Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Hari Kedua PSBB, Jakarta Lengang

- Apahabar.com Sabtu, 11 April 2020 - 17:21 WIB

Hari Kedua PSBB, Jakarta Lengang

Suasana di Stasiun Duren Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (11/04). Foto-Antara/Arnidhya Nur Zhafira

apahabar.com, JAKARTA – Perubahan aktivitas di jalan mulai terlihat pada hari kedua penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta. Sejumlah titik yang biasanya padat, kini menjadi lengang dan sepi.

Di Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (11/04), hingga pukul 11.00 WIB, jembatan layang dekat Stasiun Duren Kalibata yang biasanya padat dengan pengemudi ojek daring / online (ojol), sama sekali tak terlihat satu pun ojol

Hal ini mengikuti Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020, dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 yang memutuskan ojek tidak bisa digunakan untuk mengangkut penumpang selama masa pembatasan sosial berskala besar. Ojek hanya diperbolehkan untuk mengangkut barang. Lebih lanjut, angkutan umum lainnya seperti angkot dan kopaja juga terlihat jarang berlalu-lalang seperti biasanya.

Di Stasiun Duren Kalibata pun juga sepi, menyusul kebijakan baru dari PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang membatasi jumlah penumpang hingga 60 orang perkereta komuter. Sementara, sejak 10 April 2020, KRL telah beroperasi mulai pukul 06.00 hingga pukul 18.00 WIB.

Di wilayah Jakarta Selatan, Suku Dinas Perhubungan Kota Jakarta Selatan mengerahkan 162 personelnya untuk mengawal pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Jumat (10/04).

Ada tiga titik pemeriksaan (check point) PSBB di wilayah Jakarta Selatan, yaitu persimpangan layang UI, Pasar Jumat dan depan Budi Luhur Jalan Cileduk Raya.

Sebelumnya, Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta telah menerapkan PSBB secara resmi mulai Jumat (10/04) pukul 00.00 WIB dengan dasar hukum Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020, dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Penerapan PSBB bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona jenis baru Covid-19 yang grafik kasusnya terus meningkat setiap harinya. DKI Jakarta menjadi episentrum Covid-19 di Indonesia.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kasus Covid-19 Masih Naik, Layanan RS di Indonesia Terancam Kolaps
apahabar.com

Nasional

TNI AL: Kapal Cina Tak Mau Keluar dari Natuna
apahabar.com

Nasional

Gempa di Sulteng; Warga Panik Berlarian ke Gunung
apahabar.com

Nasional

Jokowi Intruksikan Strategi Gas dan Rem Jangan Kasih Kendur
apahabar.com

Nasional

Rayakan Hari Raya Nyepi, Ini Doa Umat Hindu Banjarmasin untuk Indonesia
apahabar.com

Nasional

Muhammadiyah Dukung Pembangunan Museum Nabi Muhammad
apahabar.com

Nasional

Jokowi Pastikan Kesiapan Anggaran Pilkada Serentak
apahabar.com

Nasional

Indonesia Kecam Israel yang Hancurkan Perumahan Palestina di Sur Bahir
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com