Prof Yusril: Penetapan Tersangka Eks Sekda Tanbu Labrak HAM Legislator Kalsel Kecam e-Sport Disponsori Judi Online KPU Banjar Tanggapi Santai Protes BirinMu Soal Pembukaan Kotak Suara Ricuh Safari Subuh Denny dan ‘Paman Bakul’ Disetop, Pelanggaran ASN Jalan Terus Dua Rumah di Anjir Muara Batola Terbakar, Penyebab Dalam Penyelidikan

Hari Pertama PSBB, Perbatasan Surabaya-Sidoarjo Macet Parah

- Apahabar.com Selasa, 28 April 2020 - 12:31 WIB

Hari Pertama PSBB, Perbatasan Surabaya-Sidoarjo Macet Parah

Kemacetan lalu lintas terjadi di Bunderan Waru atau perbatasan Kota Surabaya dengan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, saat hari pertama diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Selasa (28/04). Foto: CCTV Dishub Surabaya via Antara

apahabar,com, SURABAYA – Kemacetan lalu lintas terjadi di Bunderan Waru atau perbatasan Kota Surabaya dengan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (28/04) pagi. Kemacetan parah ini terjadi saat hari pertama diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Iya itu macet karena ada screening atau pemeriksaan kendaraan yang masuk ke Surabaya,” kata Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Eddy Christijanto.

Menurut dia, dengan adanya pemeriksaan kendaraan di Bunderan Waru ke arah Jalan Ahmad Yani Surabaya tersebut akan menjadi efek jera agar warga tidak keluar rumah atau ke Surabaya tanpa tujuan jelas.

Selain itu, Eddy menilai adanya kemacetan di Bunderan Waru bukan kerana warga tidak mengetahui adanya pemberlakuan PSBB, melainkan warga tidak mau tahu dan menganggap PSBB layaknya seperti hari-hari biasanya.

“Mereka mungkin beranggapan PSBB hal biasa dan kalaupun ada pemeriksaan kendaraan, petugas akan membiarkan,” katanya.

Meski demikian, lanjut dia, pihaknya mengakui petugas yang menjaga di perbatasan Bunderan Waru kurang sehingga pada saat pemeriksaan kendaraan sempat kewalahan.

“Ini akan kami tambah petugas jaga dari Satpol PP dan Linmas di sana,” ujarnya.

Untuk sanksi, lanjut dia, pihaknya masih memberikan toleransi kepada warga di hari pertama pelaksanaan PSBB ini. Hanya saja, lanjut dia, bagi warga yang suhu badannya di atas 38 derajat pada saat pemeriksaan, maka tidak ada toleransi.
“Mereka tidak boleh masuk Surabaya dan harus menjalankan rapid test,” katanya.

Sedangkan mengenai sanksi lainnya, Eddy mengatakan merupakan kewenangan pihak kepolisian karena Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 16 Tahun 2020 tentang pedoman PSBB tidak diatur untuk sanksi berupa pidana.

“Kita beri peringatan secara lisan dan tertulis dan jika masih melanggar ya dihentikan tidak boleh masuk Surabaya,” katanya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Industri Gim Indonesia Jauh Tertinggal dari China
apahabar.com

Nasional

Opsi Reshuffle, Jokowi Peringatkan untuk Para Menteri Masih Kerja Biasa-biasa Saja

Nasional

Jokowi Tinjau Pascabanjir, Pemkab HST Siap-Siap
apahabar.com

Nasional

Masih Pandemi, MUI: Alihkan Perjuangan di Lapangan ke Uji Materi MK
apahabar.com

Nasional

Bahaya Rokok Elektronik, Ini Kata IDI
apahabar.com

Nasional

Uji Materi UU Penyiaran, Ahli: OTT Perlu Diatur Negara
apahabar.com

Nasional

Penangkapan Dandhy, Jerat UU ITE Hantui Aktivis Indonesia
apahabar.com

Nasional

Ingin Dapat BLT Desa Rp 600 Ribu per Bulan? Simak Syaratnya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com