Virus Corona itu jua lah, yang membuat Hakim bingung. Kalau ia nekat mudik, ia khawatir akan meningkatkan potensi penyebaran virus kepada orang-orang di kampungnya. Jika bertahan, ia tentu tidak bisa bertemu dengan keluarganya.

Padahal, pria yang setiap hari berjualan es dawet khas Banjarnegara di kawasan Rantau Baru Ruang Terbuka Hijau (RTH) sudah menyisihkan uang untuk mudik.

“Takut, Mas. Perlahan tapi pasti korban makin bertambah,” katanya.

Meski hanya lulusan SMP, tetapi Hakim termasuk melek teknologi. Melalui gawai miliknya, ia rutin memantau perkembangan Covid-19 melalui berita daring dan media sosial.

Setelah menimbang-nimbang, ia pun memutuskan untuk tetap bertahan di Bumi Ruhuy Rahayu, meskipun 6 rekannya sesama pedagang es dawet sudah memesan tiket mudik ke kampung halaman mereka masing-masing.

“Rinduku tak setimpal dengan keselamatan keluargaku,” katanya.

Sejak merantau 3 tahun lalu, dan memutuskan untuk menjalani profesi sebagai pedagang, saat inilah periode terburuk yang pernah ia alami. Penjualannya menurun drastis.

Apalagi pemerintah sedang memberlakukan ‘social distancing’. Sekolah-sekolah diliburkan. Beragam aktivitas dibatasi. Ia pun kehilangan konsumen terbesar dari es dawet miliknya.

Akan tetapi, terkait kebijakan itu, ia mengaku setuju dengan pemerintah. “Setuju saja, ini untuk kemanusiaan kan?” jawabnya singkat.

Akibat pembatasan itu, setoran ke bos pun berkurang. Biasanya ia bisa menjual 100 gelas per hari, kini hanya setengahnya. Biasanya, dalam satu hari dia bisa mendapatkan Rp 500 ribu. Namun, saat ini pendapatannya hanya berkisar Rp 200 ribuan.

Pemerintah Kabupaten Tapin berencana memberikan kebijakan mengadakan bantuan untuk penduduknya yang terimbas Covid-19.

Namun, sepertinya Hakim tak terlalu banyak berharap dari bantuan itu. Ia sendiri tak memberikan respons saat mendengar rencana pemerintah daerah memberikan bantuan kepada warga terdampak Covid-19.

Selama 7 jam mangkal di RTH, kantong plastik hitam sedikit transparan tempat menyimpan uang milik Hakim terlihat masih kendor. Yang terdengar hanya uang receh yang saling beradu.

Hakim hanya berharap virus Corona segera lenyap dan aktivitas masyarakat kembali seperti sedia kala.

Editor: Puja Mandela

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kesbangpol Cegah Paham Radikal Masuk ke Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Ditemani Ulama-Habib, Pengasuh Ponpes Darussalam Martapura Silahturami ke Mardani H Maming
apahabar.com

Kalsel

Atur Parkir Jemaah Haul Guru Sekumpul, Kesabaran Relawan Posko Zona7 Diuji
apahabar.com

Kalsel

Mengintip Sejarah Ngayau, Tradisi Penggal Kepala yang Berakhir di Tumbang Anoi
apahabar.com

Kalsel

KPU Banjarmasin Usulkan 12 Titik Kampanye Terbuka
Nelayan

Kalsel

Diduga Korsleting Listrik, Kapal Nelayan di Tanbu Terbakar
apahabar.com

Kalsel

PIL, Korban Suami Mengamuk di Pelaihari Lolos dari Maut
apahabar.com

Kalsel

Menghadapi Kemarau, Alat Pemantau Kualitas Udara Banjarmasin Rusak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com