Jokowi Telepon Gubernur Soal Banjir Kalsel, Gak Kebalik Pak? Breaking News: Respons Jokowi Atas Banjir di Kalsel, Segera Kirim Perahu Karet Tak Ucapkan Dukacita, Habib Banua Tantang Presiden ke Kalsel Warga Banjiri IG Presiden Jokowi: Kalsel Juga Berduka Pakkk!!! Pecah Rekor Lagi! Kasus Covid-19 Indonesia Tambah 12.818 Hari Ini

Imbas Corona, Serapan Ayam Potong di Kalsel Turun Hingga 50 Persen

- Apahabar.com Kamis, 2 April 2020 - 05:30 WIB

Imbas Corona, Serapan Ayam Potong di Kalsel Turun Hingga 50 Persen

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, BANJARBARU – Edaran pemerintah terkait pengurangan aktivitas yang melibatkan banyak orang untuk memutus rantai penularan Covid-19, ternyata membawa dampak tersendiri bagi peternak ayam potong atau broiler.

“Serapan ayam potong yang biasa memenuhi kebutuhan catering, hotel-hotel dan pasar tradisional menurun sekitar 50 persen,” ungkap Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalimantan Selatan, Suparmi kepada¬†apahabar.com¬†melalui pesan singkat, Rabu (1/4) sore.

Kondisi darurat ini terjadi secara nasional tidak hanya di Kalsel saja. Mengatasi permasalahan ini, Disbunnak Kalsel menawarkan solusi dengan mengajak para peternak untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen dengan memanfaatkan aplikasi teknologi informasi dalam penjualan.

“Seperti pesan antar sampai ke tempat konsumen,” sebut dia.

Terkait aplikasi tadi, Hari ini Kamis (2/4) Disbunnak Kalsel akan mengikuti rapat koordinasi oleh Kementerian Pertanian dalam rangka pengamanan ketersediaan dan stabilisasi pasok dan harga pangan.

Ini juga sebagai persiapan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) 2020. Rakor tersebut juga sekaligus launching kerjasama antara Kementan dengan pihak Gojek.

Sehubungan dengan masifnya pandemi Covid-19. Disbunnak Kalsel dalam hal ini yang membidangi kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner akan membantu dalam kegiatan desinfeksi dan penyediaan bahan desinfektan. Meski diakui Suparmi, stok yang dimiliki saat ini mulai terbatas.

“Selain membantu protokol Covid-19, juga dilakukan sosialisasi dan imbauan kepada petugas medik veteriner yang tersebar di semua kabupaten/kota untuk ikut berpartisipasi,” jelasnya

Dihubungi terpisah, perwakilan asosiasi Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Kalsel, Junaidi membenarkan perihal dampak yang dirasakan peternak ayam potong akibat wabah virus menular ini.

 

Dalam kondisi normal, distribusi pasokan ayam untuk beberapa wilayah seperti Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Tanah Laut, mencapai hingga 130 ribu ekor per harinya.

“Karena kondisi pembatasan hubungan warga jadinya ya melimpah. Karena serapan ayamnya kebanyakan untuk acara dan penjualan akhirnya ditiadakan dan dibatasi,” ungkapnya

Namun, kondisi ini tidak berlaku untuk para pedagang di pasaran. Kerugian hanya dirasakan peternak dalam mengelola modal, sebab yang dulunya sebesar 20 ribu per kilogram kini menjadi 14 ribu per kilogram.

“Pinsar masih membahas cara mengurangi kerugiannya. Untuk ayam yang terlanjur di kandang, solusinya mungkin masalah teknis jualan. Ke depan, kita sepakat untuk mengurangi chick in (memasukkan bibit untuk dipelihara) sekitar 30-40 persen dari biasanya,” pungkasnya

Reporter: Musnita Sari
Editor: Syarif

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Ekbis

Awal 2021 Diprediksi Makin Banyak Resto Tutup karena Pandemi
apahabar.com

Ekbis

Antispasi Green Product, Luhut: Indonesia Optimalkan SDA
apahabar.com

Ekbis

Terjun Bebas, Harga Tiket ke Korsel Hanya Rp149 Ribu
apahabar.com

Ekbis

Penumpang Garuda Bisa Nginap Hemat di Hotel Aston Banua
apahabar.com

Ekbis

Antisipasi Tahun Baru di Kalimantan, Pertamina Siapkan Stok Tambahan
apahabar.com

Ekbis

‘Indonesia Maju’ Ancam Ekspor Batu Bara dan CPO Kalsel!
apahabar.com

Ekbis

Per November 2019, Ekspor Kalsel Turun
apahabar.com

Ekbis

Resmi Diubah, Ma’ruf Amin Ingatkan KNEKS Perkuat Industri Halal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com